Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Mandailing Natal, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Megathrust

Mandailing Natal, Sumatra Utara diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 pada Sabtu malam, 5 September, pukul 21.06 WIB. Getaran gempa dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I telah melakukan analisis terhadap lokasi serta kedalaman sumber gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menjadikan informasi resmi dari BMKG sebagai rujukan utama untuk mengetahui perkembangan situasi.

Gempa Berpusat di Laut dengan Kedalaman 37 Kilometer

Hasil analisis BBMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 1,06 derajat Lintang Utara dan 98,40 derajat Bujur Timur. Titik tersebut berjarak sekitar 79 kilometer arah timur Nias, Sumatra Utara. Sementara itu, hiposenter atau sumber gempa berada pada kedalaman 37 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa karakteristik lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dangkal. Menurut analisis BBMKG, gempa ini berkaitan dengan aktivitas megathrust.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas megathrust,” ujar Hendro Nugroho.

Getaran Dirasakan di Panyabungan

Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, gempa dirasakan di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Tingkat intensitas gempa di wilayah tersebut mencapai II Modified Mercalli Intensity atau II MMI.

Makna Intensitas II MMI

Pada skala II MMI, getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang. Selain itu, benda-benda ringan yang digantung dapat terlihat bergoyang. Intensitas tersebut menggambarkan bahwa dampak getaran yang dirasakan masyarakat relatif ringan.

Meski getaran sempat dirasakan, hingga informasi tersebut disampaikan belum terdapat laporan terkait kerusakan bangunan sebagai dampak gempa. Kondisi ini masih menjadi bagian dari pemantauan BBMKG berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat di wilayah terdampak.

Belum Ada Gempa Susulan

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 21.32 WIB menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan atau aftershock. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan setelah gempa utama mengguncang wilayah Mandailing Natal.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

BMKG Ingatkan Masyarakat Mengikuti Informasi Resmi

Untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai gempa maupun kemungkinan perkembangan selanjutnya, masyarakat disarankan mengikuti pembaruan dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi. Informasi dari sumber resmi penting digunakan agar masyarakat tidak menerima atau menyebarkan kabar yang tidak jelas asal-usulnya.

Dengan demikian, gempa berkekuatan magnitudo 4,5 yang mengguncang Mandailing Natal pada Sabtu malam tersebut dirasakan dengan intensitas II MMI di Panyabungan. Sampai waktu pemantauan yang dilaporkan, belum ada kerusakan bangunan, dan BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan. Masyarakat diharapkan tetap waspada secara proporsional, menjaga ketenangan, serta memantau informasi resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan situasi berikutnya.

Kesimpulan

Gempa magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, pada pukul 21.06 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 1,06 derajat Lintang Utara dan 98,40 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 37 kilometer serta jarak sekitar 79 kilometer dari arah timur Nias, Sumatra Utara. BBMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas megathrust.

Getaran dirasakan di Panyabungan dengan skala II MMI, tetapi belum ada laporan kerusakan bangunan. Hingga pukul 21.32 WIB, BMKG juga belum mendeteksi gempa susulan. Ke depan, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti hasil pemantauan serta informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment