BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berakhir Pertengahan Oktober, Hujan Mulai Datang Bertahap
Musim kemarau masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia hingga menimbulkan dampak berupa kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membuat masyarakat menantikan datangnya musim hujan, terutama di daerah yang mulai mengalami keterbatasan air.
Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa musim kemarau di Indonesia pada 2026 diprakirakan berlangsung hingga Oktober. Secara umum, musim kemarau diperkirakan berakhir sekitar pertengahan bulan tersebut.
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Berakhir pada Oktober
Ardhasena mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami musim kemarau hingga mendekati pertengahan Oktober 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring dari Jakarta pada Kamis (30/7).
“Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir di sekitar pertengahan bulan Oktober,” ujar Ardhasena.
Perkiraan berakhirnya musim kemarau ini menjadi informasi penting bagi wilayah yang masih menghadapi kekeringan dan karhutla. Meski demikian, perubahan dari musim kemarau menuju musim hujan tidak berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.
Musim Hujan Datang Bertahap dari Indonesia Bagian Barat
Setelah musim kemarau berakhir, sejumlah wilayah akan mulai memasuki musim hujan secara bertahap. Berdasarkan penjelasan BMKG, wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan menjadi daerah yang lebih dahulu mengalami datangnya musim hujan.
Memasuki November, musim hujan diprediksi mulai lebih merata di sejumlah wilayah Indonesia lainnya. Sebagian besar wilayah Pulau Jawa juga diperkirakan mulai memasuki periode musim hujan pada bulan tersebut, meskipun intensitas hujannya belum sepenuhnya berada pada kondisi normal.
Hujan Mulai Masuk ke Pulau Jawa
Ardhasena menjelaskan, tanda-tanda datangnya musim hujan terlihat pada peta prakiraan iklim BMKG. Warna kuning yang muncul pada Oktober dan November menunjukkan bahwa hujan mulai kembali hadir di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun, kondisi hujan pada November di beberapa daerah, termasuk Pulau Jawa, masih diperkirakan berada di bawah normal. Artinya, hujan diprediksi sudah mulai turun, tetapi belum merata atau belum mencapai pola seperti kondisi musim hujan pada umumnya.
“Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa,” kata Ardhasena.
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027
Selain menjelaskan perkiraan berakhirnya musim kemarau, BMKG juga menyampaikan bahwa musim hujan tahun ini berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino. Fenomena tersebut diprediksi bertahan hingga awal 2027 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Desember 2026.
Meski demikian, Ardhasena menjelaskan bahwa El Nino diperkirakan tidak memberikan pengaruh yang terlalu besar ketika Indonesia memasuki musim hujan. Dampaknya justru diprediksi lebih terasa saat wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau.
Ia menegaskan bahwa dampak El Nino di Indonesia sangat bergantung pada kondisi suhu laut di sekitar wilayah Indonesia. Karena itu, pengaruh fenomena tersebut tidak selalu sama dengan kejadian El Nino pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dampak El Nino di Indonesia itu juga sangat bergantung dengan bagaimana kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia. Jadi tidak serta-merta dampaknya akan persis sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Ardhasena, tidak ada satu kejadian El Nino yang selalu memiliki karakteristik dan dampak sama dengan El Nino sebelumnya. Hal serupa juga berlaku untuk dampak yang muncul pada kejadian El Nino berikutnya.
Kesimpulan
BMKG memprakirakan musim kemarau 2026 di Indonesia berakhir sekitar pertengahan Oktober. Setelah itu, musim hujan akan datang secara bertahap, dimulai dari wilayah Indonesia bagian barat, kemudian mulai meluas ke sejumlah wilayah lain pada November, termasuk sebagian besar Pulau Jawa.
Walaupun hujan mulai turun, beberapa daerah diperkirakan masih mengalami kondisi di bawah normal pada awal musim hujan. Di sisi lain, fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 tidak diperkirakan terlalu memengaruhi musim hujan, tetapi dampaknya dapat lebih terasa ketika memasuki puncak musim kemarau. Perkembangan kondisi cuaca dan iklim tetap perlu diperhatikan seiring perubahan musim yang berlangsung bertahap di setiap wilayah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment