Survei Pemilu Israel: Gadi Eisenkot Unggul atas Netanyahu, Blok Oposisi Diproyeksikan Kuasai Knesset

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tertinggal dari pesaingnya, Gadi Eisenkot, dalam simulasi pemilihan langsung perdana menteri. Berdasarkan survei terbaru, Eisenkot yang memimpin Partai Yashar memperoleh dukungan 48 persen responden, sedangkan Netanyahu hanya mendapatkan 40 persen suara.

Hasil tersebut menunjukkan adanya persaingan ketat menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Meski demikian, angka dalam survei ini hanya mencerminkan preferensi masyarakat pada saat penelitian dilakukan dan belum dapat dijadikan sebagai penentu hasil pemilu mendatang.

Eisenkot Unggul dalam Simulasi Melawan Netanyahu

Survei yang dipublikasikan harian Israel, Maariv, pada Jumat (18/9), dilakukan oleh Lazar Research dan Panel4All. Penelitian tersebut digelar pada 16-17 September dengan melibatkan 4.089 responden. Margin kesalahan dalam survei itu mencapai maksimal 4 persen.

Dalam simulasi pemilihan langsung untuk posisi perdana menteri, Gadi Eisenkot berada di posisi teratas dengan dukungan 48 persen. Sementara itu, Benjamin Netanyahu memperoleh 40 persen suara. Selisih delapan poin persentase tersebut menempatkan Eisenkot dalam posisi lebih unggul dibandingkan perdana menteri petahana.

Survei yang sama juga menguji peluang Netanyahu apabila berhadapan dengan sejumlah tokoh politik lainnya. Dalam simulasi melawan mantan Perdana Menteri Naftali Bennet, Netanyahu kembali berada di belakang. Bennet memperoleh dukungan 44 persen, sedangkan Netanyahu mendapatkan 41 persen.

Netanyahu Masih Unggul atas Lieberman

Namun, hasil berbeda terlihat ketika Netanyahu disimulasikan berhadapan dengan Avigdor Lieberman. Dalam skenario tersebut, Netanyahu memperoleh 42 persen suara dan unggul atas Lieberman yang mendapatkan 38 persen.

Perbedaan hasil dalam setiap simulasi menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap kandidat masih bergantung pada lawan yang dihadapi. Survei tersebut juga memperlihatkan bahwa posisi Netanyahu belum sepenuhnya kehilangan dukungan, meskipun ia tertinggal dari Eisenkot dan Bennet dalam dua skenario pemilihan langsung.

Proyeksi Komposisi Knesset

Selain mengukur popularitas sejumlah tokoh, survei tersebut memuat proyeksi komposisi parlemen Israel atau Knesset apabila pemilihan umum digelar pada saat survei dilakukan.

Koalisi pemerintahan yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan memperoleh 50 kursi. Sementara itu, blok oposisi diperkirakan mendapatkan 54 kursi. Partai-partai Arab diproyeksikan meraih 12 kursi, sedangkan Partai Reservists-Economic memperoleh empat kursi.

Di tingkat partai, Yashar yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan menjadi partai dengan perolehan kursi terbesar, yakni 23 kursi. Likud, partai yang dipimpin Netanyahu, diperkirakan mendapatkan 18 kursi.

Rincian Perolehan Kursi Partai

Partai Together yang dipimpin Naftali Bennet diproyeksikan memperoleh 13 kursi. Sementara itu, Partai Demokrat dan Yisrael Beiteinu masing-masing diperkirakan mendapatkan sembilan kursi.

Partai Jewish Power yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir diproyeksikan memperoleh delapan kursi. Dua partai ultra-Ortodoks, United Torah Judaism dan Shas, masing-masing diperkirakan mendapatkan tujuh kursi.

Partai Religious Zionism yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich diproyeksikan meraih enam kursi. Adapun Partai Reservists-Economic dan Your People Israel masing-masing memperoleh proyeksi empat kursi.

Partai-partai Arab diproyeksikan mendapatkan total 12 kursi. Jumlah tersebut terdiri dari tujuh kursi untuk Joint Arab List dan lima kursi untuk United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas.

Hanya 13 Partai Diproyeksikan Lolos ke Knesset

Sebanyak 38 partai tercatat mendaftar untuk mengikuti pemilu Knesset mendatang. Namun, berdasarkan proyeksi survei, hanya 13 partai yang diperkirakan mampu melewati ambang batas pemilu dan memperoleh kursi di parlemen yang memiliki total 120 kursi.

Proyeksi tersebut menggambarkan peta politik yang cukup terfragmentasi. Tidak ada satu partai yang diperkirakan menguasai mayoritas kursi secara mandiri. Karena itu, komposisi koalisi dan kekuatan blok politik akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pemerintahan setelah pemilu.

Kesimpulan

Survei terbaru menunjukkan Gadi Eisenkot unggul atas Benjamin Netanyahu dalam simulasi pemilihan langsung perdana menteri Israel, dengan perolehan 48 persen berbanding 40 persen. Naftali Bennet juga tercatat mengungguli Netanyahu dalam skenario lainnya, sementara Netanyahu masih memimpin ketika berhadapan dengan Avigdor Lieberman.

Dalam proyeksi Knesset, blok oposisi diperkirakan meraih 54 kursi, lebih banyak dibandingkan koalisi pemerintahan Netanyahu yang memperoleh 50 kursi. Meski demikian, pemilihan umum baru dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Oleh karena itu, hasil survei ini masih dapat berubah dan tidak menentukan hasil pemilu yang sebenarnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment