Gibran Pastikan Pembangunan 699 Huntap Penyintas Bencana Tapsel Dimulai September
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, segera dimulai. Kepastian tersebut disampaikan saat Gibran melakukan kunjungan kerja ke Tapsel pada Jumat (4/9).
Dalam kunjungan itu, Gibran meninjau hunian sementara (huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru. Ia didampingi Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution. Selain melihat kondisi tempat tinggal sementara, Gibran juga bertemu langsung dengan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Pembangunan Huntap Dimulai September
Gibran menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalankan tanggung jawab untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi para penyintas bencana. Ia memastikan proses pembangunan huntap akan dimulai pada September ini.
“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan huntap,” kata Gibran.
Menurut Gibran, percepatan pembangunan diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat. Para penyintas diharapkan segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan memberikan kepastian bagi kehidupan mereka setelah bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan permohonan maaf karena masyarakat masih harus menempati hunian sementara. Warga penghuni Huntara di Desa Napa berasal dari Desa Garoga dan Hutagodang, Kecamatan Batangtoru. Mereka merupakan penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.
“Saya menyampaikan permohonan maaf karena hingga kini warga masih harus tinggal di Huntara,” ujar Gibran.
699 Unit Rumah Dibangun di Lahan 18 Hektare
Pemerintah menyiapkan pembangunan sebanyak 699 unit rumah untuk para penyintas bencana. Hunian tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare yang berada tepat di sebelah lokasi hunian sementara di Desa Napa.
Gibran menegaskan, pembangunan huntap diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat terdampak. Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah juga memastikan warga yang masih tinggal di Huntara tetap memperoleh kehidupan yang layak.
Dengan adanya hunian tetap, para penyintas tidak hanya mendapatkan tempat tinggal baru, tetapi juga kepastian untuk menata kembali kehidupan mereka. Pemerintah menargetkan proses pemulihan dapat berlangsung secara lebih cepat setelah pembangunan dimulai.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mengatakan pemerintah provinsi terus mendukung penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana. Dukungan tersebut mencakup upaya penyediaan lahan serta bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup warga selama masih berada di hunian sementara.
Bobby menjelaskan, sebagian lokasi telah memiliki hunian tetap yang selesai dibangun. Sementara itu, bagi wilayah yang belum memiliki huntap, pemerintah berupaya mempercepat proses pencarian dan penyediaan lahan. Desa Napa menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan hunian tetap.
“Beberapa tempat sudah ada Huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun,” kata Bobby.
Pemulihan Pascabencana Tak Hanya Berfokus pada Hunian
Selain meninjau hunian sementara dan lokasi pembangunan huntap, Gibran bersama Bobby juga mengunjungi sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Selatan.
Bobby menekankan bahwa pemulihan masyarakat terdampak tidak cukup hanya dengan membangun rumah. Faktor pendukung lain juga perlu diperhatikan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih baik dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan program rehabilitasi serta rekonstruksi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang aman, tetapi juga dukungan untuk membangun kembali kehidupan setelah bencana.
Warga Berharap Huntap Segera Terwujud
Eti, salah seorang warga yang tinggal di Huntara, mengatakan dirinya harus mengontrak rumah untuk tempat tinggal. Biaya sewa rumah tersebut ditanggung pemerintah. Meski demikian, ia berharap pembangunan hunian tetap segera direalisasikan agar warga mendapatkan tempat tinggal permanen.
Eti menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena telah menyediakan hunian sementara bagi masyarakat terdampak. Namun, ia berharap proses pembangunan huntap tidak kembali tertunda sehingga warga dapat segera menempati rumah yang lebih layak.
“Kami bersyukur juga, sebab pemerintah sudah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, sudah dibangunkan Huntara kami. Jadi harapanku, Huntap cepat dibangun,” ujar Eti.
Kesimpulan
Wapres Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan 699 unit hunian tetap bagi penyintas bencana di Tapanuli Selatan dimulai September. Hunian tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru.
Pemerintah pusat dan Pemprov Sumatra Utara juga memastikan kebutuhan warga selama masih tinggal di Huntara tetap diperhatikan. Ke depan, pembangunan huntap, infrastruktur, serta program rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak dan memberikan kepastian hidup yang lebih layak serta aman.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment