Timnas Voli Putri Indonesia Gagal ke Semifinal AVC 2026 Setelah Kalah dari Iran
Timnas Voli Putri Indonesia gagal melaju ke semifinal AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026. Langkah Indonesia terhenti setelah kalah dari Iran dengan skor 1-3 (25-19, 16-25, 12-25, 17-25) dalam pertandingan yang berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Jumat (28/8).
Indonesia sebenarnya mengawali pertandingan dengan penampilan meyakinkan. Tim Merah Putih mampu merebut set pertama melalui permainan menyerang yang efektif. Namun, Iran kemudian bangkit dan menguasai tiga set berikutnya. Sejumlah kesalahan dalam serangan serta kokohnya pertahanan Iran menjadi faktor penting yang membuat Indonesia kesulitan menjaga keunggulan.
Indonesia Tampil Meyakinkan pada Set Pertama
Indonesia langsung menunjukkan permainan agresif sejak awal set pertama. Tim asuhan Merah Putih membuka pertandingan dengan keunggulan 3-0 dan kemudian memperlebar jarak menjadi 7-3. Akan tetapi, Iran perlahan mampu memberikan tekanan melalui serangan-serangannya.
Kesalahan serangan dari Medi Yoku membuat Iran memperkecil ketertinggalan hingga skor berubah menjadi 15-17. Indonesia juga sempat kehilangan momentum setelah beberapa serangan tidak menghasilkan poin. Smes Maradanti Namira yang terlalu panjang membuat Iran menyamakan kedudukan menjadi 18-18.
Maradanti, yang akrab disapa Rara, kemudian menebus kesalahan tersebut. Ia mencetak service ace yang membawa Indonesia kembali unggul 20-18. Setelah itu, Chelsa Berliana turut berperan penting melalui quick attack. Aksinya membuat Indonesia berada di ambang kemenangan dengan keunggulan 24-19.
Quick attack berikutnya dari Chelsa memastikan Indonesia merebut set pertama dengan skor 25-19. Keunggulan tersebut menjadi modal positif bagi Indonesia untuk melanjutkan pertandingan pada set kedua.
Iran Bangkit dan Menyamakan Kedudukan
Memasuki set kedua, Indonesia kembali mengawali permainan dengan baik. Indonesia sempat unggul 3-1 dan 6-4. Quick attack Chelsa kembali menghasilkan poin sehingga skor berubah menjadi 9-6 untuk keunggulan Indonesia.
Pertandingan kemudian berlangsung lebih ketat. Iran mampu mendekat hingga 8-9, sementara kedua tim terlibat dalam reli panjang. Indonesia dan Iran sama-sama menunjukkan pertahanan yang baik dalam mengamankan bola.
Indonesia sempat kembali unggul 14-13 berkat smes Ersandrina Devega dari posisi empat yang mengakhiri reli panjang. Namun, setelah itu Iran mulai menemukan celah dalam pertahanan Indonesia. Serangan Iran mampu menembus blok dan pertahanan Tim Merah Putih.
Iran akhirnya mengambil alih permainan dan menutup set kedua dengan kemenangan 25-16. Hasil tersebut membuat kedudukan sementara menjadi 1-1 dan mengubah arah pertandingan.
Iran Mendominasi Dua Set Terakhir
Pertahanan Iran Sulit Ditembus
Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat Iran tampil semakin percaya diri pada set ketiga. Mereka langsung mengumpulkan poin demi poin dan meninggalkan Indonesia. Smes Khalili dari posisi empat membawa Iran unggul 5-1.
Pertahanan Iran yang rapat membuat Indonesia kesulitan menghasilkan serangan efektif. Selain Khalili, Iran juga memberikan tekanan melalui Elahe dari posisi dua. Serangan dari kedua sayap terus dilancarkan dan membuat barisan pertahanan Indonesia berada dalam tekanan.
Blok Indonesia beberapa kali tidak mampu menjangkau bola smes pemain Iran. Situasi tersebut membuat Tim Merah Putih kesulitan mengembangkan permainan. Iran pun hampir tidak mengalami hambatan berarti dalam menembus pertahanan Indonesia.
Smes Zahra yang tidak berhasil dibendung Fanny Eka memastikan Iran merebut set ketiga dengan skor telak 25-12. Iran pun berbalik unggul 2-1 atas Indonesia.
Blok Iran Mengunci Kemenangan
Indonesia berusaha bangkit pada set keempat, tetapi Iran kembali mengawali permainan dengan keunggulan. Iran memimpin 6-2 setelah smes Medi Yoku berhasil diblok oleh lawan.
Blok Iran tampil solid dan rapi sepanjang set keempat. Setelah membendung smes Chelsa, Iran juga mampu menghentikan spike Arneta Putri agar tidak melewati net. Kondisi tersebut membuat Indonesia semakin sulit mengejar perolehan angka.
Iran terus menjaga keunggulannya hingga mencapai skor 20-12 melalui smes Manzouri dari posisi empat. Smes Ayda dari posisi empat kemudian memastikan kemenangan Iran dengan skor 25-17.
Indonesia Gagal Mencetak Sejarah
Kemenangan 3-1 atas Indonesia memastikan Iran melaju ke semifinal AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026. Sebaliknya, kekalahan tersebut membuat Timnas Voli Putri Indonesia gagal melanjutkan perjuangan ke babak semifinal.
Hasil ini juga membuat Indonesia belum mampu mencetak sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya ke Kejuaraan Voli Asia. Meski sempat merebut set pembuka, Indonesia tidak mampu mempertahankan konsistensi permainan setelah Iran meningkatkan tekanan melalui serangan dan blok yang solid.
Kesimpulan
Timnas Voli Putri Indonesia harus menerima kekalahan 1-3 dari Iran setelah memulai pertandingan dengan kemenangan pada set pertama. Iran kemudian membalikkan keadaan melalui permainan yang lebih konsisten, pertahanan rapat, serta serangan dari kedua sayap yang sulit dihentikan.
Kegagalan ini menutup peluang Indonesia untuk tampil di semifinal AVC Women’s Volleyball Continental Championship 2026 dan mencetak sejarah lolos ke Kejuaraan Voli Asia untuk pertama kalinya. Ke depan, konsistensi serangan dan kemampuan menghadapi tekanan lawan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan Indonesia dalam perjuangan berikutnya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment