Pangeran Harry dan Meghan Markle Kembali ke Inggris, Dianggap Pengakuan Gagal Hidup Mandiri
Pangeran Harry dan Meghan Markle disebut akan kembali menetap di Inggris bersama kedua anak mereka setelah enam tahun tinggal di luar negeri. Keputusan tersebut menuai sorotan dari komentator Kerajaan Inggris, Kinsey Schofield, yang menilai kepulangan pasangan itu sebagai pengakuan bahwa kehidupan mandiri tanpa keterikatan dengan institusi kerajaan tidak berjalan sesuai harapan.
Menurut Schofield, Harry dan Meghan sebelumnya meninggalkan Inggris dengan alasan ingin memperoleh kebebasan dan kesempatan untuk berkembang. Namun, rencana kembali ke Inggris dinilai berlawanan dengan pesan yang mereka sampaikan ketika memutuskan untuk menjalani kehidupan di luar lingkungan kerajaan.
Kepulangan Harry dan Meghan Dinilai sebagai Kegagalan
Seperti diberitakan Page Six pada Rabu (19/8), Schofield menyebut keputusan kembali ke Inggris sebagai sebuah “pengakuan kegagalan”. Ia menilai, pasangan tersebut mungkin tidak secara terbuka mengakui bahwa eksperimen mereka untuk hidup mandiri tidak berhasil, tetapi keputusan untuk kembali dianggap menunjukkan hal tersebut.
“Kembali ke Inggris adalah sebuah pengakuan kegagalan, terlepas dari apakah Harry dan Meghan cukup jujur secara intelektual untuk mengakuinya atau tidak,” ujar Schofield.
Ia juga mengkritik sikap Harry dan Meghan yang, menurutnya, pernah menyampaikan berbagai kritik terhadap institusi kerajaan. Schofield menilai pasangan itu tidak dapat mengharapkan sambutan hangat apabila akhirnya memutuskan kembali setelah kehidupan mereka di California dianggap tidak berjalan seperti yang diharapkan.
“Anda tidak bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun menghina institusi tersebut lalu berharap semua orang akan menyambut dengan karpet merah ketika kehidupan di California ternyata tidak berhasil,” kata Schofield.
Hubungan dengan Keluarga Kerajaan Masih Menjadi Sorotan
Schofield turut menyoroti hubungan Harry dengan anggota keluarga kerajaan lainnya. Ia menilai ada perkembangan positif dalam hubungan Harry dengan Raja Charles, tetapi belum melihat tanda-tanda perbaikan hubungan antara Harry dan kakaknya, Pangeran William.
Menurut Schofield, William tetap berada di Inggris dan memikul tanggung jawab yang sebelumnya juga menjadi bagian dari peran Harry. Situasi tersebut disebutnya tidak adil bagi William, mengingat kedua bersaudara itu pernah dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat.
Schofield juga mempertanyakan apakah keputusan kepulangan Harry dan Meghan merupakan bagian dari rekonsiliasi besar dengan keluarga kerajaan. Jika memang demikian, ia berpendapat bahwa Raja Charles seharusnya dilibatkan dalam pembicaraan, bukan hanya menerima informasi setelah keputusan dibuat.
Kritik terhadap Pilihan Hidup Harry dan Meghan
Dalam komentarnya, Schofield menilai Harry telah memilih untuk meninggalkan tanggung jawab kerajaan, mengkritik keluarganya, serta mengomersialkan pengalaman pribadi. Setelah enam tahun mencoba membangun kehidupan mandiri, Harry dan Meghan kini disebut kembali ketika pilihan tersebut menghadapi berbagai kesulitan.
Ia juga menyebut pasangan tersebut sebenarnya memiliki banyak keuntungan selama tinggal di Amerika Serikat, termasuk akses ke Hollywood, kontrak bernilai besar, serta ketenaran internasional. Karena itu, keputusan untuk kembali ke Inggris dinilai semakin memperkuat anggapan bahwa kehidupan di luar institusi kerajaan tidak sesuai dengan harapan mereka.
“Status kerajaan bukanlah hidangan prasmanan,” ujar Schofield. Ia berpendapat bahwa seseorang tidak bisa menolak tanggung jawab kerajaan, tetap memanfaatkan hubungan dengan keluarga kerajaan, lalu kembali ketika kehidupan mandiri ternyata lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Rencana Pindah Bersama Archie dan Lilibet
Sementara itu, laporan People pada Rabu (19/8) menyebut Harry dan Meghan akan kembali ke Inggris bersama kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet. Archie disebut berusia tujuh tahun, sedangkan Lilibet berusia lima tahun.
Menurut laporan tersebut, keluarga itu akan kembali ke Inggris untuk jangka waktu yang panjang mulai bulan ini. Kedua anak mereka juga dijadwalkan mulai bersekolah di Inggris pada September.
Meski demikian, Harry dan Meghan dikabarkan tetap mempertahankan rumah mereka di Montecito, California. Mereka juga masih memiliki properti liburan di Portugal. Selain itu, pasangan tersebut disebut sedang membangun tempat tinggal pribadi di Inggris yang tidak memiliki kaitan dengan Kerajaan Inggris.
Lokasi rumah baru keluarga Harry dan Meghan serta sekolah Archie dan Lilibet masih dirahasiakan dengan ketat. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana rencana kepulangan tersebut akan memengaruhi hubungan mereka dengan keluarga kerajaan.
Kesimpulan
Kepulangan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Inggris menjadi perhatian karena dinilai bertentangan dengan keputusan mereka untuk meninggalkan kehidupan kerajaan enam tahun lalu. Bagi Kinsey Schofield, langkah tersebut membuktikan bahwa pasangan itu masih membutuhkan kedekatan dengan institusi monarki.
Namun, rencana tersebut juga belum otomatis menunjukkan adanya rekonsiliasi menyeluruh dengan keluarga kerajaan, terutama antara Harry dan Pangeran William. Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana keluarga tersebut beradaptasi kembali di Inggris serta apakah kepulangan ini dapat membuka jalan bagi perbaikan hubungan di internal keluarga kerajaan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment