Nick Kyrgios Diskors Sementara Usai Positif Metabolit Kokain dalam Tes Doping

Petenis Australia, Nick Kyrios, dijatuhi skorsing sementara setelah dinyatakan gagal dalam tes narkoba yang dilakukan pada turnamen ATP 250 di Mallorca, Spanyol. International Tennis Integrity Agency (ITIA) mengumumkan kabar tersebut pada Rabu (19/8). Dalam pemeriksaan itu, sampel yang diberikan Kyrgios diketahui mengandung Benzoylecgonine, yaitu metabolit kokain.

Keputusan tersebut membuat Kyrgios untuk sementara tidak dapat menjalankan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan dunia tenis profesional. Ia dilarang bertanding, melatih, maupun menghadiri sejumlah acara yang berada di bawah naungan organisasi tenis internasional dan nasional.

ITIA Umumkan Skorsing Nick Kyrgios

Menurut pernyataan ITIA, Kyrgios memberikan sampel ketika mengikuti turnamen ATP 250 di Mallorca pada 22 Juni. Sampel tersebut kemudian dianalisis oleh laboratorium yang telah terakreditasi oleh Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA).

Hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi adanya Benzoylecgonine dalam sampel milik Kyrgios. Zat tersebut merupakan metabolit kokain, yakni senyawa yang terbentuk ketika kokain diproses oleh tubuh.

Kokain termasuk dalam kelompok stimulan dan tercantum sebagai zat terlarang. Karena itu, temuan tersebut menjadi dasar bagi ITIA untuk menjatuhkan skorsing sementara terhadap petenis Australia tersebut.

Larangan Selama Masa Skorsing

ITIA menyatakan bahwa skorsing sementara Kyrgios mulai berlaku sejak 4 Agustus. Selama menjalani sanksi tersebut, ia tidak diperbolehkan mengikuti pertandingan atau aktivitas resmi yang berkaitan dengan sejumlah organisasi tenis.

Larangan itu mencakup kegiatan bermain dan melatih. Selain itu, Kyrgios juga tidak diperkenankan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh ATP, WTA, turnamen Grand Slam, serta asosiasi tenis nasional.

Dampak terhadap Aktivitas Kyrgios

Skorsing sementara ini secara langsung membatasi keterlibatan Kyrgios dalam ekosistem tenis profesional. Bukan hanya kesempatan untuk bertanding yang terhenti, tetapi juga aktivitas lain yang berhubungan dengan kompetisi dan penyelenggaraan acara tenis.

Keputusan ITIA tersebut menjadi perkembangan penting dalam perjalanan karier Kyrgios. Sebagai salah satu petenis Australia yang dikenal luas, setiap keputusan terkait statusnya di lapangan akan menjadi perhatian dalam dunia tenis.

Nick Kyrgios Akui Kesalahan

Kyrgios mengaku terpukul setelah mengetahui hasil tes yang menyatakan sampelnya positif mengandung metabolit kokain. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi.

“Saya baru saja gagal dalam tes narkoba di Mallorca setelah dinyatakan positif menggunakan kokain. Saya telah melakukan kesalahan besar dan saya bertanggung jawab penuh atas hal itu,” ujar Kyrgios seperti dilansir Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kyrgios menerima tanggung jawab atas hasil pemeriksaan yang dijalaninya. Namun, dengan berlakunya skorsing sementara, masa depan keterlibatannya dalam berbagai agenda tenis masih menunggu perkembangan lebih lanjut berdasarkan proses yang berlaku.

Rekam Jejak Nick Kyrgios di Dunia Tenis

Sebelum tersandung kasus ini, Kyrgios telah mencatatkan sejumlah pencapaian penting dalam kariernya. Ia pernah menempati peringkat ke-13 dunia pada 2016. Posisi tersebut menjadi peringkat tertinggi yang pernah diraihnya sepanjang karier profesional.

Kyrgios juga pernah mencapai final turnamen Grand Slam Wimbledon pada 2022. Dalam pertandingan final tersebut, ia menghadapi Novak Djokovic, tetapi harus mengakhiri perjuangannya sebagai runner-up setelah mengalami kekalahan.

Kesimpulan

Nick Kyrgios kini menjalani skorsing sementara dari ITIA setelah sampelnya dari turnamen ATP 250 di Mallorca mengandung Benzoylecgonine, metabolit kokain yang termasuk dalam zat terlarang. Sanksi tersebut berlaku sejak 4 Agustus dan melarangnya bermain, melatih, serta menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan ATP, WTA, Grand Slam, dan asosiasi tenis nasional.

Kyrgios telah mengakui kesalahan dan menyatakan bertanggung jawab atas hasil tes tersebut. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana kelanjutan kariernya di dunia tenis setelah menjalani proses yang ditetapkan oleh otoritas integritas olahraga tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment