Tan Cheng Hoe Andalkan Memori Comeback Piala AFF 2014 untuk Taklukkan Vietnam
Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, berharap kenangan manis pada Piala AFF 2014 dapat menjadi sumber motivasi bagi anak asuhnya saat menghadapi Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Malaysia berada dalam situasi sulit setelah menelan kekalahan 0-2 pada pertandingan leg pertama.
Harimau Malaya akan bertandang ke Stadion My Dinh National, markas Vietnam, pada Rabu, 19 Agustus, pukul 20.00 WIB. Untuk menjaga peluang lolos ke final, Malaysia wajib meraih kemenangan dengan selisih setidaknya tiga gol. Tantangan tersebut semakin berat karena Vietnam dikenal sebagai salah satu lawan yang sulit di kawasan Asia Tenggara.
Malaysia Mengejar Defisit Dua Gol
Kekalahan pada leg pertama membuat Malaysia harus bekerja keras sejak awal pertandingan. Mereka tidak hanya dituntut mencetak gol, tetapi juga wajib menjaga pertahanan agar Vietnam tidak menambah keunggulan agregat.
Dengan tertinggal 0-2, Malaysia membutuhkan kemenangan besar untuk membalikkan keadaan. Tan Cheng Hoe menyadari bahwa misi tersebut tidak mudah. Namun, ia tetap melihat peluang bagi timnya untuk menciptakan hasil positif dengan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bahan bakar perjuangan.
Pelatih Malaysia itu mengingat kembali semifinal Piala AFF 2014. Pada saat itu, Malaysia juga mengalami kekalahan pada leg pertama dengan skor 1-2. Meski demikian, Harimau Malaya mampu bangkit pada pertandingan kedua dan meraih kemenangan 4-2.
Memori Comeback Piala AFF 2014 Jadi Inspirasi
Tan menilai keberhasilan Malaysia membalikkan keadaan pada 2014 merupakan contoh penting bagi skuad saat ini. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa defisit dari leg pertama bukan berarti peluang untuk melaju telah tertutup.
“Hasil di Piala AFF 2014 dengan kendali Dollah Salleh adalah sesuatu yang hebat. Mereka berhasil mengubah situasi usai kalah di leg pertama dan menang 4-2,” kata Tan, dikutip dari media Malaysia, Harian Metro.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan kepercayaan diri kepada para pemain Malaysia. Tan menyebut situasi saat ini memang berbeda karena waktu telah berlalu selama 12 tahun. Pemain dan pelatih yang terlibat pun sudah mengalami banyak perubahan.
“Hasil itu memberi kami kepercayaan untuk saat ini. Setelah 12 tahun, dia, Dollah Salleh, membentuk pemain dan pelatih terus berubah. Kami ingin motivasi seperti itu,” ujar Tan.
Pada Piala AFF 2014, Malaysia berhasil melangkah hingga final setelah membalikkan keadaan di semifinal. Namun, perjuangan mereka berakhir sebagai runner-up setelah kalah agregat 3-4 dari Thailand dalam pertandingan final yang menggunakan format dua leg.
Tan Cheng Hoe Tetap Bangga terhadap Perjuangan Pemain
Selain mengandalkan sejarah, Tan juga menilai para pemainnya memiliki kesadaran penuh terhadap situasi yang sedang dihadapi. Mereka memahami bahwa kemenangan besar dibutuhkan untuk mengamankan tiket ke final Piala AFF 2026.
Malaysia harus mencetak tiga gol tanpa membiarkan Vietnam menambah gol jika ingin membalikkan agregat. Kondisi itu menjadi tantangan besar, terlebih Vietnam dipastikan akan berusaha mempertahankan keunggulan dan memanfaatkan setiap kesempatan serangan.
“Saya rasa pemain juga sadar dengan situasi ini dan itu memberi kami motivasi. Kami tahu lawan Vietnam akan selalu sulit,” tutur Tan.
Meski demikian, Tan Cheng Hoe menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain Malaysia pada pertandingan sebelumnya. Ia menilai timnya tetap mampu memberikan perlawanan sehingga Vietnam harus lebih berhati-hati ketika membangun serangan.
“Tapi saya bangga dengan pemain saya karena kami memberikan perlawanan terhadap Vietnam sehingga mereka berhati-hati ketika melakukan serangan,” lanjutnya.
Kesimpulan
Leg kedua semifinal Piala AFF 2026 menjadi ujian penting bagi Malaysia. Tertinggal agregat 0-2 membuat mereka membutuhkan kemenangan besar di Stadion My Dinh National. Tan Cheng Hoe mencoba membangkitkan semangat tim dengan mengingat comeback pada semifinal Piala AFF 2014, ketika Malaysia mampu menang 4-2 setelah kalah pada leg pertama.
Memori tersebut menjadi modal psikologis bagi Harimau Malaya, meskipun tantangan menghadapi Vietnam tetap sangat berat. Selanjutnya, keberhasilan Malaysia membalikkan keadaan akan bergantung pada kemampuan pemain menjaga konsentrasi, memanfaatkan peluang, dan mempertahankan pertahanan dari serangan tuan rumah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment