Prabowo Dorong Kabinet Bekerja Maksimal di Tengah Percepatan Program PLTS 100 GWp
Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri di Kabinet Merah Putih bekerja secara maksimal dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berkelakar bahwa posisi para menteri selalu terbuka untuk digantikan apabila tidak mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Agenda tersebut tetap digelar meskipun bertepatan dengan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain menyoroti pentingnya kerja keras jajaran pemerintah, Prabowo dalam acara itu juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi surya. Program PLTS 100 GWp diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Prabowo Ingatkan Menteri untuk Bekerja dengan Baik
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pesan kepada para menteri agar menjalankan pekerjaan secara serius dan benar. Ia mengatakan, banyak pihak yang dinilai siap menggantikan posisi menteri apabila mereka tidak sanggup menjalankan tugas pemerintahan.
“Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” kata Prabowo sambil tertawa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana santai, tetapi sekaligus menggambarkan tuntutan kerja yang tinggi di lingkungan Kabinet Merah Putih. Prabowo menyebut, para menteri harus siap mengutamakan pengabdian kepada masyarakat, termasuk ketika agenda kerja berlangsung pada hari libur.
Hampir Tidak Ada Tanggal Merah
Prabowo mengatakan, jajaran Kabinet Merah Putih hampir tidak memiliki waktu libur. Menurut dia, tanggal merah yang biasanya digunakan untuk beristirahat tetap dapat dimanfaatkan untuk menjalankan tugas pemerintahan apabila terdapat agenda penting bagi rakyat.
Ia mencontohkan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dilakukan pada hari libur nasional bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi Prabowo, kegiatan tersebut merupakan bagian dari perjuangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperkuat masa depan energi Indonesia.
“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko, risiko pengabdian,” ujar Prabowo.
Target Pembangunan PLTS 100 GWp Rampung pada 2029
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp dipercepat dan diselesaikan pada 2029. Berdasarkan penjelasan Prasetyo, program itu diperkirakan dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil. Pengembangan energi terbarukan tersebut diharapkan dapat mendukung sistem kelistrikan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pembangunan Dilakukan dalam Beberapa Tahap
Prasetyo menyampaikan, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS pada 2026. Pada periode yang sama, pemerintah juga menargetkan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.
Program PLTS 100 GWp akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama memiliki target pembangunan sebesar 17 GWp, kemudian tahap kedua sebesar 18 GWp, dan tahap ketiga sebesar 30 GWp. Pembangunan secara bertahap tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi program hingga mencapai target keseluruhan.
Indonesia sendiri disebut memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp. Perbedaan antara potensi dan kapasitas terpasang tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pengembangan energi surya di Indonesia.
Program PLTS Diproyeksikan Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi
Selain mendukung ketahanan energi, Program PLTS 100 GWp diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan program ini akan melibatkan investasi pada pembangkit, baterai, dan jaringan listrik.
Pemerintah juga mendorong penguatan industri solar photovoltaic atau solar PV di dalam negeri. Dengan demikian, pembangunan PLTS tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan industri terkait serta menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs.
Kesimpulan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerja keras dan pengabdian para menteri dalam menjalankan pemerintahan. Pesan itu disampaikan bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, yang tetap digelar pada hari libur nasional.
Program tersebut ditargetkan rampung pada 2029 dan diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta menghasilkan efisiensi biaya listrik. Ke depan, keberhasilan program akan bergantung pada percepatan pembangunan, penguatan industri energi surya dalam negeri, dan konsistensi pemerintah dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment