Busi Motor Hitam dan Basah? Kenali Penyebab serta Solusi Mengatasinya

Tarikan gas motor yang terasa berat, mesin mendadak mogok, atau kendaraan sulit dinyalakan dapat berkaitan dengan gangguan pada komponen kecil bernama busi. Meski ukurannya tidak besar, busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran di dalam mesin.

Busi bertugas menghasilkan percikan api untuk menyulut campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Percikan tersebut memicu pembakaran yang mendorong piston, kemudian menggerakkan mekanisme mesin hingga roda dapat berputar. Karena itu, ketika busi tidak bekerja secara efisien, performa mesin bisa menurun bahkan kehilangan seluruh dayanya.

Kondisi busi yang kotor, terutama ketika terlihat hitam dan basah, tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara. Situasi tersebut juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada proses pembakaran atau komponen internal mesin.

Mengenal Struktur dan Fungsi Busi

Busi tersusun atas sejumlah komponen yang dirancang untuk bekerja dalam suhu dan tekanan tinggi. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda dalam menyalurkan arus listrik, menghasilkan percikan api, serta mengatur pelepasan panas.

Komponen-Komponen pada Busi

  1. Terminal
    Bagian paling atas busi yang terhubung dengan kabel tegangan tinggi dari koil. Komponen ini menyalurkan arus listrik menuju inti elektroda.
  2. Insulator
    Lapisan keramik tahan panas yang mencegah kebocoran arus listrik ke bagian logam. Insulator juga membantu mentransfer panas menuju kepala silinder.
  3. Ribs
    Bagian bergelombang pada insulator yang memperpanjang jalur permukaan atau creepage distance. Fungsinya mencegah arus listrik merambat ke permukaan, terutama dalam kondisi lembap.
  4. Insulator tip
    Ujung keramik yang masuk ke ruang bakar. Bagian ini berperan dalam menentukan tingkat pelepasan panas atau heat range.
  5. Metal case
    Badan logam berulir yang menempel pada kepala silinder. Komponen ini juga menjadi jalur pelepasan panas dari busi menuju mesin.
  6. Gasket
    Cincin dari logam lunak yang memadatkan celah antara busi dan kepala silinder. Jika rusak, kompresi mesin dapat bocor dan tenaga motor menurun.
  7. Inti elektroda
    Elektroda pusat yang menerima arus listrik bertegangan tinggi dari terminal. Bagian ujungnya menggunakan paduan nikel atau platinum agar lebih tahan terhadap erosi.
  8. Ground elektroda
    Elektroda yang terhubung dengan metal case sebagai pembumian. Percikan api muncul ketika listrik melompati celah antara inti elektroda dan ground elektroda.

Penyebab Busi Motor Berwarna Hitam dan Basah

Perubahan warna busi menjadi gelap dan basah menunjukkan adanya malafungsi pada mesin. Beberapa kondisi dapat memicu munculnya kerak atau endapan pada insulator tip dan elektroda.

1. Spesifikasi Busi Tidak Sesuai

Penggunaan busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menghambat proses pembakaran. Kondisi ini juga berpotensi memicu penumpukan kerak karbon pada busi.

2. Kebocoran Oli Mesin

Oli mesin yang merembes ke ruang bakar akibat keausan ring piston atau seal klep akan ikut terbakar. Sisa oli dapat meninggalkan endapan kental dan berminyak pada insulator tip serta elektroda, sehingga busi terlihat hitam dan basah.

3. Penggunaan Bahan Bakar yang Kurang Tepat

Bensin dengan angka oktan di bawah standar pabrik dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, kerak berwarna hitam dapat tertinggal pada busi.

4. Filter Udara Tersumbat

Filter udara yang kotor dapat menghambat pasokan oksigen menuju ruang bakar. Rasio bensin kemudian menjadi lebih dominan, sementara sebagian bahan bakar tidak terbakar dan membasahi busi.

5. Campuran Bahan Bakar Terlalu Kaya

Pasokan bensin yang terlalu banyak dibandingkan udara membuat pembakaran berlangsung tidak tuntas. Sisa bahan bakar tersebut dapat membasahi ujung busi.

6. Setelan Karburator Tidak Tepat

Karburator dengan setelan terlalu kaya dapat membuat pilot jet atau main jet menyalurkan bensin secara berlebihan. Ruang pembakaran menjadi banjir bensin, sehingga busi kotor dan basah. Kondisi ini juga dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Solusi untuk Mengatasi Busi Hitam dan Basah

Jika busi sudah aus dan dipenuhi kerak basah, penggantian perlu dilakukan menggunakan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi standar pada buku petunjuk kendaraan.

Apabila penyebabnya berkaitan dengan kebocoran oli, pengerjaan bongkar kepala silinder dan penggantian komponen sebaiknya diserahkan kepada teknisi ahli di bengkel resmi.

Pengendara juga dapat membersihkan kotoran di sekitar busi, mengganti filter udara yang sudah kotor, serta melakukan penyetelan ulang karburator. Langkah tersebut diperlukan agar campuran udara dan bensin kembali seimbang.

Kesimpulan

Busi memegang peranan penting dalam memulai pembakaran dan menggerakkan mesin motor. Busi yang berwarna hitam dan basah dapat menjadi tanda adanya masalah, mulai dari penggunaan busi yang tidak sesuai, kebocoran oli, bahan bakar yang kurang tepat, filter udara tersumbat, hingga setelan karburator yang terlalu kaya.

Menjaga busi tetap kering dan bersih menjadi bagian penting untuk mempertahankan responsivitas mesin serta efisiensi bahan bakar. Dengan memperhatikan kondisi busi dan segera menangani penyebabnya, gangguan performa mesin dapat ditangani secara lebih tepat, mengutip keterangan Suzuki, Rabu (2/9).

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment