Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Jadi Momentum Evaluasi dan Potensi Reshuffle Kabinet

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyebut masa dua tahun kepemimpinannya dapat menjadi momentum yang logis untuk mengevaluasi susunan Kabinet Merah Putih, termasuk kemungkinan melakukan reshuffle. Menurut Prabowo, waktu dua tahun dinilai cukup bagi setiap pejabat untuk membuktikan kemampuan dan kinerja mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap para pembantunya dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada waktu tertentu.

Dua Tahun Dinilai Cukup untuk Menilai Kinerja Menteri

Prabowo berpandangan bahwa dua tahun merupakan periode yang cukup untuk melihat kemampuan jajaran kabinet dalam menjalankan tanggung jawabnya. Setelah melewati masa tersebut, setiap pejabat dinilai telah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kapasitas, pencapaian, serta kesesuaiannya dengan posisi yang diemban.

“Saya kira itu sesuatu yang logis ya, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya, dan sebagainya,” ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab pada Jumat (18/9).

Meski menyebut dua tahun sebagai momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi, Prabowo tidak secara tegas menyatakan bahwa reshuffle pasti akan dilakukan. Ia hanya menjelaskan bahwa penilaian terhadap kinerja para menteri dan pejabat di lingkungan pemerintahan terus dilakukan dari waktu ke waktu.

Evaluasi Dilakukan Secara Berkelanjutan

Prabowo mengatakan dirinya selalu memantau dan mengevaluasi kinerja jajaran kabinet secara terus-menerus. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kementerian berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Prabowo juga menilai bahwa tim pemerintahan yang dipimpinnya telah bekerja dengan sangat baik. Ia memberikan contoh pencapaian target swasembada pangan yang berhasil diwujudkan lebih cepat dibandingkan rencana awal.

Target Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat

Pada awal masa kepemimpinannya, Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman disebut mampu mencapai target tersebut hanya dalam waktu satu tahun.

Pencapaian itu menjadi salah satu contoh kinerja yang dinilai positif oleh Prabowo. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa jajaran pemerintah dapat bekerja melampaui target waktu yang sebelumnya telah ditetapkan.

Reshuffle Berorientasi pada Kompetensi

Prabowo menyampaikan bahwa apabila reshuffle nantinya dilakukan, alasan di balik keputusan tersebut dapat beragam. Namun, ia memastikan bahwa pertimbangan utama yang akan dikedepankan adalah kapabilitas, kompetensi, serta kemampuan setiap pejabat dalam menjalankan tugas di pos kementeriannya.

Ia menjelaskan, pergantian pejabat dapat dilakukan untuk memberikan promosi kepada seseorang yang dinilai layak. Selain itu, pergantian juga dapat menjadi pilihan apabila seorang pejabat dianggap kurang sesuai dengan posisi yang ditempatinya.

“Jadi kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar,” kata Prabowo.

Dengan demikian, reshuffle tidak semata-mata dipandang sebagai pergantian jabatan, tetapi juga sebagai bagian dari penataan organisasi agar setiap posisi diisi oleh orang yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan.

Prabowo Telah Enam Kali Merombak Kabinet

Sejak mulai memimpin pemerintahan pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah melakukan reshuffle kabinet sebanyak enam kali. Pergantian pertama dilakukan pada Februari 2025.

Pada reshuffle tersebut, posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang sebelumnya dijabat Satryo Soemantri Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.

Perubahan terbaru terjadi pada posisi Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut digantikan oleh Suahasil Nazara. Suahasil diketahui merupakan Wakil Menteri Keuangan Purbaya.

Kesimpulan

Pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa masa dua tahun kepemimpinan dapat menjadi titik penting untuk menilai kembali kinerja jajaran Kabinet Merah Putih. Meski belum memastikan adanya reshuffle, Prabowo menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan kompetensi dan kesesuaian pejabat dengan posisi masing-masing.

Ke depan, kemungkinan perubahan susunan kabinet akan bergantung pada hasil evaluasi serta kebutuhan organisasi pemerintahan. Prabowo juga menekankan bahwa pergantian pejabat dapat dilakukan untuk memberikan promosi maupun menempatkan orang yang lebih tepat pada posisi tertentu.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment