Polres Bogor Pecat Tiga Personel karena Disersi dan Penyalahgunaan Narkoba
Polres Bogor menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada tiga personel yang bertugas di lingkungan Polres Bogor dan Polsek jajaran. Keputusan pemecatan tersebut disampaikan dalam upacara PTDH yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto pada Senin (7/9).
Langkah tegas ini diambil setelah ketiga personel terbukti melakukan pelanggaran berat, yakni disersi dan penyalahgunaan narkoba. Polres Bogor menegaskan bahwa sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya menegakkan disiplin kedinasan, Kode Etik Profesi Polri, serta menjaga keadilan dan kehormatan institusi.
Tiga Personel Polres Bogor Dikenai Sanksi PTDH
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, tiga personel yang dikenai sanksi PTDH terdiri atas satu anggota dari satuan kerja Polres Bogor dan dua personel dari satuan kerja Polsek jajaran.
Pemberhentian itu dilakukan setelah seluruh proses penanganan pelanggaran dilaksanakan sesuai ketentuan. Proses tersebut mencakup pemeriksaan disiplin, pelaksanaan sidang kode etik, hingga tahapan pembinaan terhadap personel yang bersangkutan.
Namun, berbagai tahapan tersebut tidak diindahkan. Karena itu, keputusan pemecatan diambil sebagai bentuk kepastian hukum dan penegakan aturan di lingkungan Polri.
Penegakan Disiplin dan Kode Etik Polri
Dalam keterangannya pada Selasa (8/9), Wikha menegaskan bahwa upacara PTDH bukanlah bentuk penghargaan maupun kebanggaan. Menurut dia, upacara tersebut merupakan wujud penegakan aturan terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran berat.
“Upacara PTDH ini bukanlah bentuk kebanggaan atau penghargaan, melainkan wujud penegakan aturan dan kepastian hukum di tubuh Polri,” kata Wikha.
Ia menyebut keputusan tersebut diambil secara sadar dan tegas setelah proses pemeriksaan terhadap anggota terkait selesai dilakukan. Tindakan itu juga menjadi penegasan bahwa setiap personel Polri wajib mematuhi disiplin kedinasan dan kode etik profesi.
Wikha menilai, pelanggaran berupa disersi dan penyalahgunaan narkoba merupakan tindakan serius yang dapat merusak kepercayaan terhadap institusi. Oleh sebab itu, Polres Bogor mengambil langkah tegas untuk menjaga marwah organisasi.
PTDH Dinilai sebagai Kerugian bagi Organisasi
Kapolres Bogor mengakui bahwa kehilangan personel akibat pemberhentian tidak dengan hormat merupakan kerugian bagi organisasi. Setiap anggota Polri, kata dia, telah melalui proses seleksi dan pembinaan yang panjang sebelum menjalankan tugas.
Meski demikian, keputusan PTDH tetap harus dilakukan apabila terdapat anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat. Menurut Wikha, langkah tersebut diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak tercoreng oleh tindakan oknum tertentu.
Penegakan aturan juga dipandang penting untuk memastikan seluruh personel memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran. Dengan demikian, disiplin dan integritas dapat terus dijaga dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pengawasan Internal Akan Ditingkatkan
Setelah pelaksanaan upacara PTDH, Wikha menginstruksikan seluruh pimpinan satuan kerja dan para kapolsek untuk meningkatkan pengawasan melekat terhadap anggota. Kepedulian terhadap personel juga diminta diperkuat sebagai bagian dari upaya mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Pengawasan tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi untuk menindak pelanggaran, tetapi juga membantu mendeteksi berbagai persoalan yang dapat memengaruhi perilaku dan kinerja anggota. Pimpinan di setiap satuan kerja diminta menjalankan pembinaan secara serius dan berkelanjutan.
Wikha juga mengingatkan seluruh personel agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi. Setiap anggota diminta terus mematuhi aturan, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi kehormatan institusi Polri.
Kesimpulan
Polres Bogor memecat tiga personel melalui mekanisme PTDH karena terbukti melakukan pelanggaran berat berupa disersi dan penyalahgunaan narkoba. Sanksi tersebut diberikan setelah melalui pemeriksaan disiplin, sidang kode etik, dan proses pembinaan yang tidak diindahkan.
Ke depan, Polres Bogor berkomitmen memperkuat pengawasan dan kepedulian terhadap seluruh anggota. Langkah ini diharapkan dapat mencegah pelanggaran sejak awal sekaligus menjaga integritas, disiplin, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment