Zohran Mamdani Balas Netanyahu: Bantah Hasutan Kekerasan dan Kritik Perang Gaza
Wali Kota New York City Zohran Mamdani membalas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut dirinya “memalukan” serta menuduhnya memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York. Mamdani menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyatakan dirinya tidak pernah menghasut kekerasan terhadap komunitas Yahudi.
Pernyataan saling serang antara Mamdani dan Netanyahu disampaikan menjelang kedatangan sang perdana menteri Israel ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketegangan keduanya juga berlangsung setelah Mamdani menyerukan agar negara-negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menegakkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu.
Mamdani Bantah Tuduhan Netanyahu
Dalam jumpa pers pada Selasa (22/9), Mamdani membantah tuduhan Netanyahu yang menyebut dirinya berupaya menciptakan kerusuhan bagi warga Yahudi di New York. Ia mengatakan pernyataan yang disampaikan Netanyahu melalui video di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan.
“Kita semua tahu bahwa apa yang dikatakan Perdana Menteri dalam video itu tidak benar,” kata Mamdani, seperti dikutip dari CBS News.
Menurut Mamdani, dirinya tidak pernah menghasut kekerasan terhadap orang Yahudi. Ia justru mengalihkan kritik kepada Netanyahu dengan menyoroti tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menjadi dasar surat perintah penangkapan dari ICC.
Mamdani juga menuduh Netanyahu sebagai arsitek genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perselisihan politik antara keduanya tidak hanya berkaitan dengan kondisi keamanan warga Yahudi di New York, tetapi juga menyentuh isu perang Israel-Palestina.
Netanyahu Sebut Mamdani Memalukan
Netanyahu menyampaikan kritik terhadap Mamdani melalui sebuah video yang diunggah di media sosial sebelum berangkat ke New York. Dalam video itu, Netanyahu menuduh Mamdani mendukung kelompok milisi Hamas dan memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di kota tersebut.
“Anda memalukan karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York,” ujar Netanyahu dalam video tersebut.
Netanyahu juga mengatakan dirinya akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB dan menyampaikan apa yang ia sebut sebagai kebenaran mengenai tentara-tentara Israel serta Mamdani. Pernyataan itu kemudian mendapat respons langsung dari wali kota New York City tersebut dalam jumpa pers.
Perselisihan Berawal dari Surat Perintah ICC
Perang mulut antara Mamdani dan Netanyahu terjadi sehari setelah Mamdani menyerukan negara-negara anggota ICC untuk menegakkan surat perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel. Seruan itu disampaikan Mamdani dalam wawancara dengan CNN pada Senin (21/9).
ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024. Mamdani menyatakan bahwa surat perintah tersebut harus dihormati oleh negara-negara yang menjadi anggota lembaga peradilan internasional itu.
Namun, Mamdani mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menangkap Netanyahu apabila sang perdana menteri tiba di New York. Amerika Serikat bukan penandatangan Statuta Roma dan bukan anggota ICC. Selain itu, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentang keras yurisdiksi ICC.
Mamdani Akui Tidak Bisa Menangkap Netanyahu
Pada Juli, Mamdani sempat mempelajari kemungkinan untuk menangkap Netanyahu jika perdana menteri Israel tersebut menginjakkan kaki di New York. Setelah mempertimbangkan aspek hukum, Mamdani kemudian menyimpulkan bahwa dirinya tidak dapat melakukan penangkapan tersebut.
Meski demikian, Mamdani tetap memperingatkan Netanyahu bahwa ia “tidak diterima” di New York. Sikap itu menjadi bagian dari kritik Mamdani terhadap kebijakan Netanyahu, terutama terkait perang dan kondisi warga Palestina di Jalur Gaza.
Di sisi lain, kedatangan Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB menjadi latar belakang utama munculnya pernyataan terbaru dari kedua pihak. Netanyahu menyatakan akan menyampaikan pandangannya di forum internasional tersebut, sementara Mamdani menegaskan kembali penolakannya terhadap tuduhan bahwa ia menghasut kekerasan terhadap warga Yahudi.
Kesimpulan
Perseteruan antara Zohran Mamdani dan Benjamin Netanyahu semakin memanas menjelang Sidang Majelis Umum PBB. Mamdani membantah tuduhan Netanyahu dan menuding perdana menteri Israel itu terkait dengan dugaan kejahatan perang serta genosida terhadap warga Palestina. Netanyahu, sementara itu, menuduh Mamdani mendukung Hamas dan memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pernyataan kedua tokoh selama agenda di New York serta bagaimana negara-negara anggota ICC merespons surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. Untuk saat ini, Mamdani telah menegaskan bahwa ia tidak memiliki wewenang hukum untuk menangkap Netanyahu, tetapi tetap menyatakan bahwa sang perdana menteri tidak diterima di kota tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment