Polisi Buru Terduga Pelaku Pembunuhan Guru SD Depok yang Ditemukan Terikat di Bogor

Seorang perempuan yang diketahui berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) di Depok ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban yang diidentifikasi sebagai Arifianti atau Arifanti, berusia 41 tahun, diduga menjadi korban pembunuhan.

Polisi hingga kini masih berupaya mengungkap kasus tersebut sekaligus memburu orang yang diduga terlibat. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mengenakan jas hujan berwarna biru. Peristiwa itu menjadi perhatian karena korban ditemukan tergeletak di jalanan, sementara identitas terduga pelaku telah dikantongi oleh penyidik.

Polisi Masih Memburu Terduga Pelaku

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Prasetyo mengatakan aparat kepolisian masih melakukan berbagai upaya untuk mengungkap perkara tersebut. Penyidik juga terus mengejar terduga pelaku yang diduga berkaitan dengan kematian korban.

“Masih dicari (pelakunya),” ujar Anggi, sebagaimana dikutip dari detik.com.

Anggi menjelaskan, penanganan kasus tersebut berada di bawah Satres PPA/PPO Polres Bogor. Meski demikian, penyidik Satreskrim Polres Bogor turut membantu proses pengejaran terhadap orang yang diduga sebagai pelaku.

Menurut dia, penyidik masih memeriksa sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Polisi juga berupaya memperoleh informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan terduga pelaku.

Identitas Terduga Pelaku Telah Dikantongi

Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa polisi telah memiliki gambaran mengenai identitas orang yang diduga membunuh korban. Terduga pelaku tersebut kini masih dalam pengejaran aparat.

“Sudah ada gambaran terduga pelaku, lagi dikejar,” kata Wikha pada Rabu (10/12/2025), dikutip dari detik.com.

Wikha menyebut orang yang sedang diburu tersebut diduga menjadi pihak yang terakhir kali bertemu dengan korban sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Terduga pelaku juga disebut sebagai orang yang sempat membonceng korban menggunakan sepeda motor.

Orang Terakhir yang Bertemu Korban

Keterangan mengenai orang terakhir yang bersama korban menjadi salah satu informasi penting dalam penyelidikan. Polisi menduga, orang tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan di Desa Tlajung Udik.

“Terduga pelaku itu kemungkinan terakhir ketemu sebelum ditemukan meninggal sama terduga pelaku ini,” ujar Wikha.

Meski telah memperoleh gambaran mengenai terduga pelaku, kepolisian masih melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan mengenai penangkapan terhadap orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Korban Ditemukan dengan Tangan Terikat

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir jalan Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12). Saat ditemukan, tangan korban dalam keadaan terikat. Korban juga masih mengenakan jas hujan berwarna biru.

Temuan tersebut kemudian ditangani oleh kepolisian. Identitas korban diketahui sebagai seorang guru SD di Depok berusia 41 tahun. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.

Dalam prosesnya, Satres PPA/PPO Polres Bogor menangani perkara tersebut, dengan dukungan dari Satreskrim Polres Bogor untuk mengejar terduga pelaku. Polisi menyatakan proses pengungkapan masih berlangsung.

Kesimpulan

Kasus meninggalnya guru SD asal Depok, Arifianti atau Arifanti, di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Bogor, masih dalam penyelidikan kepolisian. Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan tangan terikat dan mengenakan jas hujan biru.

Polisi menyatakan telah memiliki gambaran mengenai terduga pelaku, yang diduga merupakan orang terakhir yang bertemu dan sempat membonceng korban dengan sepeda motor. Saat ini, terduga pelaku masih diburu, sementara penyidik terus melakukan upaya untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment