Polda Metro Jaya Pastikan Pria Penendang Perempuan di Mal Senayan City Tidak Mabuk
Polda Metro Jaya memastikan pria berinisial RS (44), yang diduga menendang seorang perempuan hingga terjatuh di Mal Senayan City, Jakarta Pusat, tidak sedang berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian. Kepastian tersebut diperoleh penyidik berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan ketika pria itu ditangkap.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa RS berada dalam kondisi sadar dan tidak mengonsumsi minuman keras. Polisi kini masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk alasan atau motif pelaku menendang korban dari belakang saat sedang mengantre makanan.
Pelaku Tidak Mengonsumsi Minuman Keras
Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyidik telah memastikan kondisi RS ketika diamankan. Berdasarkan pemeriksaan awal, pria tersebut tidak terpengaruh alkohol dan tidak berada dalam kondisi mabuk.
“Terkait tentang alkohol, dinyatakan tidak terpengaruh dalam kondisi alkohol, yang bersangkutan dalam kondisi tidak mengonsumsi minuman keras,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (18/9).
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan dugaan bahwa tindakan penendangan terhadap korban dilakukan karena pelaku berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Namun, polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk mengetahui secara menyeluruh latar belakang tindakan tersebut.
Korban Mengalami Syok dan Trauma
Selain memeriksa pelaku, penyidik juga telah meminta keterangan dari korban. Dari pemeriksaan tersebut, polisi mengetahui bahwa korban mengalami syok dan trauma setelah insiden penendangan yang terjadi di area makan salah satu mal di wilayah Jakarta Pusat itu.
Budi menyampaikan empati kepada korban atas kejadian yang dialaminya. Menurut dia, tindakan kekerasan tersebut tidak hanya berpotensi menyebabkan cedera fisik, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis bagi korban.
“Ini memang harus kita pahami bahwa kita menyampaikan empati juga terkait tentang insiden ini mengakibatkan syok, mengakibatkan trauma bagi korban saat ini,” kata Budi.
Korban Mendapat Pendampingan Trauma Healing
Polda Metro Jaya telah memberikan pendampingan trauma healing kepada korban. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu korban menghadapi dampak psikologis yang timbul setelah peristiwa penendangan.
Polisi juga masih melihat kondisi korban secara lebih lanjut. Penyidik akan menelusuri apakah korban mengalami luka, cedera pada bagian tubuh tertentu, atau dampak traumatis akibat tersungkur setelah ditendang.
“Kita juga akan melihat kondisi korban, apakah dari tersungkur pada saat ditendang ada luka-luka, ada anggota tubuh yang cedera, ataupun traumatik yang dialami oleh korban,” tutur Budi.
Motif Penendangan Masih Didalami
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memeriksa RS secara intensif. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap peristiwa secara lebih jelas, termasuk penyebab pelaku melakukan penendangan terhadap korban.
Polisi juga telah meminta keterangan dari korban sebagai bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan. Keterangan dari kedua pihak diharapkan dapat membantu penyidik memahami rangkaian kejadian yang berlangsung di area makan Mal Senayan City.
“Apa peristiwanya, apa penyebab yang bersangkutan melakukan penendangan terhadap seorang korban wanita di tempat area makan salah satu mal di wilayah Jakarta Pusat. Ini masih proses didalami, termasuk penyelidik dan penyidik juga sudah meminta keterangan dari korban,” jelas Budi.
Pelaku Ditangkap di Penjaringan
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial R (44) yang diduga menendang perempuan dari belakang ketika korban sedang mengantre makanan di Mal Senayan City. Dalam keterangan lain, pria tersebut disebut berinisial RS.
Kasubdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan, petugas menangkap pelaku di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Penangkapan dilakukan pada Jumat (18/9) sekitar pukul 03.55 WIB.
Kesimpulan
Polda Metro Jaya memastikan pria yang menendang perempuan di Mal Senayan City tidak sedang mengonsumsi minuman keras atau berada di bawah pengaruh alkohol. Polisi masih mendalami motif penendangan tersebut melalui pemeriksaan terhadap pelaku dan korban.
Di sisi lain, korban diketahui mengalami syok dan trauma serta telah memperoleh pendampingan trauma healing dari Polda Metro Jaya. Kondisi fisik dan psikologis korban juga masih menjadi perhatian penyidik. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan lebih lanjut, terutama untuk mengungkap penyebab tindakan tersebut dan memastikan kondisi korban.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment