Komdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk Program 2027

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,23 triliun untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan karena pagu anggaran yang telah ditetapkan masih berada di bawah total kebutuhan kementerian.

Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menjelaskan, pagu anggaran Komdigi untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp11,515 triliun. Sementara itu, kebutuhan anggaran yang telah dihitung kementerian mencapai Rp14,753 triliun. Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp3,23 triliun.

Hal tersebut disampaikan Ismail dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/8). Dalam rapat itu, Komdigi memaparkan perkembangan pagu anggaran sekaligus sejumlah kebutuhan yang dinilai perlu memperoleh dukungan tambahan.

Komdigi Mengalami Kekurangan Anggaran

Ismail mengatakan, pagu indikatif anggaran Komdigi pada awalnya berada di angka Rp6,8 triliun. Setelah memperoleh tambahan sekitar Rp4,6 triliun, total pagu anggaran kementerian meningkat menjadi Rp11,515 triliun.

Meski mengalami peningkatan, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan Komdigi untuk menjalankan seluruh program pada 2027. Berdasarkan perhitungan kementerian, kebutuhan anggaran mencapai Rp14,753 triliun sehingga terdapat selisih Rp3,23 triliun dari pagu yang telah ditetapkan.

Tambahan Anggaran untuk Infrastruktur dan Ruang Digital

Penguatan Infrastruktur Digital

Salah satu program yang memperoleh tambahan anggaran adalah Pengembangan dan Penguatan Infrastruktur Digital. Program ini sebelumnya memiliki pagu indikatif sebesar Rp5,22 triliun.

Setelah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp1,25 triliun, pagu untuk program tersebut meningkat menjadi Rp6,47 triliun. Anggaran itu menjadi bagian dari peningkatan dukungan terhadap program infrastruktur digital yang berada dalam lingkup Komdigi.

Pengembangan Ekosistem Digital

Program Pengembangan dan Penguatan Ekosistem dan Ruang Digital juga memperoleh tambahan anggaran yang cukup besar. Semula, program tersebut hanya memiliki pagu indikatif sebesar Rp126 miliar.

Program itu kemudian mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp2,823 triliun sehingga total pagunya meningkat menjadi Rp2,958 triliun. Tambahan tersebut menjadi salah satu komponen dalam perubahan alokasi anggaran Komdigi untuk tahun 2027.

Sementara itu, program Komunikasi Publik dan Media memiliki pagu indikatif sebesar Rp20 miliar untuk kebutuhan non-operasional. Hingga pemaparan tersebut disampaikan, program itu belum memperoleh tambahan anggaran dari alokasi yang telah ditetapkan.

Rincian Kebutuhan Tambahan Rp3,23 Triliun

Menurut Ismail, tambahan anggaran sebesar Rp3,23 triliun akan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Alokasi tersebut mencakup belanja operasional serta dukungan terhadap sejumlah program prioritas nasional.

Sebesar Rp258 miliar diusulkan untuk memenuhi kebutuhan operasional di lingkungan Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, serta unit eselon I lainnya di Komdigi.

Selain kebutuhan operasional, Komdigi mengajukan Rp1,097 triliun untuk mendukung program kerja prioritas nasional. Program tersebut meliputi infrastruktur BAKTI, ekosistem teknologi pemerintah digital, pengawasan ruang digital, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), serta Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media.

Komdigi juga membutuhkan Rp1,48 triliun untuk membiayai program prioritas nasional yang telah ditetapkan dalam rencana strategis atau Renstra. Dalam kebutuhan tersebut terdapat alokasi tambahan bagi sejumlah lembaga, yakni Komisi Penyiaran Indonesia, Komisi Informasi Publik Pusat, dan Dewan Pers.

Kebutuhan untuk Lembaga Terkait

Ismail merinci, Komisi Informasi Pusat membutuhkan anggaran sebesar Rp32,5 miliar. Komisi Penyiaran Indonesia memerlukan Rp49,59 miliar, sedangkan Dewan Pers membutuhkan Rp38,9 miliar.

Kesimpulan

Komdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun karena pagu 2027 sebesar Rp11,515 triliun belum memenuhi total kebutuhan kementerian yang mencapai Rp14,753 triliun. Usulan tersebut akan diarahkan untuk kebutuhan operasional, penguatan infrastruktur digital, pengembangan ekosistem dan ruang digital, serta sejumlah program prioritas nasional.

Dengan adanya rincian kebutuhan tersebut, pembahasan anggaran Komdigi untuk tahun 2027 mencakup dukungan terhadap infrastruktur digital, teknologi pemerintahan, pengawasan ruang digital, pengembangan sumber daya manusia, dan lembaga-lembaga terkait. Besaran tambahan anggaran yang akhirnya disetujui menjadi bagian penting dalam menentukan pelaksanaan berbagai program Komdigi pada tahun tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment