Fadil Imran Awali Masa Pensiun dari Polri dengan Sparring Bersama Bagas/Apriyani
Ketua Umum PBSI Fadil Imran mengawali masa pensiunnya dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan aktivitas olahraga di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta. Pada Kamis (10/9), Fadil terlibat dalam pertandingan sparring melawan pasangan ganda campuran baru, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah persiapan Tim Badminton Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Dalam pertandingan itu, Fadil berpasangan dengan Verrell Yustin Mulia. Pensiunan Komisaris Jenderal Polisi tersebut tampil cukup kompetitif meski telah berusia 58 tahun. Ia bahkan mampu memberikan perlawanan kepada Bagas/Apri melalui permainan depan net, pukulan silang, serta smash yang tajam.
Fadil Tampil Kompetitif di Lapangan
Berdasarkan pantauan di Pelatnas PBSI Cipayung, Fadil menggunakan tangan kiri saat menggenggam raket. Gaya tersebut mengingatkan pada sejumlah pemain bulu tangkis kidal seperti Lin Dan atau Flandy Limpele.
Fadil lebih banyak mengambil posisi di depan. Beberapa kali ia berhasil meraih angka melalui permainan netting yang terukur. Selain itu, pukulan smash yang dilepaskannya juga cukup menyulitkan pasangan Bagas Maulana/Apriyani Rahayu.
Bagas dan Apriyani tidak selalu mudah mengantisipasi arah serangan Fadil. Pukulan silang yang dilepaskan mantan pejabat tinggi Polri itu sempat membuat lawan kesulitan mengembalikan bola. Pertandingan pun berjalan sengit dan diwarnai perolehan angka yang berimbang.
Menang 21-19 dalam Salah Satu Gim
Fadil bersama Verrell berhasil memenangkan salah satu gim dengan skor 21-19. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pertandingan sparring berlangsung serius, meskipun tujuan utamanya adalah menjaga suasana olahraga sekaligus memantau kesiapan para atlet.
Penampilan Fadil juga menjadi bagian dari momen awal masa purnabaktinya setelah menyelesaikan pengabdian di Polri. Ia resmi pensiun pada 30 Agustus 2026 dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal Polisi dan jabatan Astamaops Polri.
Fadil Pensiun pada Usia 58 Tahun
Fadil Imran lahir pada 14 Agustus 1968. Ia tetap memasuki masa pensiun pada usia 58 tahun meskipun terdapat peraturan baru mengenai perpanjangan masa kerja anggota Polri hingga usia 60 tahun.
Regulasi yang disahkan DPR tersebut hanya berlaku bagi anggota Polri yang lahir mulai 1969. Dengan demikian, Fadil dan anggota lain yang lahir pada tahun yang sama harus mengakhiri masa dinas pada usia 58 tahun.
Setelah pensiun, Fadil tetap menjalankan aktivitasnya sebagai Ketua Umum PBSI. Kehadirannya di Pelatnas PBSI Cipayung tidak hanya diisi dengan bermain bulu tangkis, tetapi juga untuk memantau persiapan para atlet yang akan berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Tim Badminton Indonesia Kirim 20 Atlet
Indonesia mengirimkan 20 atlet badminton untuk tampil di Asian Games 2026. Kontingen tersebut terdiri dari 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi persaingan pada pesta olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.
Cabang olahraga badminton dijadwalkan berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, pada 20-29 September 2026. Persiapan di Pelatnas menjadi salah satu perhatian penting sebelum para pemain berangkat dan menjalani pertandingan.
Sehari setelah pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara, Rabu (9/9), Fadil menyampaikan target yang ingin dicapai pada Asian Games 2026. Ia mengatakan target tersebut mengacu pada sasaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kita target dari Kemenpora satu emas, satu emas beregu putra,” kata Fadil.
Kesimpulan
Fadil Imran mengawali masa pensiun dari Polri dengan cara yang dekat dengan tugasnya sebagai Ketua Umum PBSI, yakni turun langsung ke lapangan dan memantau persiapan atlet. Dalam sparring melawan Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, Fadil menunjukkan permainan yang cukup solid melalui netting, smash, dan pukulan silang.
Kemenangan 21-19 dalam salah satu gim menjadi catatan menarik dari pertandingan tersebut. Ke depan, perhatian Fadil dan PBSI akan tertuju pada kesiapan 20 atlet Indonesia menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, dengan target meraih satu medali emas, termasuk dari nomor beregu putra.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment