Ruben Amorim Berpeluang Ukir Rekor 68 Tahun Bersama AC Milan
Ruben Amorim mengawali kiprahnya sebagai pelatih AC Milan dengan catatan positif. Dua kemenangan beruntun pada awal Serie A 2026/2027 membuat pelatih asal Portugal tersebut berpeluang menorehkan pencapaian bersejarah yang terakhir kali diraih pelatih Milan pada 1958.
Jika mampu membawa Rossoneri meraih kemenangan pada laga ketiga, Amorim akan menyamai catatan Luigi Bonizzoni pada musim 1958/1959. Artinya, pencapaian tersebut berpotensi kembali terjadi setelah penantian selama 68 tahun.
Amorim Membuka Musim dengan Dua Kemenangan
Amorim ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada awal musim panas 2026. Ia dipercaya menggantikan Massimiliano Allegri dengan tugas besar, yakni mengembalikan Milan ke persaingan papan atas Italia sekaligus memperkuat posisi klub di level Eropa.
Pelatih anyar tersebut langsung memberikan hasil yang diharapkan. Milan mengawali perjalanan di Serie A 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Torino pada pekan pertama. Hasil itu kemudian dilanjutkan dengan kemenangan 2-0 atas Venezia dalam pertandingan yang berlangsung di San Siro.
Dua hasil positif tersebut membuat Milan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Selain menjaga kesempurnaan awal musim, kemenangan itu juga membuka peluang bagi Amorim untuk mencatatkan sejarah bersama klub yang identik dengan warna merah dan hitam tersebut.
Berpeluang Samai Rekor Luigi Bonizzoni
AC Milan akan mencatatkan tiga kemenangan dalam tiga pertandingan pertama Serie A apabila berhasil menundukkan Juventus. Pencapaian tersebut terakhir kali dilakukan Luigi Bonizzoni pada musim 1958/1959.
Dengan demikian, Amorim memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih Milan pertama dalam 68 tahun yang mampu mengawali kompetisi liga dengan tiga kemenangan beruntun. Rekor tersebut menjadi semakin menarik karena sejumlah pelatih besar Milan tidak pernah mencatatkan pencapaian serupa dalam tiga laga pembuka Serie A.
Catatan Pelatih-Pelatih Besar Milan
Beberapa nama besar seperti Carlo Ancelotti, Fabio Capello, dan Arrigo Sacchi pernah menangani Milan dengan berbagai prestasi. Namun, mereka tidak pernah meraih tiga kemenangan beruntun dalam tiga pertandingan pertama Serie A bersama Rossoneri.
Situasi ini membuat peluang Amorim memiliki nilai historis tersendiri. Meski demikian, pencapaian tersebut belum dapat dipastikan karena Milan masih harus melewati pertandingan berat melawan Juventus.
Juventus Menjadi Ujian Berat
Milan dijadwalkan bertandang ke markas Juventus pada Minggu (6/9) waktu setempat atau Senin (7/9) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi ujian serius bagi Amorim karena Juventus juga mengawali musim dengan performa sempurna.
Juventus telah meraih dua kemenangan dari dua pertandingan pertama tanpa kebobolan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa tim tuan rumah memiliki pertahanan yang solid sekaligus kepercayaan diri tinggi menjelang pertemuan dengan Milan.
Laga ini pun berpotensi menjadi pertandingan paling menentukan bagi Amorim pada awal musim. Kemenangan akan membawa Milan terus menjaga rekor sempurna sekaligus mendekatkan sang pelatih pada catatan bersejarah milik Bonizzoni. Sebaliknya, hasil selain kemenangan akan membuat peluang tersebut terhenti.
Amorim Tekankan Pentingnya Konsentrasi
Amorim menyadari bahwa konsistensi tidak hanya ditentukan oleh hasil dalam dua pertandingan pertama. Ia menilai Milan perlu membangun stabilitas dan sistem permainan yang dapat melibatkan seluruh pemain sepanjang musim.
“Kita perlu memberikan stabilitas pada tim dan mengembangkan cara bermain yang memungkinkan setiap orang terlibat sepanjang musim. Kami selalu ingin kompetitif, baik di Serie A maupun di Eropa,” kata Amorim, dikutip dari Sportbible.
Ia juga meminta para pemainnya menghadapi setiap pertandingan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Menurut Amorim, setiap lawan harus diperlakukan sebagai tim terkuat di dunia agar Milan tidak kehilangan fokus.
“Kita harus menghadapi setiap pertandingan seolah-olah lawan kita berikutnya adalah tim terbaik di dunia. Jika kita tetap fokus, kita bisa mengalahkan siapa pun. Jika tidak, kita bahkan bisa kalah dari tim Serie B,” ujar Amorim.
Kesimpulan
Ruben Amorim memulai kariernya sebagai pelatih AC Milan dengan dua kemenangan beruntun di Serie A 2026/2027. Hasil tersebut membuka peluang bagi dirinya untuk meraih tiga kemenangan pada tiga laga pertama, sebuah pencapaian yang terakhir kali dilakukan Luigi Bonizzoni pada musim 1958/1959.
Namun, Juventus akan menjadi tantangan besar bagi Milan. Kedua tim sama-sama mengawali musim dengan dua kemenangan, sementara Juventus belum kebobolan. Karena itu, pertandingan tersebut tidak hanya menjadi perebutan tiga poin, tetapi juga kesempatan bagi Amorim untuk menegaskan dampak positifnya di Milan dan mendekati rekor berusia 68 tahun.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment