Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Beri Pesan soal Pemilu 2029

Ridho Rahmadi menyampaikan alasan dan pandangannya setelah memilih mundur dari posisi Ketua Umum Partai Ummat. Ia menyebut pergantian kepemimpinan tersebut sebagai bagian dari proses estafet dalam organisasi yang modern. Setelah tidak lagi memimpin kepengurusan partai, Ridho akan kembali fokus pada aktivitasnya di kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD.

Ridho juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak berarti ia meninggalkan Partai Ummat. Ia tetap menjadi anggota Majelis Syura sesuai dengan aturan internal partai. Dalam proses pengambilan keputusan tersebut, Ridho mengaku telah berdiskusi terlebih dahulu dengan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais.

Ridho Sebut Pergantian Kepemimpinan sebagai Estafet

Ridho menggambarkan perubahan posisi di tubuh Partai Ummat sebagai estafet kepemimpinan. Menurut dia, dalam sebuah organisasi modern, pergantian pemimpin merupakan hal yang wajar agar roda organisasi tetap berjalan dan tujuan bersama dapat dicapai.

“Ini tour of duty biasa, organisasi yang modern, kalau pelari di depan mulai ‘ngos-ngosan’, ya disambut estafet pelari selanjutnya, sehingga tim tetap mencapai garis finis. Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli,” kata Ridho, dikutip dari detikcom, Kamis (3/9).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ridho memandang pengunduran dirinya sebagai bagian dari pembagian tugas dalam organisasi. Ia menyatakan akan kembali menjalankan perannya di lingkungan kampus yang disebutnya baru memasuki tahun kedua.

Tetap Menjadi Anggota Majelis Syura Partai Ummat

Meski tidak lagi berada dalam jajaran kepengurusan harian Partai Ummat, Ridho tetap aktif sebagai anggota Majelis Syura. Ia menjelaskan, status tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di internal partai.

“Saya tidak di kepengurusan, tapi masih sebagai anggota Majelis Syura karena memang aturan di Partai Ummat, ketum adalah anggota Majelis Syura yang ditugaskan,” ujar Ridho.

Dengan demikian, mundurnya Ridho dari jabatan Ketua Umum tidak serta-merta mengakhiri keterlibatannya di Partai Ummat. Ia masih memiliki komitmen terhadap partai melalui keanggotaannya di Majelis Syura.

Amien Rais Mendukung Keputusan Ridho

Ridho mengungkapkan bahwa dirinya telah membicarakan keputusan tersebut dengan Amien Rais. Menurut Ridho, Amien mendukung langkahnya untuk mundur dari posisi Ketua Umum Partai Ummat, terutama karena ia ingin memusatkan perhatian pada kampus artificial intelligence yang baru didirikan.

“Tentu saya berdiskusi dulu dengan Pak Amien, ya beliau mendukung keputusan ini, terlebih karena memang untuk fokus di kampus AI yang baru didirikan dan baru masuk tahun kedua,” kata Ridho.

Selain memberikan dukungan terhadap keputusan tersebut, Amien Rais juga menyampaikan pesan kepada kepemimpinan baru Partai Ummat. Ia meminta agar partai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Pak Amien mendukung, untuk pesan ke kepemimpinan baru agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujar Ridho.

Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat Turut Mundur

Pengunduran diri Ridho Rahmadi diikuti oleh Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat. Taufik membenarkan bahwa dirinya mundur dari jabatan tersebut karena sebelumnya terpilih dalam satu paket bersama Ridho sebagai Ketua Umum.

“Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama ketum,” ujar Taufik saat dimintai konfirmasi, Rabu (2/9).

Dalam agenda penetapan Musyawarah Majelis Syura ke-8 Partai Ummat, partai tersebut turut mengumumkan pelaksana tugas atau Plt Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang baru.

Sekretaris Majelis Syura, Ansufri ID Sambo, ditetapkan sebagai Plt Ketua Umum Partai Ummat. Sementara itu, Muhammad Sadiq ditunjuk untuk menjalankan tugas sebagai Plt Sekretaris Jenderal Partai Ummat.

Kesimpulan

Ridho Rahmadi memilih mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat dan kembali fokus pada kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD. Namun, ia tetap menjadi anggota Majelis Syura dan menyatakan komitmennya terhadap Partai Ummat.

Keputusan tersebut telah dibahas bersama Amien Rais dan mendapat dukungan. Amien juga berpesan agar kepemimpinan baru Partai Ummat mempersiapkan organisasi secara maksimal untuk menghadapi Pemilu 2029. Dengan ditetapkannya Ansufri ID Sambo sebagai Plt Ketua Umum dan Muhammad Sadiq sebagai Plt Sekjen, kepemimpinan sementara Partai Ummat kini mulai berjalan dengan fokus pada keberlanjutan organisasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment