IHSG Diproyeksi Melemah pada Senin 14 September, Investor Perlu Cermati Level Support dan Resistance

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (14/9). Proyeksi tersebut muncul setelah indeks saham nasional ditutup melemah cukup signifikan pada perdagangan Jumat (11/9), dengan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

Meski demikian, peluang IHSG untuk mengalami penguatan teknikal tetap terbuka. Analis melihat adanya sinyal rebound setelah indeks membentuk pola candle hammer. Namun, potensi penguatan tersebut dinilai masih dibayangi risiko koreksi lanjutan, sehingga pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks pada sejumlah level penting.

IHSG Masih Rawan Melanjutkan Koreksi

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin. Pandangan tersebut didasarkan pada posisi indeks setelah mengalami penurunan 0,73 persen ke level 6.541 pada akhir pekan lalu.

Menurut Herditya, tekanan jual yang masih kuat membuat IHSG berpotensi menguji area yang lebih rendah. Dalam skenario teknikal terbaru, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa indeks masih memiliki risiko untuk kembali terkoreksi.

“Dalam skenario terbaru, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji area 6.370-6.451,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.448 dan 6.318. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.633 dan 6.705.

Level-level tersebut dapat menjadi acuan bagi investor dalam mencermati arah pergerakan indeks sepanjang perdagangan. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpeluang bergerak menuju area support. Sebaliknya, apabila mampu mengalami penguatan, indeks perlu melewati area resistance untuk mengonfirmasi momentum pemulihan.

Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni ADMR, INET, NCKL, dan DSNG. Namun, informasi tersebut bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu.

Peluang Rebound Tetap Terbuka

Berbeda dengan proyeksi koreksi dari MNC Sekuritas, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih memiliki peluang untuk mengalami rebound. Pandangan ini muncul setelah indeks membentuk candle hammer pada perdagangan terakhir.

Pola tersebut dapat menjadi sinyal adanya potensi penguatan dalam jangka pendek. Meski demikian, Ivan mengingatkan bahwa kenaikan IHSG berpotensi diikuti oleh koreksi. Pola serupa disebut telah terlihat sejak akhir Juli, ketika penguatan indeks kemudian disusul oleh tekanan jual.

“Peluang penguatan IHSG masih terbuka menuju area 6.752-6.835, namun kenaikan tersebut berpotensi disusul koreksi seperti pola yang terlihat sejak akhir Juli,” ujar Ivan.

Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas

Ivan memperkirakan IHSG memiliki beberapa level support, yakni 6.448, 6.368, dan 6.288. Sementara itu, level resistance yang dipantau berada di 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071.

Dengan proyeksi tersebut, pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan IHSG dalam bertahan di atas area support sekaligus menembus resistance. Pergerakan indeks di sekitar level-level tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan rebound maupun potensi berlanjutnya koreksi.

Ivan juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yaitu INCO, MBMA, MEDC, dan PGEO. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam konteks analisis pasar dan tidak dimaksudkan sebagai kepastian atas kinerja saham-saham terkait.

Kinerja Perdagangan IHSG pada Jumat

IHSG ditutup di level 6.541 pada perdagangan Jumat (11/9) sore. Indeks melemah 47,96 poin atau 0,73 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp14,68 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 30,44 miliar saham.

Pergerakan mayoritas saham juga menunjukkan tekanan yang cukup kuat. Sebanyak 183 saham ditutup menguat, sementara 453 saham terkoreksi dan 153 saham lainnya stagnan.

Kesimpulan

IHSG menghadapi risiko pelemahan pada perdagangan Senin (14/9), terutama karena tekanan jual masih mendominasi setelah indeks turun 0,73 persen pada akhir pekan lalu. Analisis MNC Sekuritas memperkirakan indeks masih dapat menguji area 6.370-6.451.

Di sisi lain, Binaartha Sekuritas melihat peluang rebound karena IHSG membentuk candle hammer. Kendati demikian, potensi penguatan tetap perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap koreksi berikutnya. Investor disarankan mencermati level support dan resistance serta mempertimbangkan strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.

Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment