Puan Maharani Minta Usul Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Dikaji Terlebih Dahulu
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggabungkan Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dikaji secara menyeluruh sebelum direalisasikan. Menurut Puan, kedua lembaga tersebut memiliki tugas dan penugasan yang berbeda sehingga diperlukan pertimbangan matang untuk memastikan kebijakan itu benar-benar dibutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/9). Ia menekankan bahwa rencana penggabungan lembaga tidak cukup hanya didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat penanganan bencana. Kajian yang dilakukan juga perlu melihat manfaat serta efektivitas dari struktur kelembagaan yang baru.
Puan Minta Rencana Penggabungan Dikaji
Puan mengatakan DPR akan mendukung rencana penggabungan Badan Geologi dan BMKG apabila hasil kajian menunjukkan kebijakan tersebut dapat meningkatkan efektivitas kerja. Namun, ia meminta proses pengkajian dilakukan terlebih dahulu agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaan tugas kedua badan.
“Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda,” kata Puan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPR membuka ruang bagi rencana integrasi kedua lembaga, tetapi dukungan tersebut bergantung pada hasil evaluasi. Penggabungan harus memiliki tujuan yang jelas serta memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan sistem yang berjalan sebelumnya.
DPR Siap Mendukung Jika Lebih Efektif
Puan menegaskan, DPR tidak menutup kemungkinan untuk mendukung rencana penggabungan apabila kebijakan tersebut dinilai mampu membuat penanganan kebencanaan berjalan lebih efektif. Ia menyebut kajian menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa perubahan kelembagaan benar-benar memberikan manfaat.
“Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut. Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat,” ujarnya.
Dengan demikian, sikap DPR terhadap usulan tersebut belum mengarah pada persetujuan maupun penolakan secara langsung. DPR masih menunggu pembahasan dan pengkajian yang dapat menjelaskan kebutuhan, manfaat, serta dampak dari kemungkinan integrasi Badan Geologi dengan BMKG.
DPR Dukung Penambahan Anggaran Mitigasi Bencana
Selain membahas rencana penggabungan lembaga, Puan juga menyampaikan sikap DPR terhadap kemungkinan penambahan anggaran untuk mitigasi bencana. Ia mengatakan DPR dapat mendukung alokasi anggaran tambahan apabila anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi upaya penanganan bencana.
Namun, Puan mengingatkan bahwa penambahan anggaran harus menghasilkan manfaat yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Artinya, penggunaan anggaran perlu diarahkan secara tepat agar mendukung tujuan mitigasi bencana dan meningkatkan efektivitas kerja lembaga terkait.
“Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” kata Puan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa dukungan DPR terhadap anggaran mitigasi bencana tetap disertai pertimbangan mengenai manfaat dan hasil yang akan dicapai. Penambahan anggaran tidak hanya dinilai dari besarnya alokasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap pelaksanaan tugas.
Usulan Prabowo untuk Integrasi Badan Geologi dan BMKG
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk mengintegrasikan Badan Geologi dengan BMKG. Gagasan tersebut muncul setelah rentetan bencana alam melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
Prabowo menyampaikan hal itu dalam rapat virtual terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait pada Senin (7/9). Dalam rapat tersebut, ia menyebut perlunya kerja sama yang lebih erat antara Kepala Badan Geologi dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Kepala Badan Geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi diintegrasikan dengan BMKG tapi ya nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo.
Menunggu Hasil Pembahasan
Usulan penggabungan Badan Geologi dan BMKG kini masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. DPR meminta agar kajian dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan tugas dan penugasan kedua lembaga. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah integrasi dapat meningkatkan efektivitas kerja atau justru memerlukan bentuk koordinasi lain.
Kesimpulan
Puan Maharani menilai rencana penggabungan Badan Geologi dengan BMKG perlu dikaji terlebih dahulu karena kedua lembaga memiliki tugas yang berbeda. DPR menyatakan siap mendukung apabila integrasi terbukti lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar. Sikap serupa juga berlaku terhadap rencana penambahan anggaran mitigasi bencana, yang harus dibuktikan mampu menghasilkan manfaat lebih baik. Ke depan, pembahasan dan kajian menyeluruh akan menjadi tahap penting sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait integrasi kedua lembaga tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment