Waspadai 7 Tanda Arisan Bodong yang Menawarkan Keuntungan Tidak Masuk Akal

Arisan merupakan salah satu cara yang cukup umum digunakan masyarakat untuk mengumpulkan uang secara bersama-sama. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah saling mengenal dan memiliki kesepakatan mengenai jumlah setoran, jadwal pembayaran, serta penerima dana.

Namun, skema yang mengatasnamakan arisan juga dapat dimanfaatkan sebagai modus penipuan. Pelaku biasanya menawarkan keuntungan berlipat atau hadiah besar dalam waktu singkat untuk menarik calon peserta. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat sebelum bergabung, terutama apabila pengelola dan mekanismenya tidak dikenal dengan baik.

Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan, salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah besarnya keuntungan yang dijanjikan. Tawaran hasil dua atau tiga kali lipat dari uang yang disetorkan dalam waktu relatif singkat patut dicurigai karena tidak realistis.

Ciri-Ciri Arisan Bodong yang Perlu Diwaspadai

1. Menawarkan keuntungan berlipat dalam waktu singkat

Janji keuntungan besar dalam waktu cepat merupakan tanda bahaya yang perlu diperhatikan. Andi menyebut keuntungan yang mencapai dua atau tiga kali lipat dari setoran peserta, sementara waktu perputarannya singkat, tidak masuk akal.

Calon peserta perlu mempertanyakan dari mana sumber keuntungan tersebut berasal. Selain itu, penting untuk menilai apakah skema yang ditawarkan memiliki penjelasan yang masuk akal atau hanya mengandalkan iming-iming hasil besar.

2. Pengelola agresif mencari anggota baru

Perencana keuangan Oneshildt Budi Rahardjo mengatakan, arisan bodong dapat menjadi kedok skema ponzi atau investasi bodong. Salah satu cirinya adalah pengelola yang secara agresif mencari anggota baru di berbagai tempat.

Hal ini berbeda dari arisan pada umumnya yang berlangsung di antara orang-orang terdekat dan sudah saling mengenal. Tawaran yang disebarkan secara luas, terutama oleh pengelola yang tidak dikenal, perlu dicermati lebih lanjut.

3. Mekanisme arisan tidak dijelaskan dengan jelas

Arisan patut dicurigai apabila admin tidak mampu menjelaskan mekanismenya secara terbuka. Penjelasan tersebut mencakup cara menentukan penerima atau pemenang, jadwal pembayaran, serta alur perputaran dana.

Admin yang berusaha menutupi identitas anggota lain juga menjadi salah satu tanda bahaya. Calon peserta sebaiknya tidak terburu-buru menyetorkan uang apabila informasi dasar mengenai arisan tidak dapat diberikan secara jelas.

4. Admin sulit berkomunikasi

Komunikasi antara admin dan peserta merupakan bagian penting dalam kegiatan arisan. Admin yang sulit dihubungi, tidak responsif, atau tidak mampu menjawab pertanyaan mengenai skema arisan patut diwaspadai.

Hal serupa berlaku pada grup WhatsApp yang dikunci sehingga hanya admin yang dapat mengirim pesan. Kondisi tersebut dapat menyulitkan peserta untuk berkomunikasi dan saling mengenal sebelum mengambil keputusan.

Cara Menghindari Arisan Bodong

Andi menyarankan masyarakat untuk sebisa mungkin memilih arisan yang pesertanya sudah dikenal. Apabila calon peserta tidak saling mengenal, mereka dapat berkomunikasi dan berkenalan terlebih dahulu dengan anggota lainnya.

Calon peserta juga perlu memastikan admin mampu menerangkan skema arisan secara jelas dan masuk akal. Jangan mudah tergiur oleh hadiah atau keuntungan besar sebelum memahami cara kerja dan sumber dana yang digunakan dalam arisan tersebut.

Budi mengingatkan, masyarakat tidak boleh langsung percaya hanya karena tawaran arisan datang dari orang terdekat. Teman, saudara, kerabat, atau orang yang dikenal tetap perlu diperhatikan cara menawarkan arisan tersebut, terutama jika dilakukan secara agresif dan melibatkan pengelola yang tidak dikenal.

Pencairan Terlambat Menjadi Tanda Serius

Tanda yang lebih serius muncul ketika pencairan dana mulai terlambat. Andi mengatakan, admin yang memundurkan atau menunda jadwal pencairan, bahkan menghilang saat jatuh tempo, merupakan indikator bahwa arisan bermasalah.

Budi juga menilai pembayaran yang mulai terhambat menunjukkan sistem arisan tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, ketika pembayaran sudah mulai tersendat, hal itu menunjukkan bahwa sistem arisan telah gagal.

Kesimpulan

Arisan bodong dapat dikenali melalui sejumlah tanda, seperti janji keuntungan berlipat dalam waktu singkat, pengelola yang agresif mencari anggota, mekanisme yang tidak jelas, admin yang sulit berkomunikasi, hingga pencairan dana yang terlambat.

Masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur hasil besar secara instan. Rendahnya literasi keuangan dan keinginan memperoleh keuntungan cepat membuat sebagian orang masih rentan menjadi korban. Ke depan, modus arisan dapat terus berubah mengikuti perkembangan zaman, sehingga kewaspadaan dan kemampuan mengenali skema mencurigakan perlu terus ditingkatkan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment