Paul Scholes Kritik Bruno Fernandes dan Luke Shaw Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Manchester United mengawali perjalanan di Premier League dengan hasil mengecewakan setelah kalah 0-2 dari Hull City pada pekan pembuka, Sabtu (22/8). Kekalahan tersebut semakin menyakitkan karena Hull City berstatus sebagai tim promosi yang diprediksi menghadapi persaingan berat untuk bertahan di kasta tertinggi.

Dua gol yang bersarang ke gawang Manchester United di Stadion MKM seluruhnya tercipta melalui situasi bola mati pada babak pertama. Masalah tersebut kemudian menjadi sorotan utama, terutama setelah Bruno Fernandes dan Luke Shaw menyampaikan pandangan mengenai penampilan tim. Namun, komentar kedua pemain itu justru mendapat kritik tajam dari legenda Manchester United, Paul Scholes.

Bruno Fernandes Soroti Kesalahan Berulang Manchester United

Usai pertandingan, Bruno Fernandes mengakui bahwa Manchester United kembali melakukan kesalahan yang pernah terjadi pada musim sebelumnya. Kapten Setan Merah itu menilai timnya terlalu sering memberikan kesempatan kepada lawan untuk menguasai permainan, khususnya ketika tampil di kandang lawan.

Fernandes menyebut dominasi Hull City sudah terlihat sejak awal pertandingan. Menurutnya, dalam 20 menit pertama, penjaga gawang Manchester United justru menjadi pemain yang paling sering menyentuh bola. Situasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa tim tidak mampu menerapkan tekanan tinggi dan bermain agresif sejak awal.

Selain persoalan penguasaan bola, Fernandes juga menyoroti kelemahan Manchester United dalam mengantisipasi bola mati. Ia menilai tim-tim seperti Hull City cenderung menunggu momen dari situasi tersebut untuk menciptakan peluang. Karena itu, pertahanan Setan Merah dianggap perlu segera dibenahi agar tidak kembali kebobolan dengan cara serupa.

Paul Scholes Nilai Bruno Fernandes Tidak Pantas Mengkritik

Pernyataan Bruno Fernandes kemudian ditanggapi Paul Scholes. Dalam sebuah siniar yang dikutip Daily Mail, Scholes mempertanyakan maksud kritik yang disampaikan sang kapten. Ia menilai Fernandes seharusnya melakukan introspeksi terlebih dahulu sebelum mengomentari kesalahan rekan-rekannya.

Scholes menyoroti performa Fernandes yang dianggap tidak maksimal dalam pertandingan tersebut. Menurut mantan gelandang Manchester United itu, seorang pemain tidak sepatutnya mengkritik tim secara terbuka apabila penampilannya sendiri juga belum memenuhi harapan.

Kritik Scholes tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai cara pemain menyikapi kekalahan. Fernandes berusaha mengidentifikasi masalah yang membuat Manchester United takluk, sementara Scholes melihat komentar itu sebagai bentuk tindakan yang kurang tepat dari seorang kapten.

Luke Shaw Ikut Disorot karena Pernyataan soal Staf Pelatih

Selain Bruno Fernandes, Luke Shaw juga menjadi sasaran kritik Paul Scholes. Shaw sebelumnya menyebut dua gol Hull City terjadi karena persiapan Manchester United dalam menghadapi situasi bola mati belum maksimal.

Pernyataan tersebut dianggap Scholes sebagai kritik terhadap staf pelatih, termasuk Michael Carrick. Ia menilai komentar semacam itu dapat memengaruhi otoritas pelatih di hadapan para pemain. Scholes bahkan berpendapat bahwa pemain yang menyampaikan kritik terbuka seperti itu semestinya dipanggil untuk memberikan penjelasan.

Scholes kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya ketika masih menjadi pemain Manchester United di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Menurutnya, para pemain pada era tersebut memiliki rasa hormat yang sangat besar kepada Ferguson dan staf kepelatihan.

Ia menggambarkan bahwa pemain Manchester United pada masa itu tidak akan mudah mengatakan tim tidak siap menghadapi pertandingan. Jika hal tersebut terjadi, Ferguson diyakini akan langsung memberikan teguran keras kepada pemain yang bersangkutan di hadapan seluruh tim.

Dion Dublin Minta Carrick Tegaskan Otoritas

Legenda Premier League lainnya, Dion Dublin, turut mendukung pandangan Paul Scholes. Dublin menilai Michael Carrick perlu mengubah hubungan dengan para pemain setelah statusnya sebagai pelatih tetap berbeda dari ketika ia masih menjalankan peran sebagai pelatih sementara.

Menurut Dublin, Carrick dikenal sebagai sosok yang baik sehingga berpotensi memiliki hubungan terlalu akrab dengan pemain. Namun, setelah menjadi pelatih tetap, ia dinilai harus mampu memisahkan hubungan pertemanan dan hubungan profesional di dalam tim.

Dublin menegaskan bahwa Carrick tidak lagi dapat terlalu sering bersikap seperti teman dekat pemain. Dalam pandangannya, pelatih harus memiliki kewenangan yang jelas dan memastikan para pemain memahami instruksi serta tanggung jawab masing-masing.

Manchester United Dituntut Segera Berbenah

Kekalahan dari Hull City menjadi peringatan serius bagi Manchester United dan Michael Carrick. Kebobolan dua gol dari situasi bola mati memperlihatkan adanya persoalan yang perlu segera dievaluasi, baik dari sisi persiapan maupun organisasi pertahanan.

Hasil tersebut membuat The Red Devils terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League. Manchester United harus segera menemukan solusi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya. Selain memperbaiki pertahanan, tim juga perlu membangun komunikasi yang lebih baik antara pemain dan staf pelatih.

Kesimpulan

Paul Scholes menilai Bruno Fernandes dan Luke Shaw seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik setelah kekalahan dari Hull City. Fernandes dianggap tidak tampil maksimal, sedangkan komentar Shaw dinilai berpotensi melemahkan otoritas staf pelatih.

Di sisi lain, kekalahan tersebut memang memperlihatkan sejumlah masalah yang harus segera diperbaiki Manchester United, terutama dalam menghadapi bola mati dan menerapkan tekanan kepada lawan. Michael Carrick juga dituntut untuk menegaskan perannya sebagai pelatih tetap agar hubungan dengan pemain tetap berjalan secara profesional. Perbaikan harus dilakukan secepatnya sebelum posisi Manchester United semakin sulit di klasemen.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment