Pemerintah dan Oposisi Venezuela Minta 31 Ton Emas dari Bank of England

Pemerintah dan oposisi Venezuela sepakat meminta kembali 31 ton emas yang tersimpan di Bank of England. Aset tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$4 miliar atau setara Rp71 triliun. Kesepakatan itu tercapai setelah kedua pihak menjalani proses negosiasi selama kurang lebih dua pekan.

Rencana pelepasan emas berlangsung di tengah situasi politik dan ekonomi Venezuela yang masih penuh ketidakpastian. Aset tersebut sebelumnya diblokir Inggris selama enam tahun setelah London menolak mengakui pemerintahan Venezuela pada 2018. Kini, pemerintah dan oposisi Venezuela berupaya menggunakan aset itu untuk mendukung pemulihan pascabencana gempa.

Pemerintah dan Oposisi Venezuela Sepakat Meminta Emas

Anggota parlemen yang terlibat dalam perundingan, Ramon Lopez, mengatakan pelepasan emas akan diarahkan untuk membantu Venezuela memulihkan dampak bencana alam. Menurut dia, aset tersebut akan dikelola melalui mekanisme perencanaan dan pengawasan yang diperlukan.

“Aset-aset akan bergantung pada semua mekanisme perencanaan dan pengendalian yang diperlukan,” ujar Lopez, seperti dikutip AFP, Senin (17/8).

Lopez juga menjelaskan bahwa dana dari aset tersebut nantinya akan disetorkan ke rekening Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Dalam proses negosiasi antara pemerintah dan oposisi Venezuela, Washington berperan sebagai mediator.

Meski telah ada kesepakatan politik untuk meminta kembali emas itu, proses pelepasannya belum dapat dilakukan. Aset tersebut masih menunggu putusan hukum sebelum bisa dikembalikan ke Venezuela.

Inggris Tidak Menentukan Kendali atas Emas

Bank of England belum memberikan komentar mengenai keberadaan maupun status emas Venezuela yang tersimpan di bank tersebut. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa pemerintah Inggris bukan pihak yang akan menentukan siapa yang mengendalikan aset tersebut.

Dalam pernyataannya, pemerintah Inggris justru kembali menyampaikan dukungan terhadap proses transisi kekuasaan di Venezuela. London menekankan pentingnya transisi yang bersifat demokratis serta sesuai dengan kehendak rakyat Venezuela.

“Kami mendukung transisi kekuasaan yang demokratis di Venezuela yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris.

Emas Akan Digunakan untuk Pemulihan Pascagempa

Rencana pemanfaatan emas tersebut berkaitan dengan dampak dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada Juni. Kedua gempa itu masing-masing memiliki magnitudo 7,2 dan 7,4.

Bencana tersebut menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Sebanyak 6.438 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 190 gedung runtuh. Selain itu, sekitar 24.000 rumah dinyatakan tidak dapat dihuni.

Kondisi tersebut semakin memperburuk situasi ekonomi Venezuela. Karena itu, pelepasan aset senilai sekitar US$4 miliar dinilai penting untuk mendukung upaya pemulihan, terutama melalui mekanisme yang telah disepakati dalam perundingan antara pemerintah dan oposisi.

Negosiasi Berlangsung di Tengah Perubahan Sikap Amerika Serikat

Perundingan mengenai pelepasan emas berlangsung ketika Amerika Serikat menangguhkan sejumlah sanksi terhadap Venezuela. Washington juga disebut siap bekerja sama dengan pemerintahan yang berada di bawah Delcy Rodriguez.

Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela sebelum Nicolas Maduro dan istrinya disebut diculik oleh pasukan Amerika Serikat pada Januari lalu. Perubahan kebijakan Amerika Serikat tersebut turut menjadi bagian dari perkembangan politik yang melatarbelakangi negosiasi aset Venezuela di Bank of England.

Menunggu Putusan Hukum

Walaupun pemerintah dan oposisi telah mencapai kesepakatan untuk meminta kembali emas, aset itu belum otomatis dapat dicairkan atau dipindahkan. Putusan hukum masih diperlukan untuk menentukan proses pelepasan dan pengembalian emas ke Venezuela.

Selama proses tersebut berlangsung, pengelolaan dana akan mengikuti mekanisme perencanaan dan pengawasan yang disepakati. Penempatan dana di rekening Kementerian Keuangan Amerika Serikat juga menjadi bagian dari skema yang dibahas dalam negosiasi, dengan Washington berperan sebagai mediator.

Kesimpulan

Pemerintah dan oposisi Venezuela kompak mengupayakan pelepasan 31 ton emas senilai sekitar US$4 miliar dari Bank of England. Aset itu rencananya digunakan untuk membantu pemulihan Venezuela setelah dua gempa besar yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan puluhan ribu rumah tidak dapat dihuni.

Namun, proses pengembalian emas masih menunggu putusan hukum. Sikap Inggris dan keterlibatan Amerika Serikat sebagai mediator akan menjadi bagian penting dalam tahapan berikutnya. Kejelasan mekanisme pengawasan serta keputusan hukum akan menentukan apakah aset tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk pemulihan Venezuela.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment