Prabowo Salurkan 100 Motor Trail Modifikasi untuk Tangani Karhutla di Sumatera Selatan

Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sedikitnya 100 unit motor trail modifikasi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Kendaraan tersebut dirancang khusus agar dapat membantu petugas menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh kendaraan pemadam berukuran besar.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, motor trail yang digunakan merupakan Yamaha WR155. Kendaraan itu telah mendapatkan sejumlah modifikasi, mulai dari penambahan pompa pemadam portabel, selang, tangki air atau alat pemadam api ringan (APAR), hingga berbagai perlengkapan operasional untuk mendukung petugas di lapangan.

100 Motor Trail Disiapkan untuk Penanganan Karhutla

BPBD Sumatera Selatan menyebut keberadaan motor trail sangat dibutuhkan untuk mempercepat mobilitas petugas saat menangani karhutla. Ukurannya yang lebih ringkas membuat kendaraan tersebut dapat bergerak di medan sempit, area perkebunan, serta lokasi dengan permukaan jalan yang tidak rata.

Dalam unggahan di akun Instagram BPBD Sumsel, kendaraan ini dinilai mampu membawa petugas sekaligus perlengkapan pemadaman menuju titik api. Dengan demikian, penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas ke area lain.

Motor trail tersebut juga dilengkapi ban dual purpose yang dirancang untuk digunakan di medan berat, kebun, dan wilayah tidak rata. Fitur ini mendukung kebutuhan operasional petugas yang harus bergerak di kawasan dengan akses terbatas.

Rincian Modifikasi Motor Trail Pemadam

Yamaha WR155 yang disalurkan untuk kebutuhan penanganan karhutla telah dimodifikasi dengan berbagai perangkat pendukung. Modifikasi tersebut tidak hanya berfungsi untuk membawa peralatan, tetapi juga membantu meningkatkan keamanan dan visibilitas kendaraan ketika digunakan dalam operasi.

Peralatan dan fitur pendukung

  • Top box untuk menyimpan perlengkapan operasional.
  • Box samping untuk membawa peralatan operasional.
  • Reflektor untuk meningkatkan visibilitas kendaraan pada malam hari.
  • Rak atau dudukan khusus untuk menempatkan perlengkapan pemadam.
  • Pompa pemadam portabel dengan tipe pompa dua tak.
  • Daya hisap pompa mencapai 7 meter.
  • Tekanan maksimal pompa sekitar 25 bar.
  • Kapasitas pompa sekitar 120 liter per menit.
  • Selang hisap fleksibel dengan panjang 5 meter dan diameter 1,5 inci.
  • Fitting serta sambungan untuk kebutuhan pemadaman.
  • Rangka dan penguat tambahan untuk menopang beban perlengkapan.
  • Livery operasional untuk memperjelas identitas kendaraan.
  • Ban dual purpose untuk medan berat dan area tidak rata.

Dengan konfigurasi tersebut, motor trail tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan mobilitas petugas. Kendaraan ini juga dapat membawa perlengkapan pemadaman yang dibutuhkan untuk mengatasi titik api pada tahap awal.

Spesifikasi Yamaha WR155 yang Digunakan

Motor trail yang dimodifikasi menggunakan mesin 4 langkah dengan konfigurasi SOHC, empat katup, dan teknologi VVA. Kapasitas mesinnya mencapai 155,09 cc dengan daya maksimum 12,3 kW pada 10.000 rpm serta torsi maksimum 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Kendaraan ini menggunakan transmisi manual enam percepatan, sistem pendingin cairan, sistem bahan bakar injeksi, dan electric starter. Untuk mendukung kemampuan melintasi medan berat, motor tersebut dilengkapi suspensi depan telescopic berukuran 41 milimeter dan suspensi belakang monocross.

Pada sistem pengereman, Yamaha WR155 menggunakan rem cakram berukuran 240 milimeter di bagian depan dan 220 milimeter di bagian belakang. Motor ini memiliki panjang 2.145 milimeter, lebar 840 milimeter, tinggi 1.200 milimeter, serta jarak sumbu roda 1.430 milimeter.

Ground clearance kendaraan tercatat 245 milimeter, sedangkan tinggi joknya mencapai 880 milimeter. Bobot motor berada di angka 134 kilogram dengan kapasitas tangki bahan bakar 8,1 liter. Ban yang digunakan berukuran 2.75-21 di bagian depan dan 4.10-18 di bagian belakang.

Berawal dari Permintaan 50 Unit Motor Trail

Penyaluran kendaraan tersebut berkaitan dengan pembahasan Presiden Prabowo bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengenai kondisi karhutla di wilayah tersebut. Prabowo sebelumnya menanyakan luas lahan yang terbakar sepanjang 2026.

Herman menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 1.900 hektare lahan terbakar. Sementara itu, luas lahan yang masih terbakar saat ini disebut berada di kisaran 200 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Herman meminta bantuan 50 unit motor trail yang telah dimodifikasi dengan tangki air. Kendaraan itu diharapkan dapat digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang tidak bisa didatangi kendaraan pemadam berukuran besar.

Menurut Herman, motor trail dengan tangki air akan memudahkan petugas melakukan pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau. Permintaan tersebut kemudian dipenuhi oleh Prabowo dengan jumlah yang lebih besar, yakni 100 unit motor trail yang dapat dimodifikasi dan dimanfaatkan dalam penanganan karhutla.

Mobilitas Cepat untuk Mencegah Api Meluas

Penggunaan motor trail modifikasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat respons awal terhadap karhutla. Kecepatan petugas dalam mencapai lokasi menjadi faktor penting, terutama ketika titik api berada di kawasan sempit atau jauh dari akses kendaraan pemadam konvensional.

Dengan membawa pompa portabel, selang, tangki air, dan perlengkapan pendukung lainnya, petugas diharapkan dapat segera melakukan tindakan awal. Penanganan yang lebih cepat dapat membantu mengendalikan api sebelum menjalar dan membakar area yang lebih luas.

Kesimpulan

Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sedikitnya 100 motor trail Yamaha WR155 yang telah dimodifikasi untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Kendaraan ini dilengkapi berbagai perangkat pemadaman dan dirancang agar mampu beroperasi di medan yang sulit dijangkau kendaraan besar.

Bantuan tersebut merupakan peningkatan dari permintaan awal sebanyak 50 unit motor trail yang diajukan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Ke depan, pemanfaatan kendaraan dengan mobilitas tinggi ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas dan mendukung penanganan titik api secara lebih efektif.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment