Nepal Tolak Tim Penyelamat Asing, 469 Orang Tewas dan 1.400 Masih Hilang
Nepal menolak tawaran pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China. Keputusan tersebut diambil meski bencana itu menewaskan 469 orang dan menyebabkan sekitar 1.400 lainnya masih dilaporkan hilang.
Sejumlah negara dan organisasi telah menyampaikan permintaan resmi maupun tidak resmi untuk mengerahkan tim penyelamatan ke Nepal. Namun, pemerintah Nepal menyatakan masih mampu menangani operasi pencarian dan penyelamatan melalui lembaga keamanan serta mekanisme tanggap darurat yang dimiliki.
Nepal Menolak Tawaran Tim Penyelamat dari Sejumlah Negara
Pejabat senior Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan pemerintah menerima banyak tawaran bantuan dari berbagai pihak. India menjadi salah satu negara yang menawarkan pengiriman tim penyelamat, tetapi permintaan tersebut ditolak oleh Nepal.
“Kami juga menerima permintaan serupa dari China dan negara-negara lain, tapi kami menolak permintaan tersebut,” kata pejabat Kementerian Luar Negeri Nepal, seperti dikutip The Straits Times pada Jumat (28/8).
Selain India dan China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, serta Bangladesh juga disebut menawarkan bantuan kepada Nepal. Tawaran tersebut muncul di tengah upaya pemerintah menangani dampak bencana dan mencari korban yang masih hilang.
India Menghormati Keputusan Nepal
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan negaranya menghormati keputusan Nepal untuk menolak pengiriman tim penyelamat asing.
Menurut Jaiswal, India tetap siap menindaklanjuti setiap permintaan yang nantinya diajukan oleh pemerintah Nepal. “Apa pun permintaan yang diajukan oleh Nepal, kami akan menindaklanjutinya,” ujar Jaiswal.
India juga telah mengirim lebih dari 47,5 ton bantuan kemanusiaan pada 28 Agustus. Selain bantuan tersebut, India menawarkan pengiriman jembatan Bailey dan rangka prefabrikasi untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana di Nepal.
Amerika Serikat dan Bank Dunia turut menyatakan kesiapan untuk mengirim bantuan kemanusiaan yang diperlukan Nepal. Namun, hingga saat ini, pemerintah Nepal tetap memilih untuk mengandalkan badan keamanan dan institusi domestik dalam menjalankan operasi penyelamatan.
Nepal Bentuk Tim Tanggap Darurat
Untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana, pemerintah Nepal membentuk Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT). Tim tersebut dipimpin oleh wakil menteri luar negeri dan berfungsi sebagai pusat koordinasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri Nepal.
ERT bertugas memfasilitasi pencarian dan penyelamatan, memverifikasi informasi, serta menyediakan bantuan konsuler bagi warga negara asing yang terdampak banjir. Tim ini juga menangani informasi mengenai warga asing yang hilang maupun yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
Fokus pada Warga Negara Asing yang Hilang
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Poudel Chettri, mengatakan kementeriannya telah mengirim seorang wakil sekretaris ke tim operasi khusus di Timure, Rasuwa. Penugasan itu dilakukan untuk memastikan keberadaan dan kondisi warga negara asing yang hilang atau tidak dapat dihubungi.
Wakil sekretaris tersebut berkoordinasi dengan tim keamanan di lapangan. Setiap informasi yang berhasil dikumpulkan akan diteruskan langsung kepada Kementerian Luar Negeri Nepal. Langkah ini diambil karena kementerian menerima banyak pertanyaan dari keluarga warga negara asing yang belum diketahui kabarnya.
Chettri menjelaskan, mekanisme tersebut dapat menjadi kanal informasi satu pintu bagi keluarga, misi diplomatik, dan organisasi internasional yang ingin mencari tahu keberadaan orang hilang. Dengan demikian, informasi terkait proses pencarian dan kondisi warga asing dapat dihimpun serta disampaikan melalui jalur yang terkoordinasi.
Instruksi untuk Menjaga Komunikasi dengan Negara Asing
Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal sebelumnya telah menginstruksikan para pejabat di berbagai divisi kementerian untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah asing. Mereka diminta memberikan informasi terbaru mengenai warga negara asing yang hilang akibat banjir dan longsor.
Kementerian Luar Negeri Nepal juga mengarahkan misi diplomatiknya di luar negeri agar mencari dukungan keuangan hanya melalui Dana Bantuan Perdana Menteri. Kebijakan ini menjadi bagian dari pengaturan bantuan Nepal dalam menghadapi dampak bencana.
Kesimpulan
Nepal memilih menolak pengiriman tim penyelamat asing meski menghadapi bencana besar dengan 469 korban tewas dan 1.400 orang masih hilang. Pemerintah menyatakan akan mengandalkan lembaga keamanan serta Tim Tanggap Darurat yang dibentuk di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri.
Di sisi lain, dukungan dari negara-negara seperti India, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, Bangladesh, dan China tetap tersedia apabila Nepal membutuhkannya. Ke depan, koordinasi antara pemerintah Nepal, tim keamanan di lapangan, keluarga korban, misi diplomatik, dan organisasi internasional menjadi hal penting untuk mendukung pencarian korban serta penyampaian informasi yang akurat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment