Rusia Panggil Dubes Jepang Usai Protes Kunjungan Putin ke Pulau Iturup

Moskow memanggil Duta Besar Jepang untuk Rusia, Akira Muto, setelah Tokyo memprotes kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Iturup, salah satu pulau yang menjadi sengketa antara kedua negara. Pemanggilan tersebut dilakukan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (18/8).

Dalam pertemuan itu, Rusia kembali menegaskan klaim kedaulatan dan yurisdiksinya atas Kepulauan Kuril selatan. Sementara itu, Jepang mempertahankan pandangan bahwa sejumlah pulau di kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayahnya berdasarkan sejarah dan hukum internasional.

Rusia Tegaskan Kedaulatan atas Kepulauan Kuril Selatan

Sergey Lavrov menyampaikan kepada Akira Muto bahwa posisi Rusia mengenai Kepulauan Kuril selatan tidak berubah. Menurut Lavrov, kedaulatan dan yurisdiksi Rusia atas wilayah tersebut bersifat tidak tergoyahkan.

“[Akira] diberitahu bahwa kedaulatan dan yurisdiksi Rusia atas Kepulauan Kuril selatan tidak tergoyahkan,” kata Lavrov, seperti dikutip Japan Times.

Iturup merupakan salah satu pulau yang berada di Kepulauan Kuril. Dalam penyebutan Jepang, kawasan tersebut dikenal sebagai Chishima Retto. Pulau Iturup termasuk salah satu dari empat pulau yang selama ini menjadi titik perselisihan antara Rusia dan Jepang.

Lavrov juga menilai pernyataan Tokyo yang mempersoalkan kunjungan Putin ke Iturup tidak dapat diterima. Rusia memandang kunjungan tersebut sebagai bagian dari aktivitas di wilayah yang berada di bawah kedaulatan dan yurisdiksinya.

Rusia Pertimbangkan Tindakan Balasan terhadap Jepang

Selain membahas persoalan Iturup, Lavrov menyampaikan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan tindakan balasan terhadap Jepang. Pertimbangan itu dikaitkan dengan dukungan Tokyo kepada Ukraina selama beberapa tahun terakhir.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu kepulauan sengketa tidak berdiri sendiri dalam hubungan Rusia dan Jepang. Persoalan wilayah turut beririsan dengan ketegangan politik yang lebih luas, termasuk sikap Jepang terhadap konflik dan dukungannya kepada Ukraina.

Rusia tidak menjelaskan secara lebih rinci bentuk tindakan balasan yang sedang dipertimbangkan. Namun, penyampaian Lavrov kepada duta besar Jepang memperlihatkan bahwa Moskow memandang protes Tokyo sebagai persoalan serius.

Tokyo Sempat Pertimbangkan Tidak Menanggapi Pemanggilan

Menurut sejumlah sumber yang dikutip NHK, Jepang pada awalnya mempertimbangkan untuk tidak menanggapi pemanggilan tersebut. Tokyo khawatir pertemuan itu dapat membuat Rusia mendominasi diskusi secara sepihak sehingga pertukaran pandangan berlangsung tidak seimbang.

Meski demikian, pemerintah Jepang akhirnya memutuskan untuk menanggapi pemanggilan dari pemerintah Rusia setelah melakukan pertimbangan internal. Keputusan tersebut diambil setelah protes Tokyo terhadap kunjungan Putin ke Iturup memicu respons dari Moskow.

Pemanggilan Akira Muto berlangsung setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengomentari kunjungan Putin ke salah satu dari empat pulau yang disengketakan. Sanae menegaskan bahwa kepulauan tersebut merupakan wilayah Jepang yang sah berdasarkan fakta sejarah dan hukum internasional.

Jepang Sampaikan Protes atas Kunjungan Putin

Sanae juga menyatakan bahwa kunjungan Putin ke Iturup tidak sesuai dengan posisi konsisten pemerintah Jepang mengenai status kepulauan tersebut. Pemerintah Jepang selama ini mempertahankan klaim atas wilayah yang disebut sebagai bagian dari persoalan teritorial dengan Rusia.

Setelah pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Jepang memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang, Nikolay Nozdrev. Pemanggilan itu dilakukan untuk menyampaikan protes Tokyo terhadap kunjungan Putin ke pulau yang disengketakan.

Langkah saling memanggil duta besar menunjukkan bahwa perbedaan sikap antara Rusia dan Jepang kembali mengemuka. Moskow menegaskan kedaulatannya, sedangkan Tokyo tetap mempertahankan klaim berdasarkan sejarah dan hukum internasional.

Latar Belakang Sengketa Iturup

Sengketa atas Etorofu atau Iturup telah berlangsung sejak lama. Perselisihan tersebut bermula ketika Uni Soviet merebut pulau itu pada 1945, menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Setelah pengambilalihan tersebut, penduduk Jepang di pulau itu diusir.

Jepang kemudian tetap menegaskan klaimnya terhadap Etorofu. Tokyo mendasarkan pandangan tersebut pada kondisi geografis, sejarah, perjanjian-perjanjian lama, serta dugaan pelanggaran internasional yang dilakukan Uni Soviet.

Perbedaan klaim itu membuat Etorofu atau Iturup menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Rusia dan Jepang. Setiap kunjungan atau pernyataan pejabat dari salah satu negara dapat memicu reaksi diplomatik dari pihak lainnya.

Kesimpulan

Pemanggilan Duta Besar Jepang Akira Muto oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov terjadi setelah Tokyo memprotes kunjungan Vladimir Putin ke Iturup. Rusia kembali menegaskan bahwa kedaulatan dan yurisdiksinya atas Kepulauan Kuril selatan tidak dapat diganggu gugat, sementara Jepang mempertahankan klaim berdasarkan sejarah dan hukum internasional.

Dengan adanya pertimbangan Rusia mengenai tindakan balasan serta pertukaran pemanggilan duta besar, persoalan Iturup berpotensi terus menjadi sumber ketegangan diplomatik. Ke depan, sikap kedua negara terhadap sengketa wilayah dan isu dukungan Jepang kepada Ukraina akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan Rusia-Jepang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment