Tottenham Hotspur Terpuruk di Dasar Klasemen Usai Belanja Besar Musim Ini

Tottenham Hotspur menghadapi awal musim yang jauh dari harapan. Setelah nyaris terdegradasi pada musim sebelumnya, klub asal London tersebut melakukan perubahan besar di bursa transfer. Sejumlah pemain didatangkan dengan biaya fantastis untuk memperkuat skuad dan mendukung rencana pelatih Roberto De Zerbi.

Namun, investasi besar itu belum memberikan hasil positif di lapangan. Dalam dua pertandingan awal Liga Inggris musim ini, Tottenham selalu menelan kekalahan. Mereka bahkan belum mampu mencetak satu gol pun dan kini harus berada di posisi juru kunci klasemen.

Tottenham Berbenah Setelah Nyaris Terdegradasi

Musim lalu menjadi periode yang sulit bagi Tottenham Hotspur. Mereka harus menunggu hingga pertandingan terakhir atau pekan ke-38 untuk memastikan diri selamat dari ancaman degradasi. Situasi tersebut menjadi alasan utama manajemen melakukan pembenahan besar-besaran pada musim ini.

Perubahan dilakukan dengan mendatangkan sejumlah pemain yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu mendapatkan dukungan finansial untuk membangun skuad berdasarkan rencana permainan yang ingin diterapkannya.

Tottenham kemudian mengeluarkan dana sekitar 322 juta poundsterling atau setara Rp7,7 triliun untuk merekrut Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Savio, dan Jan Paul van Hecke. Nilai tersebut menunjukkan besarnya ambisi klub untuk memperbaiki performa setelah melewati musim yang mengecewakan.

Datangkan Pemain dengan Nilai Transfer Tinggi

Beberapa rekrutan anyar Tottenham bahkan termasuk dalam daftar pemain dengan nilai transfer termahal di Liga Inggris musim ini. Sandro Tonali menempati posisi ketiga, Mateus Fernandes berada di urutan keempat, sedangkan Savio menempati peringkat keenam.

Jan Paul van Hecke juga masuk dalam daftar tersebut dengan menempati posisi ke-11. Kehadiran para pemain itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas Tottenham di berbagai sektor sekaligus membantu De Zerbi membentuk tim yang lebih kompetitif.

Selain empat pemain yang didatangkan dengan biaya transfer, Tottenham juga memperoleh tambahan kekuatan melalui beberapa skema lain. Omar Marmoush bergabung dengan status pinjaman. Sementara itu, Martin Dubravka, Andy Robertson, dan Marcos Senesi datang melalui skema bebas transfer.

Skuad Baru Belum Menjadi Kesatuan

Banyaknya pemain baru membuat Tottenham praktis membangun ulang kekuatan tim. Akan tetapi, proses menyatukan para pemain tersebut ternyata belum berjalan sesuai harapan. De Zerbi masih menghadapi tantangan untuk meramu skuad dengan karakter dan latar belakang berbeda menjadi sebuah tim yang solid.

Perubahan besar dalam waktu singkat membutuhkan penyesuaian, terutama dalam hal pemahaman taktik, komunikasi, dan kerja sama antarpemain. Dalam dua pertandingan awal, persoalan tersebut terlihat dari performa Tottenham yang belum mampu menghasilkan kemenangan maupun gol.

Dua Kekalahan Membuat Tottenham Terpuruk

Tottenham mengawali perjalanan mereka di Liga Inggris musim ini dengan kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Brentford. Hasil tersebut menjadi sinyal awal bahwa skuad baru De Zerbi masih membutuhkan banyak pembenahan.

Harapan untuk bangkit pada pertandingan berikutnya juga belum terwujud. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Tottenham kembali takluk dengan skor 0-2 dari Newcastle. Dua hasil itu membuat mereka mengoleksi catatan buruk pada awal musim.

Secara keseluruhan, Tottenham telah kebobolan lima gol tanpa mampu mencetak satu gol pun. Statistik tersebut menjadi alarm serius bagi klub, terlebih setelah mereka menghabiskan dana besar untuk memperkuat tim pada bursa transfer.

De Zerbi Dituntut Segera Menemukan Formula

Roberto De Zerbi kini dituntut untuk segera menemukan formula permainan yang tepat. Ia perlu menyatukan para pemain baru agar Tottenham dapat tampil lebih terorganisasi, baik ketika bertahan maupun saat membangun serangan.

Posisi juru kunci setelah dua pertandingan tentu bukan situasi yang diinginkan Tottenham. Meski demikian, perjalanan musim masih panjang dan kesempatan untuk memperbaiki keadaan tetap terbuka. Syaratnya, De Zerbi harus mampu mengubah skuad dengan kualitas individu tinggi menjadi tim yang kompak dan efektif.

Kesimpulan

Tottenham Hotspur telah melakukan pembenahan besar setelah nyaris terdegradasi pada musim lalu. Klub tersebut mengeluarkan dana hingga 322 juta poundsterling dan mendatangkan sejumlah pemain berharga tinggi. Namun, belanja besar belum berbanding lurus dengan hasil di lapangan.

Dua kekalahan beruntun dari Brentford dan Newcastle menempatkan Tottenham di dasar klasemen dengan catatan lima gol kebobolan tanpa gol yang dicetak. Roberto De Zerbi harus bergerak cepat untuk menyatukan skuad barunya, memperbaiki lini pertahanan, serta menemukan cara agar Tottenham segera meraih kemenangan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment