Liga Wanita Indonesia 2026/2027 Buka Jalan Baru bagi Pesepak Bola Putri Indonesia

Sepak bola putri Indonesia memasuki fase baru. Para anak perempuan yang memiliki hobi dan minat terhadap sepak bola kini memiliki peluang lebih besar untuk mengejar cita-cita sebagai pesepak bola profesional. Harapan tersebut muncul seiring semakin banyaknya turnamen sepak bola putri serta rencana bergulirnya Liga Wanita Indonesia atau Indonesia Women’s League 2026/2027.

Sebelum kompetisi berjenjang mulai berkembang, impian menjadi pesepak bola profesional bagi pemain muda putri Indonesia cenderung sulit diwujudkan. Indonesia belum memiliki liga atau kasta tertinggi sepak bola putri yang dapat menjadi tolok ukur karier. Kondisi tersebut membuat jenjang menuju Timnas Indonesia Putri terasa lebih jauh bagi para pemain muda.

Kini, ekosistem sepak bola putri perlahan mulai terbentuk. Kehadiran berbagai turnamen usia muda dan rencana penyelenggaraan liga nasional memberikan jalur yang lebih jelas bagi pemain untuk berkembang, berkompetisi, serta mengejar target di level yang lebih tinggi.

Turnamen Putri Mulai Membentuk Jenjang Karier

Djarum Foundation menjadi salah satu pihak yang menggalakkan turnamen sepak bola putri. Rangkaian kompetisi tersebut dimulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Star U-12, kemudian berlanjut ke Hydroplus Soccer League atau HPSL All Star U-15 dan U-18, hingga Srikandi Merdeka Cup 2026.

Ketiga kompetisi itu disebut sebagai trilogi sepak bola putri. Keberadaan turnamen di berbagai kelompok usia dinilai penting karena memberi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan mereka secara bertahap.

Kurang dari dua bulan setelah Srikandi Merdeka Cup 2026, Liga Wanita Indonesia 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober mendatang. Dengan demikian, jalur pembinaan sepak bola putri tidak lagi berhenti di turnamen usia muda, tetapi berlanjut menuju kompetisi liga.

Jazlyn Kayla Ingin Tampil di Liga Wanita Indonesia

Perkembangan tersebut disambut positif oleh para pemain muda. Bek Garuda Pertiwi, Jazlyn Kayla, mengaku senang dengan rencana bergulirnya liga wanita. Ia menyatakan antusiasmenya untuk tampil dalam kompetisi tersebut.

“Yang pasti aku senang banget sudah mulai liga bergulir dan aku ingin banget main di situ. Aku juga excited banget pengin main,” kata Jazlyn.

Jazlyn telah menekuni sepak bola sejak duduk di kelas 5 sekolah dasar. Selama menjalani karier, ia menyadari bahwa perjalanan menjadi pesepak bola tidak selalu mudah. Menurutnya, pemain harus siap menghadapi proses jatuh bangun, cedera, maupun berbagai tantangan lain.

Meski demikian, Jazlyn melihat selalu ada hal baik dari setiap pengalaman yang dijalani. Ia memasang target untuk terus berkembang dan menjadi pesepak bola Indonesia yang lebih baik. Ia juga bertekad memberikan kemampuan terbaik di mana pun berada.

Setelah mengikuti Srikandi Merdeka Cup 2026, Jazlyn juga menyiapkan diri untuk agenda kualifikasi Piala Asia U-17 dan persiapan AFC U-17. Selain membela Indonesia, ia memiliki impian untuk suatu saat bermain di tim sepak bola wanita Real Madrid.

Ekosistem Sepak Bola Putri Dinilai Semakin Lengkap

Program Director Srikandi Merdeka Cup 2026 sekaligus CEO Indonesia Women’s League, Teddy Tjahjono, menyebut sepak bola putri kini memiliki rangkaian kompetisi yang semakin berkesinambungan. Ia juga menyampaikan bahwa FIFA tengah menggagas FIFA Festival Girls untuk pemain putri kelompok usia di bawah 15 tahun di seluruh dunia.

Menurut Teddy, rencana FIFA tersebut menunjukkan bahwa sepak bola putri memiliki ruang yang semakin besar, mulai dari tingkat lokal dan nasional hingga kompetisi di level internasional. Setelah Srikandi Merdeka Cup U-16, akan ada FIFA Festival untuk kelompok usia U-15 pada 2027.

Ia menilai ekosistem pembinaan kini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari U-10, U-12, HPSL U-15 dan U-18, hingga FIFA Festival U-15. Rangkaian tersebut nantinya dilengkapi dengan kompetisi liga putri yang menjadi jenjang bagi pemain setelah melewati fase pembinaan usia muda.

Meski demikian, keberlanjutan kompetisi tetap menjadi hal penting. PSSI sebagai federasi diharapkan dapat mengembangkan pembinaan tersebut melalui kompetisi resmi yang berlangsung secara konsisten. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, perkembangan pemain dapat terus berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan.

Harapan Pemain Muda dan Dukungan Orang Tua

Pemain muda Ayla Dva Ahisma merupakan salah satu atlet yang termotivasi untuk mengejar karier profesional. Ia menjadikan Claudia Scheunemann sebagai salah satu panutan karena menilai Claudia memiliki permainan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang baik.

Ayla berharap dapat menjadi pesepak bola profesional sehingga mampu membanggakan kedua orang tua dan keluarganya. Cita-cita tersebut menjadi lebih terbuka dengan adanya kompetisi putri yang mulai tersedia di berbagai jenjang.

Kiper Garuda Pertiwi, Alleana Ayu Arumi, juga berharap perhatian terhadap sepak bola putri dan Timnas Putri Indonesia terus ditingkatkan. Ia menginginkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti Djarum Foundation, agar pembinaan pemain putri dapat berkembang lebih baik.

Alleana mulai menyukai sepak bola saat pandemi Covid-19. Ketika aktivitasnya terbatas dan tidak boleh bepergian jauh dari rumah, ia bermain sepak bola di lapangan sekitar tempat tinggalnya saat masih duduk di kelas 5 SD. Setelah itu, ia mendapat kesempatan berlatih bersama pelatih di Tangerang Selatan dan terus berkembang hingga sekarang.

Perkembangan Alleana terlihat dalam Srikandi Merdeka Cup 2026. Ia terpilih sebagai Kiper Terbaik dan semakin termotivasi untuk mengejar karier di sepak bola. Setelah turnamen tersebut, fokusnya beralih pada persiapan kualifikasi AFC U-17 serta liga-liga berikutnya.

Pelatih Minta Orang Tua Lebih Mendukung

Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, berharap orang tua memberikan dukungan lebih besar kepada putri-putri mereka yang ingin bermain sepak bola. Menurutnya, saat ini sudah tersedia turnamen antar-SD, pembinaan melalui sekolah sepak bola, kompetisi antar-SSB untuk kelompok usia U-15, hingga Campus League di tingkat universitas.

Timo menilai rencana bergulirnya Liga Wanita Indonesia menjadi perkembangan penting bagi sepak bola putri. Ia berharap liga tersebut dapat terus berlangsung sehingga semakin banyak anak perempuan tertarik bermain sepak bola.

Menurut Timo, bermain sepak bola tidak hanya membuka peluang untuk menjadi pemain profesional atau masuk Timnas Indonesia. Prestasi di bidang olahraga juga dapat membantu pemain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan membuka peluang untuk berkarier di institusi seperti TNI atau kepolisian.

Kesimpulan

Maraknya turnamen sepak bola putri dan rencana bergulirnya Liga Wanita Indonesia 2026/2027 menjadi titik penting bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Para pemain muda kini memiliki jalur pembinaan dan kompetisi yang lebih jelas, mulai dari tingkat sekolah hingga liga nasional.

Ke depan, keberlanjutan kompetisi, dukungan PSSI, peran pihak swasta, serta dukungan orang tua akan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri. Jika pembinaan berjalan konsisten, semakin banyak pemain muda seperti Jazlyn Kayla, Ayla Dva Ahisma, dan Alleana Ayu Arumi dapat mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional maupun memperkuat Timnas Indonesia Putri.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment