Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Nasional: Indonesia Harus Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian Indonesia di tengah situasi geopolitik dunia yang diwarnai konflik dan perang. Menurut Prabowo, tidak ada negara yang akan terus memberikan bantuan secara cuma-cuma apabila suatu bangsa tidak mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat dirinya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menggantungkan kebutuhan strategis kepada negara lain.

Prabowo: Tidak Ada Negara yang Akan Mengasihani Indonesia

Prabowo menyampaikan bahwa sebuah bangsa harus memiliki kekuatan internal agar mampu menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai, ketergantungan kepada negara lain dapat membuat posisi suatu negara menjadi lemah, terutama ketika terjadi krisis atau perubahan situasi global.

“Tidak ada negara yang kasihan sama kita. Kalau kita tidak mampu mengurus, menjaga, memperkuat diri, tidak ada orang lain yang akan bantu kita. Percaya sama saya,” ujar Prabowo dalam acara tersebut.

Pesan itu disampaikan untuk mendorong masyarakat agar tidak berharap pada belas kasihan negara lain. Menurutnya, Indonesia perlu membangun kemampuan nasional melalui penguatan berbagai sektor penting, termasuk pangan dan energi.

Swasembada Pangan dan Energi Jadi Prioritas

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari upaya menjaga kemerdekaan bangsa. Ia menilai, suatu negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan dasarnya masih sangat bergantung pada pasokan dari bangsa lain.

“Kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi, kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain, kita tidak boleh berharap kasihan bangsa lain, tidak ada negara yang kasihan sama kita,” tegasnya.

Cadangan Pangan Disebut Mampu Hadapi Cuaca Ekstrem

Prabowo juga mengungkapkan rasa syukur karena Indonesia disebut telah berhasil mewujudkan swasembada pangan. Ia menyampaikan bahwa ketersediaan cadangan pangan saat ini dinilai cukup untuk mengantisipasi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca ekstrem.

Menurut Prabowo, kemampuan menjaga ketersediaan pangan menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan nasional. Dengan cadangan yang memadai, Indonesia diharapkan dapat menghadapi situasi sulit tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pasokan dari luar negeri.

Indonesia Kembangkan Bahan Bakar dari Kelapa Sawit

Selain sektor pangan, Prabowo turut menyinggung perkembangan kemandirian energi Indonesia. Ia menyebut Indonesia telah menghentikan impor solar dan beralih memproduksi bahan bakar secara mandiri dengan memanfaatkan kelapa sawit.

Prabowo menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan hasil kerja para peneliti nasional, termasuk profesor dan akademisi dari berbagai fakultas teknik. Menurutnya, kelapa sawit dapat diolah menjadi beragam produk turunan yang mendukung kebutuhan energi.

“Dari kelapa sawit kita bisa dapat 57 derivatif. Profesor-profesor kita, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit,” jelas Prabowo.

Pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku energi dinilai menjadi salah satu contoh kemampuan Indonesia dalam mengembangkan sumber daya yang dimiliki. Hal tersebut juga menunjukkan pentingnya peran penelitian dan inovasi nasional dalam memperkuat kemandirian negara.

Generasi Muda Diminta Tidak Mudah Terpengaruh

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan generasi muda, khususnya para santri Pondok Modern Darussalam Gontor, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat melemahkan kepercayaan diri bangsa. Ia menilai, narasi semacam itu kerap beredar melalui media sosial.

Prabowo berpesan agar masyarakat tetap memiliki keberanian untuk melihat kekurangan bangsa secara jujur. Dengan memahami kelemahan, Indonesia dapat menyusun langkah perbaikan dan membangun kekuatan yang lebih utuh.

Ia juga menekankan bahwa kepercayaan diri harus dibangun bersamaan dengan kerja keras dan kemampuan memperbaiki diri. Menurutnya, bangsa yang kuat tidak akan mudah diinjak-injak atau dijadikan budak oleh bangsa lain.

“Mereka ingin menurunkan semangat kita, mereka ingin menurunkan keberanian kita, mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain! Kita akan menjadi bangsa yang hebat! Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri!” pungkasnya.

Kesimpulan

Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian merupakan syarat penting bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan global. Swasembada pangan, swasembada energi, penguatan riset, serta peningkatan kepercayaan diri masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun bangsa yang tidak bergantung pada bantuan negara lain.

Ke depan, pesan tersebut menempatkan kemampuan nasional sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan Indonesia. Dengan memanfaatkan sumber daya dan mengembangkan inovasi dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat posisinya serta berdiri di atas kaki sendiri.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment