Polres Musi Rawas dan Tim Gabungan Padamkan 10 Hotspot Karhutla Seluas 6,8 Hektare
MUSI RAWAS – Polda Sumatera Selatan melalui Polres Musi Rawas bersama tim gabungan berhasil menuntaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kamis (10/9). Sebanyak 10 titik panas atau hotspot yang terpantau melalui satelit telah ditindaklanjuti dan berhasil dipadamkan.
Dari hasil penanganan di lapangan, total lahan yang terbakar mencapai 6,8 hektare. Seluruh area tersebut telah berhasil dipadamkan sehingga tidak lagi menyisakan titik api yang masih aktif. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur terkait di Kabupaten Musi Rawas.
10 Hotspot Tersebar di Tiga Kecamatan
Berdasarkan pantauan satelit, terdapat 10 hotspot yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel gabungan melalui pengecekan dan penanganan langsung di lokasi.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menyampaikan bahwa seluruh titik panas yang terpantau telah berhasil ditangani. Keterangan tersebut disampaikan melalui Kabag Ops Polres Musi Rawas.
“Berdasarkan pantauan satelit, di Kabupaten Musi Rawas terdapat 10 titik hotspot yang tersebar di tiga kecamatan. Alhamdulillah, ke-10 hotspot tersebut telah berhasil kami padamkan. Adapun luas lahan yang terbakar sebanyak 6,8 hektare,” ujar Kabag Ops saat menyampaikan keterangan Kapolres.
Melibatkan Berbagai Unsur
Proses pemadaman karhutla dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur. Sinergi tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan, mengendalikan api, serta mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan Polsek Bersinergi
Dalam pelaksanaan pemadaman, Polres Musi Rawas dan Polsek jajaran bekerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Peduli Api. Keterlibatan sejumlah unsur tersebut mendukung upaya pemadaman di seluruh lokasi yang terpantau mengalami kebakaran.
“Pemadaman dilakukan oleh Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api, serta Polsek jajaran di Kabupaten Musi Rawas. Alhamdulillah, api berhasil kami padamkan,” kata Kabag Ops.
Keberhasilan pemadaman ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menangani setiap informasi mengenai titik panas. Dengan adanya tindak lanjut langsung di lapangan, potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum menyebar lebih luas.
Polda Sumsel Tingkatkan Kesiapsiagaan
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, Polda Sumatera Selatan bersama seluruh jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla. Salah satu langkah yang ditekankan adalah memastikan setiap informasi hotspot segera diperiksa dan ditangani di lapangan.
Menurut Nandang, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, petugas penanggulangan kebakaran, serta masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pengendalian karhutla. Setiap titik panas yang terpantau perlu segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Setiap hotspot yang terpantau harus segera dicek dan ditangani agar potensi kebakaran dapat dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar Nandang.
Penanganan Karhutla Berlanjut
Pemadaman 10 hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 6,8 hektare di Kabupaten Musi Rawas menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Polda Sumsel bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Ke depan, kesiapsiagaan dan koordinasi antarpihak tetap menjadi hal penting dalam menghadapi potensi karhutla. Setiap informasi mengenai hotspot perlu ditindaklanjuti secara cepat dan terpadu agar kondisi dapat segera dikendalikan. Dengan kerja sama seluruh unsur, penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan diharapkan dapat terus dilakukan secara efektif.
Kesimpulan
Polres Musi Rawas bersama tim gabungan berhasil memadamkan seluruh 10 hotspot yang tersebar di tiga kecamatan. Kebakaran tersebut meliputi lahan seluas 6,8 hektare dan telah ditangani tanpa menyisakan area yang masih terbakar. Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara kepolisian, Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla. Kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap setiap titik panas akan terus diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment