Polisi Pastikan Jenazah di Muara Kali Terate Bukan Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di kawasan muara Kali Terate, Kramatwatu, Serang, Banten, tidak berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kepastian tersebut diperoleh setelah aparat melakukan pemeriksaan serta mencocokkan data primer jenazah dengan informasi mengenai lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.

Jenazah di muara Kali Terate pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu (12/9). Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, jenazah tersebut dinyatakan bukan salah satu korban dari kapal speedboat Arupadatu.

Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan Rombongan Kapal Arupadatu

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan dan pencocokan data primer yang telah diperoleh kepolisian.

“Untuk jenazah yang ditemukan di sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu, berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan, dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speedboat Arupadatu,” kata Maruli dalam keterangannya pada Selasa (15/9).

Dengan adanya kepastian tersebut, polisi menegaskan bahwa penemuan jenazah di kawasan muara Kali Terate tidak berhubungan dengan insiden hilangnya rombongan jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Identitas Jenazah di Pulau Enggano Masih Menunggu Hasil DNA

Sementara itu, Polda Banten masih menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Jenazah tersebut telah dievakuasi menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu.

Maruli menyampaikan bahwa proses autopsi terhadap jenazah di Pulau Enggano telah dilakukan pada Senin (14/9). Namun, identitas korban belum dapat dipastikan karena polisi masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari para korban yang hilang kontak.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki. Tinggi badannya diperkirakan sekitar 165 sentimeter dan usianya diperkirakan lebih dari 50 tahun. Polisi juga menyebut kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan sehingga pemeriksaan DNA menjadi bagian penting untuk memastikan identitasnya.

“Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujar Maruli.

Polisi Imbau Masyarakat Menunggu Informasi Resmi

Polda Banten mengimbau masyarakat agar bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Polisi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, terutama terkait identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano.

Maruli menegaskan bahwa hasil pencocokan DNA akan disampaikan kepada masyarakat dan rekan-rekan media setelah pemeriksaan selesai. Penyampaian informasi secara resmi diharapkan dapat mencegah munculnya kesimpulan yang keliru di tengah proses pencarian para korban.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis

Peristiwa hilangnya rombongan jurnalis dan awak kapal bermula pada Senin (7/9). Saat itu, lima jurnalis berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan tersebut menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah itu. Dalam perjalanan, mereka kemudian hilang kontak. Sebanyak delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima pewarta foto dan tiga awak kapal.

Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal yang Dicari

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Sementara itu, tiga orang lain yang berada di dalam kapal terdiri atas Warta (55), yang berperan sebagai kapten kapal; Surakman (60), selaku anak buah kapal; dan Heriyanto (49), yang bertugas sebagai pemandu atau guide.

Operasi SAR Diperpanjang hingga Kamis

Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut telah resmi diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan dilakukan hingga Kamis (17/9), setelah operasi memasuki hari ketujuh.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi pada Senin. Penambahan waktu pencarian diharapkan dapat memberikan hasil maksimal dan membantu menemukan delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan keputusan untuk melanjutkan pencarian selama tiga hari disampaikan dalam rapat koordinasi yang melibatkan pihak terkait. Tim SAR masih berupaya melakukan pencarian sesuai keputusan tersebut.

Kesimpulan

Polisi telah memastikan jenazah yang ditemukan di muara Kali Terate, Kramatwatu, Serang, bukan bagian dari rombongan jurnalis dan awak kapal Arupadatu yang hilang di perairan Selat Sunda. Sementara itu, identitas jenazah laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga.

Di sisi lain, operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal diperpanjang hingga Kamis (17/9). Masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan identitas jenazah di Pulau Enggano dan hasil operasi pencarian akan disampaikan setelah ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment