Poslantas di Bawah Flyover Slipi Rusak Dibakar Massa, Lima Truk di Kemanggisan Dievakuasi
Pos lalu lintas (Poslantas) yang berada di bawah jalan layang atau flyover Slipi, Jakarta Barat, mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran massa yang ricuh seusai aksi di depan gedung DPR pada Kamis (27/8) sore hingga malam. Kerusakan tersebut membuat pos untuk sementara tidak dapat digunakan dalam menjalankan fungsi pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengatakan perusakan terjadi pada pos lalu lintas yang berada di bagian tengah maupun sisi kawasan Slipi. Selain bangunan pos, sejumlah fasilitas pendukung di sekitar lokasi juga terdampak kericuhan yang berlangsung hingga dini hari.
Poslantas Slipi Menjadi Sasaran Perusakan
Menurut Sudarmo, seluruh pos lalu lintas di kawasan Slipi, baik yang berada di tengah maupun di pinggir, mengalami kerusakan akibat aksi massa. Ia menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan pada Jumat (28/8).
“Pos lalu lintas Slipi, baik yang di tengah maupun yang di pinggir, dirusak massa,” ujar Sudarmo.
Kerusakan terjadi setelah massa melakukan pembakaran dan perusakan dalam kericuhan yang berlangsung setelah aksi di depan DPR. Pos tersebut merupakan bangunan permanen yang dilengkapi sejumlah sarana, seperti pendingin ruangan dan kaca. Fasilitas-fasilitas di dalam pos itu turut mengalami kerusakan.
Bangunan Sementara Tidak Dapat Digunakan
Sudarmo menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi terutama terdapat pada bagian bangunan dan fasilitas di dalamnya. Karena kondisi tersebut, Poslantas Slipi belum dapat digunakan untuk sementara waktu.
“Kalau yang dirusak sementara bangunan saja. Kebetulan ini pos tetap, tapi untuk sarana di dalam ada AC, ada kaca dan lain sebagainya. Itu saja yang dirusak,” jelasnya.
Selain kerusakan pada pos lalu lintas, sebagian separator Transjakarta di kawasan tersebut juga belum dirapikan setelah kericuhan. Penataan kembali fasilitas itu menjadi bagian dari proses normalisasi kawasan pascakerusuhan yang berlangsung sampai dini hari.
Perusakan Poslantas Disebut Terjadi untuk Kedua Kalinya
AKP Sudarmo menyebut perusakan terhadap Poslantas Slipi bukan peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Berdasarkan keterangannya, pos yang sama juga pernah mengalami kerusakan dalam aksi pada 2025.
“Tahun 2025 sama juga kejadiannya. Ini dirusak juga. Ini yang kedua kali,” kata Sudarmo.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas lalu lintas di kawasan Slipi kembali terdampak akibat kericuhan massa. Untuk sementara, bangunan pos yang mengalami kerusakan tidak dapat dimanfaatkan seperti biasa.
Lima Truk di Kemanggisan Berhasil Dievakuasi
Di lokasi yang tidak jauh dari Slipi, petugas kepolisian bersama pihak terkait juga melakukan evakuasi terhadap lima unit truk yang dirusak massa. Kendaraan-kendaraan tersebut berada di wilayah Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Proses evakuasi dilakukan pada Jumat pagi saat petugas melakukan penormalan kawasan. Sudarmo mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 07.30 WIB. Seluruh lima truk yang terdampak telah berhasil dievakuasi dari lokasi.
“Sudah dievakuasi. Tadi saat penormalan jam 05.30 WIB sampai selesai tadi jam 07.30 WIB. Tadi sudah dievakuasi semua, ada lima truk tadi,” kata Sudarmo, dikutip dari Antara.
Polisi Bantah Ada Truk yang Dibakar
Di tengah informasi mengenai kerusakan kendaraan di Kemanggisan, Sudarmo membantah adanya truk yang dibakar. Ia menegaskan bahwa kejadian yang terjadi di wilayah tersebut berupa perusakan, bukan pembakaran kendaraan.
“Di Kemanggisan kalau truk yang dibakar tidak ada. Memang ada perusakan, namun tidak ada pembakaran, enggak ada,” kata Sudarmo.
Normalisasi Kawasan Berlanjut
Kerusakan Poslantas di bawah flyover Slipi dan kendaraan yang dirusak menjadi bagian dari dampak kericuhan setelah aksi di depan DPR. Petugas telah mengevakuasi lima truk dari Kemanggisan, sementara sebagian separator Transjakarta masih dalam proses penataan.
Untuk ke depan, kawasan tersebut perlu melalui proses pemulihan fasilitas agar kembali dapat digunakan. Pos lalu lintas yang rusak juga masih belum berfungsi sementara waktu, sedangkan kepolisian telah melakukan penanganan awal melalui evakuasi kendaraan dan penormalan area terdampak.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment