Kekeringan Parah di Kayong Utara, Lima Desa Krisis Air Bersih dan Terpaksa Gunakan Air Parit
Kayong Utara, Kalimantan Barat dilanda kekeringan parah akibat musim kemarau panjang. Sedikitnya lima desa di Kecamatan Pulau Maya mengalami krisis air bersih setelah sumur warga mengering dan cadangan air hujan yang selama ini diandalkan semakin menipis.
Lima desa yang terdampak meliputi Desa Dusun Besar, Dusun Kecil, Kamboje, Satai Lestari, dan Tanjung Satai. Dari wilayah tersebut, kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Desa Kamboje dan Dusun Kecil.
Lima Desa di Pulau Maya Mengalami Krisis Air
Kemarau berkepanjangan membuat sumber air utama masyarakat di sejumlah desa tidak lagi dapat digunakan. Sumur-sumur warga mengering, sementara air hujan yang sebelumnya ditampung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini hampir habis.
Situasi itu membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Di Desa Kamboje dan Dusun Kecil, masyarakat mulai menggunakan air parit untuk berbagai kebutuhan, termasuk mandi. Namun, kondisi air tersebut tidak layak dan telah tercampur lumpur serta debu dari jerebu asap sisa kebakaran lahan.
Untuk kebutuhan minum, warga selama ini mengandalkan air hujan yang ditampung. Akan tetapi, persediaannya semakin menipis seiring berlangsungnya musim kemarau. Warga pun berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak.
Warga Terpaksa Menggunakan Air Parit
Ujang, warga Desa Kamboje, mengatakan kebutuhan terhadap air bersih saat ini sangat mendesak. Menurutnya, sumur warga telah mengering dan persediaan air hujan yang digunakan selama musim panas juga sudah habis.
“Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan yang dipakai selama musim panas ini juga sudah habis,” kata Ujang, Jumat (21/8).
Karena tidak memiliki banyak pilihan, warga terpaksa memakai air parit untuk keperluan sehari-hari. Air tersebut disebut bercampur lumpur dan debu asap bekas kebakaran lahan.
“Terpaksa air parit yang bercampur lumpur dan debu asap bekas kebakaran dipakai untuk sehari-hari,” sambungnya.
Ujang berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera mengirimkan pasokan air bersih ke desa-desa yang terdampak. Ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan.
Selain mengharapkan bantuan pemerintah, Ujang berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Pulau Maya Disebut sebagai Wilayah Paling Parah
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Alias Syahroni mengatakan dampak kekeringan telah dirasakan di hampir seluruh wilayah Kayong Utara. Namun, Kecamatan Pulau Maya disebut sebagai daerah yang mengalami kondisi paling parah.
“Desa di Kecamatan Pulau Maya merupakan wilayah yang terparah,” kata Alias.
Alias menjelaskan, sumur yang menjadi sumber air utama masyarakat telah mengering. Pada saat yang sama, cadangan air hujan yang ditampung warga juga terus berkurang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, semakin sulit dipenuhi.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera mengambil langkah untuk membantu warga yang terdampak. Distribusi air bersih dinilai mendesak, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Maya.
“Pendistribusian air bersih sangat urgen buat masyarakat Pulau Maya saat ini. Saya juga berharap pihak swasta ambil bagian,” ujarnya.
Akses Transportasi Menjadi Kendala Distribusi
Menurut Alias, bantuan dari pihak swasta yang sebelumnya telah disalurkan belum menjangkau masyarakat di Pulau Maya. Kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian bantuan.
Kecamatan Pulau Maya diketahui memiliki akses jalur darat yang sulit. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta agar penyaluran air bersih dapat dipercepat dan menjangkau desa-desa yang mengalami krisis.
“Memang Kecamatan Pulau Maya ini sulit akses jalur darat,” jelas Alias.
Alias mendorong pemerintah daerah menggandeng perusahaan maupun investor yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Kolaborasi itu diharapkan dapat membantu mempercepat distribusi air bersih kepada warga yang membutuhkan.
“Sehingga nanti dalam pendistribusian bantuan air bersih, Pemda berkolaborasi dengan pihak swasta, terutama investor besar di kawasan tersebut,” kata Alias.
Kesimpulan
Kemarau panjang telah menyebabkan lima desa di Kecamatan Pulau Maya, Kayong Utara, mengalami krisis air bersih. Mengeringnya sumur dan menipisnya cadangan air hujan membuat warga, terutama di Desa Kamboje dan Dusun Kecil, terpaksa menggunakan air parit yang bercampur lumpur serta debu asap kebakaran lahan.
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara diharapkan segera menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak. Dalam jangka panjang, pembangunan sumur bor juga dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan kekeringan. Mengingat akses menuju Pulau Maya cukup sulit, kerja sama pemerintah dengan perusahaan dan pihak swasta menjadi langkah yang diharapkan dapat mempercepat penanganan krisis air bersih di wilayah tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment