4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall karena Gagang Pintu Darurat Bermasalah
Sekitar 4,3 juta mobil listrik yang telah dipasarkan di China ditarik kembali atau recall akibat masalah pada mekanisme gagang pintu. Persoalan tersebut dinilai dapat menyulitkan penumpang untuk keluar dari kendaraan dalam situasi darurat, terutama ketika mobil mengalami kecelakaan dan sistem kelistrikan tidak berfungsi.
Penarikan ini menjadi recall kendaraan terbesar di China. Sebanyak sembilan produsen otomotif terlibat, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely. Perbaikan yang dilakukan bervariasi, mulai dari pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh hingga pemasangan label peringatan pada gagang pelepas pintu darurat.
Masalah Gagang Pintu Berisiko Saat Kecelakaan
Melansir Reuters, masalah utama berkaitan dengan gagang pelepas pintu mekanis darurat. Regulator menilai gagang tersebut dapat sulit ditemukan atau dioperasikan setelah kendaraan mengalami kecelakaan parah. Situasi ini menjadi lebih mengkhawatirkan apabila sistem kelistrikan kendaraan mengalami kegagalan.
Dalam kondisi normal, sebagian kendaraan listrik menggunakan fitur elektronik untuk membuka pintu. Namun, ketika daya listrik terputus akibat tabrakan, penumpang atau pihak yang memberikan pertolongan harus mengandalkan mekanisme manual. Apabila mekanisme itu tidak terlihat jelas atau sulit digunakan, proses evakuasi dapat terhambat.
Kekhawatiran regulator meningkat setelah muncul sejumlah kasus penumpang yang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar. Media pemerintah China pada Oktober lalu melaporkan pengemudi sedan Xiaomi SU7 meninggal setelah mengalami kecelakaan dan kebakaran. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi disebut tidak dapat membuka pintu kendaraan untuk menyelamatkan korban.
Tesla Catat Jumlah Recall Terbesar
Tesla menjadi produsen dengan jumlah kendaraan yang paling banyak ditarik, yakni sekitar 2,98 juta unit kendaraan impor maupun produksi China. Recall tersebut mencakup Model 3, Model Y, Model S, dan Model X. Penarikan kendaraan Tesla dijadwalkan dimulai pada 25 September mendatang.
Dalam keterangan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China atau SAMR, Tesla menyatakan gagang pintu mekanis darurat berpotensi sulit dikenali setelah kendaraan mengalami tabrakan parah dan sistem kelistrikan mengalami kegagalan.
Masalah tersebut dikhawatirkan dapat menghambat penumpang untuk keluar dari kendaraan. Selain itu, penyelamat dari luar juga bisa mengalami kesulitan ketika berusaha membuka pintu. Sebagai langkah perbaikan, Tesla akan memasang label peringatan pada kendaraan dan mengirimkan pembaruan perangkat lunak melalui metode over-the-air atau OTA.
Pembaruan perangkat lunak itu akan membuat jendela kendaraan turun secara otomatis setelah terjadi tabrakan. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses evakuasi ketika pintu sulit dibuka.
Produsen China Ikut Menarik Ratusan Ribu Kendaraan
Selain Tesla, sejumlah produsen otomotif China juga melakukan recall dalam skala besar. Xiaomi akan menarik sekitar 390 ribu kendaraan, sedangkan Leapmotor melakukan penarikan terhadap sekitar 371 ribu unit. Xpeng juga akan menarik sekitar 264 ribu kendaraan.
Geely Holding dan beberapa produsen lain turut mengumumkan recall, meski jumlah kendaraannya lebih kecil dibandingkan Tesla, Xiaomi, Leapmotor, dan Xpeng. Sebagian besar perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh.
Produsen juga akan memasang label peringatan untuk membantu pengguna menemukan gagang pelepas pintu darurat. Leapmotor menyatakan perbaikan yang dilakukan mencakup pemasangan label peringatan serta peningkatan perangkat lunak pengendali jendela listrik.
“Kami mengelola dan mengajukannya sesuai dengan proses recall karena rasa tanggung jawab kepada pengguna kami,” kata Leapmotor.
China Perketat Aturan Gagang Pintu Tersembunyi
Masalah pada gagang pintu kendaraan turut mendorong China memperketat aturan keselamatan kendaraan. China telah menyatakan akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 2027.
Desain gagang pintu tersembunyi sebelumnya dipopulerkan oleh Tesla dan kemudian banyak diadopsi produsen kendaraan listrik China. Mekanisme tersebut umumnya dapat dioperasikan menggunakan key fob, smartphone, atau panel sensitif sentuhan.
Namun, desain itu menjadi sorotan karena berpotensi bermasalah ketika sistem kelistrikan kendaraan gagal berfungsi setelah kecelakaan. Dalam keadaan tersebut, pengguna perlu mengetahui lokasi dan cara mengoperasikan pelepas pintu mekanis secara manual.
Pengetatan aturan tersebut menjadi bagian dari peningkatan pengawasan China terhadap industri kendaraan listrik. Kebijakan itu diterapkan di tengah persaingan harga yang semakin ketat serta meningkatnya penggunaan teknologi berbasis perangkat lunak pada kendaraan.
Biaya Recall Dinilai Tidak Terlalu Besar
Sam Fiorani, wakil presiden perusahaan riset AutoForecast Solutions, menilai biaya recall kali ini kemungkinan tidak terlalu besar. Alasannya, sebagian besar perbaikan dapat dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak OTA.
“Pembaruan OTA modern mengurangi biaya dan waktu henti yang terkait dengan penarikan produk besar-besaran,” kata Fiorani.
Ia juga menilai pekerjaan fisik yang diperlukan tidak akan terlalu mahal jika dibandingkan dengan recall besar pada masa lalu. Perbaikan berupa pemasangan label peringatan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan tanpa proses pembongkaran kendaraan secara besar-besaran.
Amerika Serikat Turut Memantau Risiko Keselamatan
Persoalan gagang pintu kendaraan juga menjadi perhatian regulator Amerika Serikat. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau NHTSA pada Juli lalu menyatakan akan mempertimbangkan standar keselamatan baru.
Standar tersebut ditujukan untuk mengatasi risiko penumpang terjebak di dalam kendaraan ketika terjadi kegagalan sistem kelistrikan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada produsen yang memberitahukan NHTSA mengenai rencana melakukan recall serupa di pasar Amerika Serikat.
Kesimpulan
Recall terhadap sekitar 4,3 juta mobil listrik di China menunjukkan bahwa aspek keselamatan mekanis tetap menjadi perhatian penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi kendaraan. Ketergantungan pada sistem elektronik dan perangkat lunak perlu diimbangi dengan mekanisme darurat yang mudah ditemukan serta dapat digunakan saat kendaraan kehilangan daya.
Penarikan massal yang melibatkan Tesla dan sejumlah produsen besar diperkirakan mendorong evaluasi lebih lanjut terhadap desain gagang pintu tersembunyi. Ke depan, pengawasan regulator dan perubahan aturan keselamatan akan menjadi faktor penting dalam memastikan inovasi kendaraan listrik tidak mengurangi kemampuan penumpang maupun penyelamat untuk melakukan evakuasi dalam keadaan darurat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment