Polda Banten Pastikan Barang Temuan Bukan Milik Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Polda Banten memastikan sejumlah barang yang ditemukan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, tepatnya di sebelah timur Pulau Rakata, bukan milik lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kepastian tersebut disampaikan setelah petugas melakukan pemeriksaan serta konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, kapal yang membawa kelima jurnalis tersebut.
Barang-barang yang ditemukan dalam proses pencarian terdiri atas sebuah helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik biru dengan tutup hitam, dan dua jaket pelampung berwarna oranye. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ketiga jenis barang tersebut tidak sesuai dengan perlengkapan maupun barang yang digunakan di KM Arupadhatu 1.
Polda Banten Pastikan Jaket Pelampung Bukan Milik Kapal
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, dua jaket pelampung berwarna oranye yang ditemukan bertuliskan “MILLES II”. Setelah dilakukan konfirmasi kepada pemilik kapal, jaket tersebut dinyatakan bukan bagian dari perlengkapan KM Arupadhatu 1.
Menurut Maruli, jaket pelampung yang tersedia di KM Arupadhatu 1 memiliki warna merah, kuning, dan ungu. Selain itu, jaket pelampung milik kapal tersebut tidak memiliki tulisan “MILLES II”. Perbedaan tersebut menjadi salah satu dasar pemeriksaan untuk memastikan asal barang yang ditemukan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES II dinyatakan bukan milik kapal,” kata Maruli dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).
Jeriken Temuan Berbeda dari Perlengkapan Kapal
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jeriken plastik berwarna biru yang ditemukan di lokasi pencarian. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perbedaan fisik dan isi antara jeriken tersebut dengan jeriken yang digunakan oleh KM Arupadhatu 1.
Jeriken yang ditemukan diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan kapal. Dari sisi bentuk dan kapasitas, jeriken temuan juga memiliki karakteristik berbeda.
Perbedaan Fisik Jeriken
Maruli menjelaskan, jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar dengan kapasitas 30 liter. Jeriken tersebut berbentuk pendek, menggunakan tutup berwarna putih, serta tidak memiliki tulisan atau penanda pada bagian badannya.
Sementara itu, jeriken yang ditemukan berwarna biru tua dan berkapasitas 35 liter. Bentuknya lebih panjang, memiliki tutup berwarna hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken. Perbedaan tersebut memperkuat kesimpulan bahwa jeriken itu bukan milik KM Arupadhatu 1.
Helm Plastik Merah Juga Bukan Perlengkapan Kapal
Selain jaket pelampung dan jeriken, helm plastik berwarna merah yang ditemukan dalam operasi pencarian juga telah diperiksa. Polda Banten memastikan helm tersebut bukan bagian dari perlengkapan KM Arupadhatu 1.
Maruli menyebutkan, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis seperti barang yang ditemukan. Dengan demikian, seluruh barang yang telah diperiksa belum dapat dikaitkan dengan lima jurnalis maupun KM Arupadhatu 1.
Pencarian Diperluas Menjadi Enam Sektor
Di tengah pemeriksaan barang temuan, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap KM Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda. Area pencarian kini dibagi menjadi enam sektor dengan luas total mencapai 6.010 mil laut persegi.
Lima sektor merupakan wilayah pencarian laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z. Satu sektor lainnya menjadi wilayah pencarian melalui udara. Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, mengatakan pembagian sektor dilakukan untuk memperluas cakupan operasi.
Rincian Unsur Pencarian
- Sektor V memiliki luas 840 mil laut persegi dan melibatkan KRI Kerambit serta KRI Teluk Gilimanuk.
- Sektor W mencakup area seluas 1.120 mil laut persegi dengan pengerahan KAL Anyer.
- Sektor X memiliki luas 681 mil laut persegi dan disisir oleh delapan kapal, yakni KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, kapal polisi 2016, kapal polisi 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
- Sektor Y mencakup wilayah seluas 497 mil laut persegi dengan melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.
- Sektor Z memiliki luas 809 mil laut persegi dan melibatkan KN SAR Basudewa milik Basarnas Lampung serta KN SAR Antasena milik Basarnas Jakarta.
Untuk pencarian melalui udara, satu helikopter disiagakan di ATS guna memantau perkembangan kondisi di perairan Selat Sunda. Seluruh unsur SAR masih melakukan pencarian dan pemantauan di sektor yang telah ditentukan.
Imbauan Polda Banten
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai proses pencarian lima jurnalis tersebut. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan melalui sumber informasi resmi.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” ujar Maruli.
Kesimpulan
Polda Banten telah memastikan helm plastik merah, jeriken biru bertutup hitam, dan dua jaket pelampung oranye yang ditemukan di perairan sebelah timur Pulau Rakata bukan milik KM Arupadhatu 1 maupun lima jurnalis yang hilang kontak. Kesimpulan itu didasarkan pada perbedaan warna, bentuk, kapasitas, tulisan, serta isi jeriken dibandingkan dengan perlengkapan kapal.
Sementara itu, Tim SAR gabungan masih memperluas dan menjalankan pencarian di lima sektor laut serta satu sektor udara dengan total area 6.010 mil laut persegi. Pencarian dan pemeriksaan akan terus dilakukan, sedangkan informasi terbaru diharapkan disampaikan melalui kanal resmi agar masyarakat memperoleh perkembangan yang akurat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment