Pesawat Cassa Diduga Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin, Operasional Penerbangan Tetap Normal
MAROS – Video dan foto yang memperlihatkan sebuah pesawat Cassa diduga milik TNI Angkatan Laut (AL) tergelincir di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, beredar luas di media sosial. Pihak pengelola bandara membenarkan adanya insiden tersebut.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, menyampaikan bahwa peristiwa itu memang terjadi berdasarkan rekaman yang beredar. Insiden tersebut berlangsung di salah satu landasan pacu bandara pada Selasa sekitar pukul 11.25 WITA.
Pesawat Cassa Tergelincir di Runway 03-21
Taufan menjelaskan, kecelakaan terjadi di landasan pacu utara-selatan atau runway 03-21. Setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut, personel bandara langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kecelakaan terjadi di runway 03-21. Personel bandara segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ini, masih dilakukan penanganan,” ujar Taufan dalam keterangannya.
Hingga informasi tersebut disampaikan, proses penanganan di lokasi masih berlangsung. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pesawat maupun awak yang berada di dalamnya. Pihak Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IV Makassar juga belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Operasional Bandara Tetap Berjalan Normal
Meski terjadi insiden di runway 03-21, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin tidak mengalami gangguan. Taufan memastikan operasional bandara tetap berjalan seperti biasa.
Untuk mendukung kegiatan penerbangan, landasan pacu yang digunakan berada di sisi timur-barat, yakni runway 13-31. Penggunaan landasan pacu tersebut membuat aktivitas penerbangan tetap berlangsung di tengah penanganan pesawat yang tergelincir.
Pesawat Cassa sendiri merupakan jenis pesawat pengangkut berukuran sedang dengan dua mesin turboprop. Pesawat tersebut dirancang untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Insiden Pesawat TNI Terjadi dalam Dua Hari Berturut-turut
Peristiwa tergelincirnya pesawat Cassa ini terjadi hanya sehari setelah insiden yang melibatkan pesawat tempur Sukhoi di area Bandara Sultan Hasanuddin. Pada Senin, jet tempur Sukhoi yang dikendalikan oleh pilot penerbang TNI Angkatan Udara tergelincir hingga keluar dari jalur landasan pacu.
Dalam video yang beredar di media sosial, pesawat tempur buatan Rusia tersebut tampak berhenti di dekat pagar pembatas pangkalan. Kondisi itu kemudian direkam oleh sejumlah warga dan tersebar secara luas.
Pengelola Bandara Sultan Hasanuddin sebelumnya juga membenarkan adanya insiden Sukhoi tersebut. Peristiwa itu terjadi di landasan pacu sisi barat, yakni runway 13. Saat penanganan berlangsung, operasional penerbangan tetap menggunakan runway 03-21 sehingga tidak terjadi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.
Insiden Sukhoi Terjadi Saat Uji Terbang
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa insiden Sukhoi berlangsung dalam rangkaian uji terbang pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2. Uji terbang dilakukan setelah pesawat menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.
Dalam rangkaian tersebut, pesawat menjalani tahapan pemeriksaan berupa simulasi lepas landas di landasan. Namun, ketika melakukan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Akibatnya, pesawat keluar sekitar 30 meter dari batas ujung landasan.
Nyoman memastikan pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Setelah kejadian, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dipersiapkan melaksanakan pengujian berikutnya.
Kesimpulan
Insiden pesawat Cassa yang diduga milik TNI AL tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin telah dikonfirmasi oleh pihak pengelola bandara. Penanganan di lokasi masih dilakukan, sementara operasional penerbangan tetap berjalan normal melalui runway 13-31.
Peristiwa ini menjadi insiden kedua yang melibatkan pesawat TNI di kawasan bandara tersebut dalam dua hari. Untuk perkembangan selanjutnya, informasi mengenai kondisi pesawat Cassa dan hasil penanganan masih menunggu keterangan dari pihak terkait, termasuk Kodaeral IV Makassar.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment