FBI Tangkap Perempuan 35 Tahun dalam Dugaan Rencana Pengeboman Capitol New York

NEW YORK – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang perempuan berusia 35 tahun yang diduga terlibat dalam rencana pengeboman gedung Capitol negara bagian New York. Perempuan tersebut diketahui bernama Jessica Bowie dan telah didakwa atas tuduhan berupaya memberikan dukungan materiil kepada organisasi teroris asing, ISIS.

Bowie kini berada dalam tahanan dan menjalani proses persidangan untuk mendengarkan dakwaan terhadapnya. Informasi mengenai kasus tersebut tercantum dalam pengaduan pidana yang diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara New York.

FBI Ungkap Dugaan Rencana Serangan

Menurut dokumen pengadilan, Bowie diduga mulai membicarakan rencana untuk menyerang Capitol New York pada pertengahan Juli. Komunikasi itu kemudian disampaikan kepada seseorang yang tidak diketahuinya sebagai sumber rahasia FBI.

Komunikasi antara Bowie dan sumber tersebut berlangsung selama lebih dari satu bulan, hingga akhirnya FBI menangkapnya pada pekan ini. Dalam percakapan itu, Bowie disebut meminta bantuan untuk membuat bahan peledak yang akan digunakan untuk menargetkan gedung parlemen negara bagian.

“Untuk menargetkan gedung parlemen negara bagian saya, idealnya dengan cara yang memungkinkan saya lolos tanpa ketahuan dan langsung naik pesawat setelahnya,” demikian pernyataan Bowie yang tercantum dalam dokumen dan dikutip oleh Washington Post.

Dalam percakapan yang sama, Bowie diduga mengonfirmasi bahwa dirinya merupakan pendukung ISIS. Ia juga disebut tinggal kurang dari dua mil dari gedung Capitol negara bagian New York.

Diduga Mengumpulkan Informasi Keamanan Capitol

Pengaduan pidana tersebut menyebut Bowie beberapa kali mendatangi kawasan sekitar gedung Capitol. Ia diduga berjalan-jalan di sekitar gedung itu sebanyak lima kali dalam rentang 21 Juli hingga 9 Agustus.

Selama berada di lokasi, Bowie disebut mengirimkan puluhan foto gedung kepada sumber rahasia FBI. Ia juga diduga mengatakan bahwa dirinya menghabiskan waktu di sekitar Capitol untuk mempelajari sistem keamanan bangunan tersebut.

Dalam komunikasi lain dengan sumber FBI yang berbeda, Bowie diduga memperkirakan bahwa gedung itu diisi sekitar 200 orang. Ia kemudian menyampaikan keinginan untuk menyingkirkan sekitar setengah dari jumlah tersebut.

Penggunaan Sumber Rahasia dalam Penyelidikan

Sejumlah rincian dalam pengaduan pidana diperoleh melalui komunikasi Bowie dengan agen FBI yang menyamar sebagai fasilitator ISIS. Dalam salah satu tahap penyelidikan, Bowie bertemu dengan dua sumber rahasia FBI pada hari yang berbeda.

Kedua sumber tersebut memberikan sesuatu yang diyakini sebagai alat peledak. Mereka juga memperlihatkan cara menggunakan perangkat yang tidak aktif serta meminta sumbangan dari Bowie untuk membuat perangkat yang akan digunakan dalam operasi mendatang.

Dokumen pengadilan juga menyebut Bowie pernah menyatakan keinginannya untuk “melakukan sesuatu untuk memberi manfaat bagi umat dan merugikan musuh-musuh Tuhan.” Dalam percakapan tersebut, istilah “umat” merujuk pada komunitas Muslim global. Namun, salah satu agen yang menyamar sebagai anggota ISIS kemudian mempersempit makna istilah itu menjadi anggota aktif dan pendukung setia organisasi tersebut.

Latar Belakang dan Penangkapan Jessica Bowie

Berdasarkan pengaduan pidana, Bowie masuk Islam sekitar lima tahun lalu. Ia juga diduga membuat sejumlah profil media sosial yang digunakan untuk menyebarkan pesan anti-Amerika.

FBI menangkap Bowie di sebuah restoran cepat saji McDonald’s yang berada tidak jauh dari gedung Capitol. Setelah ditangkap, Bowie disebut melepaskan hak-haknya dan bersedia menjalani wawancara dengan agen FBI.

Dalam wawancara tersebut, Bowie mengakui bahwa dirinya menghadapi kemungkinan hukuman berat. “Tidak ada yang bisa membantu saya, kalian sudah cukup tahu, tidak ada yang bisa membantu saya, saya akan dipenjara seumur hidup,” kata Bowie, menurut dokumen perkara.

Ia juga menyatakan telah mencari informasi mengenai ancaman hukuman melalui Google. “Hukumannya bisa sampai 20 tahun penjara, saya sudah mencarinya di Google sebelumnya, saya tahu saya akan dipenjara,” imbuhnya.

Kesimpulan

Penangkapan Jessica Bowie menambah daftar kasus dugaan dukungan terhadap ISIS yang ditangani FBI di Amerika Serikat. Berdasarkan dokumen pengadilan, penyelidikan terhadap Bowie mencakup komunikasi dengan sumber rahasia, pemantauan lokasi Capitol, pengiriman foto gedung, serta dugaan upaya memperoleh bantuan untuk membuat bahan peledak.

Meski demikian, seluruh tuduhan tersebut masih akan diuji melalui proses persidangan. Perkembangan berikutnya akan menentukan bagaimana jaksa dan pengadilan menilai bukti-bukti yang telah dikumpulkan dalam perkara ini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment