Trump Utus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow-Kyiv untuk Dorong Perdamaian Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow serta Kyiv untuk menjajaki peluang mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Pengiriman dua utusan tersebut menjadi langkah terbaru Washington dalam upaya membuka kembali jalur diplomasi yang sempat mengalami kebuntuan.
Konflik ini bermula dari invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022 dan telah menjadi salah satu perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Di tengah meningkatnya serangan rudal jarak jauh dan drone dari kedua pihak, Trump berharap Witkoff dan Kushner dapat mengetahui apakah kemajuan menuju perdamaian masih mungkin dicapai.
Witkoff dan Kushner Dijadwalkan Bertemu Putin serta Zelensky
Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP pada Jumat (4/9) bahwa kedua utusan Amerika Serikat itu dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu (6/9). Sementara itu, media Amerika Serikat, Axios, melaporkan bahwa Witkoff dan Kushner akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu (5/9).
Setelah kunjungan ke Moskow, keduanya disebut akan melanjutkan perjalanan ke Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (6/9). Namun, Kremlin belum memberikan komentar mengenai rencana pertemuan tersebut.
Trump mengatakan, kedua negosiator itu akan membawa proposal untuk mengakhiri perang. Menurut dia, Witkoff dan Kushner memiliki pengalaman serta kemampuan yang dibutuhkan untuk mengeksplorasi kemungkinan tercapainya kesepakatan.
“Saya mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua negosiator hebat. Mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kami mengutus mereka untuk melihat apakah kita bisa mencapai sesuatu. Dan mungkin ada peluang bagus kita bisa mewujudkannya,” kata Trump.
Trump juga menyebut bahwa kedua utusan tersebut membawa gagasan perdamaian. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci isi proposal yang dibawa ke Moskow dan Kyiv.
Rencana Perdamaian Belum Mengungkap Isu Wilayah
Trump tidak memastikan apakah proposal tersebut mencakup kemungkinan penyerahan wilayah oleh Ukraina, sebagaimana pernah ia isyaratkan sebelumnya. Presiden AS itu hanya menyampaikan bahwa Witkoff dan Kushner memiliki gagasan yang diharapkan dapat membuka jalan menuju perdamaian.
Kunjungan mendatang juga akan menjadi perjalanan pertama Witkoff dan Kushner ke Kyiv. Witkoff dikenal sebagai rekan bisnis Trump, sedangkan Kushner merupakan menantu Trump. Keduanya sebelumnya terlibat dalam berbagai upaya diplomasi, termasuk negosiasi gencatan senjata di Gaza dan isu yang berkaitan dengan Iran.
Witkoff dan Kushner juga telah beberapa kali melakukan perjalanan ke Moskow dalam rangkaian upaya diplomatik sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan keduanya kembali dipercaya untuk menjalankan misi yang berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina.
Diplomasi Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan
Upaya baru untuk menghidupkan kembali diplomasi muncul ketika Rusia dan Ukraina terus melakukan aksi saling serang menggunakan rudal jarak jauh serta pesawat nirawak atau drone. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menyebabkan jumlah korban sipil meningkat hingga mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sejak awal pertempuran.
Beberapa jam sebelum Trump mengumumkan pengiriman utusannya, sebuah drone Rusia menghantam markas besar Dinas Keamanan Ukraina atau SBU di pusat Kyiv. Presiden Zelensky mengatakan, serangan itu menyasar kantor pelaksana tugas kepala badan tersebut.
Menurut Zelensky, insiden itu merupakan serangan pertama terhadap markas besar SBU sejak invasi Rusia dimulai. Serangan tersebut menambah tekanan terhadap situasi keamanan di Kyiv, sekaligus menunjukkan bahwa konflik masih berlangsung dengan intensitas tinggi ketika jalur diplomasi kembali didorong.
Zelensky Usulkan Gencatan Senjata Selama Pembicaraan
Meskipun serangan terhadap markas SBU disebut belum pernah terjadi sebelumnya, Zelensky mengusulkan gencatan senjata dengan Rusia selama kunjungan para utusan Amerika Serikat berlangsung. Ia meminta agar kedua pihak menghentikan serangan udara untuk memberikan ruang bagi pembicaraan.
“Tidak akan ada serangan udara dari pihak kami, dan Rusia juga harus menjamin gencatan senjata—tanpa melakukan serangan udara—selama waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pembicaraan ini,” ujar Zelensky dalam pidato malam hari.
Rusia belum segera memberikan tanggapan terhadap usulan tersebut. Sebelumnya, Zelensky pernah memperingatkan bahwa wilayah udara Rusia akan menjadi “sama sekali tidak aman” dan dipenuhi drone Ukraina apabila Moskow terus melanjutkan perang.
Diplomasi AS dengan Rusia Terus Berlanjut
Kunjungan Witkoff dan Kushner dilakukan lebih dari sepekan setelah kunjungan langka Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow. Berdasarkan laporan media Amerika Serikat, Ratcliffe ketika itu memperingatkan Rusia agar tidak melancarkan serangan terhadap negara-negara anggota NATO.
Pada awal pekan yang sama, Amerika Serikat juga menyambut kehadiran Menteri Keuangan Rusia dalam pertemuan G20 di North Carolina. Rangkaian kontak tersebut menunjukkan bahwa Washington masih berupaya mempertahankan jalur komunikasi dengan Moskow, meskipun pertempuran antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung.
Kesimpulan
Pengiriman Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow serta Kyiv menjadi upaya terbaru Presiden Donald Trump untuk mendorong penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Keduanya dijadwalkan bertemu dengan Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky guna menyampaikan proposal serta menjajaki kemungkinan kemajuan menuju perdamaian.
Namun, misi diplomatik tersebut berlangsung dalam situasi yang sulit. Serangan rudal dan drone masih terjadi, sementara usulan gencatan senjata dari Zelensky belum memperoleh tanggapan Rusia. Keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada kesediaan Moskow dan Kyiv untuk menghentikan serangan serta membahas gagasan perdamaian yang dibawa oleh utusan Amerika Serikat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment