PP PBSI Tarik Mundur 16 Atlet dari China Masters 2026 demi Persiapan Asian Games

PP PBSI menarik mundur total 16 atlet Indonesia dari ajang China Masters 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi mempersiapkan kekuatan terbaik menuju Asian Games 2026. Para atlet yang ditarik merupakan pemain yang masuk dalam daftar panjang atau long list kontingen bulu tangkis Indonesia untuk pesta olahraga Asia tersebut.

China Masters 2026 dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada 1-6 September. Turnamen dengan level 750 BWF itu menjadi salah satu kompetisi penting menjelang pelaksanaan Asian Games 2026. Namun, PP PBSI menilai program setiap atlet perlu disusun secara berbeda agar persiapan mereka dapat berlangsung lebih optimal.

Alwi Farhan dan Putri Kusuma Termasuk Atlet yang Ditarik

Dari sektor tunggal, dua pemain yang batal tampil di China Masters 2026 adalah Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani. Alwi merupakan wakil Indonesia dari nomor tunggal putra, sedangkan Putri Kusuma turun di nomor tunggal putri.

Selain kedua pemain tersebut, sejumlah pasangan dari sektor ganda juga tidak jadi berangkat ke turnamen yang digelar di Shenzhen. Penarikan ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan program latihan dan pertandingan dengan kebutuhan masing-masing atlet yang diproyeksikan untuk Asian Games 2026.

Daftar Wakil Ganda yang Batal Bertanding

Ganda Putra dan Ganda Campuran

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu wakil yang ditarik dari China Masters 2026. Selain itu, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga dipastikan tidak mengikuti turnamen tersebut.

Dengan demikian, penarikan dari dua pasangan yang melibatkan sektor ganda campuran turut menjadi bagian dari kebijakan PP PBSI dalam mengatur agenda para pemain. Setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dalam aspek persiapan maupun pengelolaan penampilan di turnamen internasional.

Empat Pasangan Ganda Putri Ikut Ditarik

PP PBSI juga menarik empat pasangan dari sektor ganda putri. Mereka adalah Febriana Dwipuji/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva, serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara.

Jika digabungkan dengan dua pemain tunggal dan para atlet dari sektor ganda, total terdapat 16 atlet yang ditarik dari China Masters 2026. Langkah tersebut menunjukkan bahwa PBSI mulai memprioritaskan pengaturan jadwal dan kondisi atlet menjelang agenda Asian Games.

Persiapan Asian Games Tidak Disamaratakan

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa para atlet yang ditarik dari China Masters termasuk dalam long list Asian Games 2026. Oleh sebab itu, PBSI perlu menata program setiap pemain berdasarkan kebutuhan dan kondisi mereka.

“Mereka masuk dalam long list Asian Games, sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal,” kata Eng Hian pada Senin (31/8), seperti dilansir Antara.

Menurut Eng Hian, program pembinaan tidak dapat diterapkan secara seragam kepada seluruh pemain. Keputusan untuk menurunkan atau menarik atlet dari China Masters dilakukan setelah mempertimbangkan kebutuhan masing-masing, termasuk upaya menjaga maupun menambah poin peringkat dunia BWF.

“Programnya memang tidak bisa disamaratakan. Kami melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain,” ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI mengenai pengiriman atlet ke China Masters 2026.

Penarikan Bukan Jaminan Masuk Tim Asian Games

Eng Hian juga menegaskan bahwa atlet yang ditarik dari China Masters 2026 tidak otomatis dipastikan menjadi bagian dari tim bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026. Begitu pula dengan pemain yang tetap tampil di turnamen tersebut, mereka belum tentu langsung masuk dalam skuad Asian Games.

“Pemain yang bertanding dan ditarik dari China Masters 2026 bukan berarti sudah pasti masuk tim Asian Games 2026,” kata Eng Hian.

Pernyataan itu menegaskan bahwa daftar atlet yang mengikuti atau tidak mengikuti China Masters masih berkaitan dengan strategi persiapan, bukan keputusan akhir mengenai komposisi tim. PBSI masih perlu melihat perkembangan setiap pemain berdasarkan program dan kebutuhannya masing-masing.

China Masters Menjadi Turnamen Pemungkas Sebelum Asian Games

China Masters 2026 merupakan salah satu turnamen pemungkas sebelum Asian Games 2026. Karena itu, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut perlu disesuaikan dengan agenda persiapan jangka pendek dan target yang telah ditetapkan untuk setiap atlet.

Cabang olahraga bulu tangkis dijadwalkan mulai dipertandingkan dalam Asian Games 2026 pada 20 September. Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, pengaturan kondisi fisik, program latihan, serta kebutuhan peringkat menjadi pertimbangan penting bagi PBSI.

Kesimpulan

Penarikan 16 atlet dari China Masters 2026 merupakan bagian dari strategi PP PBSI untuk mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026. Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, serta sejumlah pasangan dari sektor ganda masuk dalam daftar atlet yang batal tampil di Shenzhen.

Meski demikian, keputusan tersebut tidak dapat diartikan sebagai kepastian bahwa para atlet yang ditarik akan masuk tim Asian Games. PBSI masih menilai kebutuhan dan kondisi setiap pemain secara terpisah. Ke depan, pengelolaan program secara terukur diharapkan dapat membantu Indonesia menyiapkan skuad bulu tangkis terbaik untuk menghadapi Asian Games 2026.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment