Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda Masih Fokus Jalur Laut

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hingga saat ini, proses pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Upaya pemantauan melalui udara belum dapat dilakukan secara optimal karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan penerbangan yang baru berjalan secara terbatas.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, pencarian melalui jalur udara belum dilakukan. Menurutnya, pihak kepolisian masih akan meminta petunjuk terkait kemungkinan pemantauan dari udara, dengan tetap mempertimbangkan kondisi erupsi di sekitar wilayah pencarian.

“Sampai sekarang belum, saya akan minta petunjuk bisa juga pemantauan karena erupsi. Penerbangan baru beberapa yang berjalan,” ujar Hengki kepada Koresponden CNN Indonesia TV, Mahardhika Utama.

Tim SAR Perluas Area Pencarian di Perairan Selat Sunda

Sementara itu, tim SAR gabungan terus mengerahkan sejumlah kapal untuk menyisir wilayah laut. Area pencarian mencakup perairan Lampung hingga sekitar Pulau Rakata Besar dan Pulau Panjang. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan perkiraan pergerakan kapal yang hilang kontak.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky, menjelaskan bahwa berdasarkan SAR Map Prediction yang dikeluarkan SAR pusat, terdapat kemungkinan kapal bergeser ke wilayah kerja Kantor SAR Lampung. Selain itu, pencarian juga diarahkan ke Pulau Rakata Besar dan Pulau Panjang.

Wilayah pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau turut diantisipasi. Tim SAR memperkirakan kapal tersebut mungkin saja mencari tempat untuk bersandar secara darurat di salah satu pulau di kawasan tersebut.

Lima Tim Dikerahkan dalam Operasi Pencarian

Rizky menyebut terdapat lima tim yang ditugaskan untuk melakukan penyisiran. Tim pertama menggunakan kapal KN Tetuka dengan jarak pencarian hingga 68,3 nautical mile. Tim kedua mengoperasikan Kapal Kal Anyer dan menyisir wilayah dengan jarak mencapai 69,5 nautical mile.

Tim ketiga menggunakan Rig 01 untuk melakukan pencarian hingga wilayah Kantor SAR Lampung. Tim keempat diarahkan menyusuri kawasan Pulau Rakata Besar dan Pulau Panjang. Sementara itu, tim kelima melakukan penyisiran hingga jarak 67,5 nautical mile.

Secara keseluruhan, area yang menjadi cakupan pencarian mencapai 277 nautical mile. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan posisi kapal serta kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Keluarga Menunggu Kabar di Posko Basarnas

Sejumlah keluarga dan kerabat para jurnalis yang hilang telah berada di posko Basarnas. Pemimpin Redaksi Merdeka.com, Wisnoe Moerti, menyampaikan harapan agar Ari Basuki, salah satu jurnalis yang berada dalam kapal tersebut, segera ditemukan.

Wisnoe mengatakan, komunikasi terakhir dengan Ari berlangsung pada Senin sekitar pukul 12.00 atau 13.00, sebelum keberangkatan. Setelah itu, tidak ada lagi kontak hingga Senin sore. Kabar mengenai hilangnya komunikasi baru diterima pada Selasa.

“Kondisi terakhir hari Senin sekitar jam 12.00 atau jam 13.00, sebelum keberangkatan, kami menanyakan bagaimana prosesnya dan itu kontak terakhir. Belum kontak lagi sampai dengan Senin sore, akhirnya baru dapat kabar di Selasa bahwa hilang kontak,” ujar Wisnoe.

DPR Mendorong Pencarian Dilakukan Maksimal

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung pencarian lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia menyampaikan keprihatinan atas belum diketahui keberadaan para jurnalis tersebut.

Dasco memastikan DPR akan terus memantau proses pencarian dan mendorong instansi terkait melakukan upaya secara maksimal agar keberadaan kelima jurnalis segera diketahui.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai kepastian mengenai keberadaan kelima jurnalis menjadi prioritas yang harus diupayakan bersama. Saan mendorong Basarnas dan pihak terkait lainnya untuk melakukan pencarian secara sungguh-sungguh dan terus-menerus.

Daftar Lima Jurnalis yang Hilang Kontak

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terdiri atas M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas atau freelance. Selain mereka, tiga awak kapal juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya.

Kesimpulan

Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda masih dipusatkan melalui jalur laut karena pemantauan udara belum dapat dilakukan secara optimal. Tim SAR gabungan telah memperluas penyisiran hingga wilayah Lampung, Pulau Rakata Besar, Pulau Panjang, serta pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dengan dukungan berbagai pihak dan pemantauan yang terus dilakukan, pencarian diharapkan dapat segera memberikan kepastian bagi keluarga dan rekan-rekan para jurnalis.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment