PT Virgo Karya Shipping Bantah KM Virgo Transport 8 Tidak Laik, Klaim Sudah Full Docking
PT Virgo Karya Shipping membantah anggapan bahwa Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 berada dalam kondisi tidak laik karena usianya yang sudah mencapai 39 tahun. Kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) tersebut diketahui terbalik di Laut Jawa setelah hilang kontak ketika membawa 243 penumpang pada Minggu (13/9).
General Manager PT Virgo Karya Shipping, Yoel Rihi, menegaskan bahwa kapal yang juga menjadi milik perusahaan tersebut telah dioperasikan berdasarkan standar peraturan perundang-undangan. Ia menyebut KM Virgo Transport 8 telah menjalani proses perawatan menyeluruh atau full docking pada Februari 2026.
Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan spekulasi publik yang mengaitkan insiden dengan usia kapal. Menurut manajemen, usia kalender tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai kelaikan sebuah kapal. Kondisi teknis dan pemeliharaan kapal disebut menjadi faktor penting dalam menentukan apakah armada dapat beroperasi atau tidak.
Operator Bantah Kapal Tidak Laik Berlayar
Yoel menjelaskan bahwa kapal merupakan mesin yang dapat diperbaiki, disesuaikan, dan diperbarui apabila ditemukan bagian yang membutuhkan penanganan. Karena itu, ia meminta publik tidak menyamakan usia kapal dengan kondisi makhluk hidup yang secara alami mengalami penurunan seiring waktu.
“Kapal ini jangan kita perlakukan seperti manusia atau barang organik, di mana makin tua itu makin jelek. Kapal itu mesin. Mesin itu bisa di-rebuild, bisa di-tuning up lagi, atau bahkan diganti. Plat kapal yang sudah tipis pun bisa di-double,” kata Yoel saat ditemui di kantor PT Virgo Karya Shipping di Surabaya, Senin (14/9).
Ia menambahkan, perusahaan memiliki ketentuan yang membedakan antara usia kalender kapal dan kondisi teknis armada. PT Virgo Karya Shipping, kata Yoel, tidak akan mengambil risiko dengan memberangkatkan kapal yang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan pelayaran.
“Kita tidak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Tentu, banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu sudah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita berani putuskan bahwa kapal itu siap berlayar,” ujarnya.
Dokumen Pelayaran Disebut Masih Aktif
Selain menyampaikan kondisi teknis kapal, pihak manajemen juga menyinggung kelengkapan administrasi KM Virgo Transport 8. Yoel menyatakan kapal tersebut memiliki dokumen pelayaran yang masih aktif dan legal sebelum diberangkatkan.
Dokumen yang disebut lengkap antara lain Surat Persetujuan Berlayar (SPB) serta sertifikat kelaiklautan kapal. Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi sebelum armada menjalankan pelayaran komersial.
Full Docking Dilakukan pada Februari 2026
PT Virgo Karya Shipping juga membeberkan riwayat perawatan kapal untuk menepis keraguan mengenai pemeliharaan armada. Berdasarkan keterangan perusahaan, KM Virgo Transport 8 baru saja menyelesaikan proses full docking pada Februari 2026.
“Untuk informasi docking, terakhir itu kita lakukan secara full di bulan Februari 2026 tahun ini. Itu pasti harus dilakukan agar kapal selalu memenuhi standar keselamatan yang sudah ditetapkan,” ujar Yoel.
Dengan adanya proses docking tersebut, manajemen menilai kapal telah memperoleh penanganan yang diperlukan agar tetap memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Namun, insiden kapal terbalik di Laut Jawa tetap menjadi perhatian setelah armada tersebut hilang kontak saat membawa ratusan penumpang.
Riwayat dan Spesifikasi KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 merupakan kapal Ro-Ro yang dapat mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Berdasarkan penelusuran data di situs VesselFinder dan Maritime Optima, kapal tersebut memiliki nomor identifikasi IMO 8625179.
Armada ini pertama kali diproduksi pada 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Jepang. Dengan demikian, usia kapal tercatat mencapai 39 tahun. Sebelum berganti nama, kapal tersebut dikenal dengan nama Ferry Kurushima.
KM Virgo Transport 8 memiliki panjang 119 meter dan tonase kotor atau Gross Tonnage (GT) sebesar 4.277. Sebagian besar masa operasionalnya dihabiskan di Jepang. Pada periode 1987 hingga pertengahan 2025, kapal tersebut melayani rute penumpang dan kendaraan dari Kokura menuju Matsuyama.
Berpindah Kepemilikan dan Berbendera Indonesia
PT Virgo Karya Shipping mengambil alih kepemilikan kapal pada periode pergantian tahun 2025 hingga 2026. Setelah proses perpindahan registrasi selesai dan kapal tercatat berbendera Indonesia, namanya kemudian diubah menjadi KM Virgo Transport 8.
Kapal tersebut mulai digunakan secara komersial untuk melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Juli 2026. Artinya, armada itu baru sekitar dua bulan beroperasi di rute tersebut sebelum mengalami insiden tragis di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari.
Kesimpulan
PT Virgo Karya Shipping menegaskan bahwa usia kapal tidak otomatis menunjukkan sebuah armada berada dalam kondisi tidak laik. Menurut perusahaan, KM Virgo Transport 8 telah memenuhi ketentuan pelayaran, memiliki dokumen aktif, dan menjalani full docking pada Februari 2026.
Di sisi lain, data kapal menunjukkan bahwa armada tersebut memang telah beroperasi selama hampir empat dekade sejak diproduksi pada 1987. Perbedaan antara usia kapal dan kondisi teknis menjadi pokok penjelasan manajemen dalam merespons sorotan publik setelah insiden di Laut Jawa.
Ke depan, informasi mengenai kondisi kapal, riwayat perawatan, serta kelengkapan administrasinya akan menjadi bagian penting dalam memahami insiden tersebut secara utuh. Untuk saat ini, perusahaan tetap mempertahankan klaim bahwa KM Virgo Transport 8 telah diberangkatkan sesuai standar keselamatan dan peraturan yang berlaku.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment