Penerbangan Eurowings Dialihkan Dua Kali akibat Salah Muat Bagasi
Penerbangan Eurowings dengan rute Ibiza, Spanyol, menuju Düsseldorf, Jerman, mengalami perjalanan tidak biasa setelah petugas menemukan adanya koper milik penumpang yang tidak berada di dalam pesawat, tetapi justru terangkut di ruang kargo. Kesalahan pemuatan bagasi tersebut memicu pengalihan rute sebanyak dua kali dan menyebabkan para penumpang tiba di destinasi akhir dengan keterlambatan lebih dari enam jam.
Insiden ini terjadi pada penerbangan EW9503 yang dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan nomor registrasi D-ABZN. Pesawat tersebut membawa 156 penumpang. Demi memenuhi ketentuan keamanan penerbangan, pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke bandara terdekat agar pemeriksaan menyeluruh dapat dilakukan.
Kesalahan Pemuatan Bagasi Picu Pengalihan Penerbangan
Mengutip One Mile At A Time, penerbangan EW9503 semula dijadwalkan lepas landas dari Ibiza pada pukul 18.10 waktu setempat dan tiba di Düsseldorf pada pukul 20.35. Namun, pesawat baru mengudara sekitar pukul 19.35.
Juru bicara Lufthansa Group, sebagaimana dilaporkan aeroTELEGRAPH, mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh kekeliruan dalam prosedur pemuatan bagasi ke ruang kargo pesawat. Koper milik seorang penumpang yang tidak berada di dalam kabin terdeteksi ikut dibawa dalam penerbangan.
Situasi tersebut membuat penerbangan harus mengikuti prosedur keamanan yang berlaku. Dalam aturan penerbangan internasional, bagasi terdaftar harus sesuai dengan penumpang yang berada di dalam pesawat. Bagasi tanpa pendamping atau unaccompanied baggage tidak diperbolehkan diangkut karena dapat menimbulkan risiko keamanan.
Pesawat Mendarat di Toulouse untuk Pemeriksaan
Untuk mematuhi protokol keselamatan, pilot Eurowings mengubah arah penerbangan menuju Bandara Toulouse (TLS) di Prancis. Pesawat tersebut mendarat di Toulouse sekitar pukul 20.37 waktu setempat, sehingga perjalanan menuju Düsseldorf harus ditunda.
Pemeriksaan keamanan di Bandara Toulouse berlangsung hampir tiga jam. Selama proses tersebut, pesawat dan muatannya diperiksa untuk memastikan tidak ada persoalan lain yang dapat membahayakan penerbangan. Setelah dinyatakan steril dan aman, pesawat baru memperoleh izin untuk kembali terbang pada pukul 23.20 waktu setempat.
Pengalihan pertama ini dilakukan sebagai bagian dari penerapan ketat aturan keamanan penerbangan. Ketentuan mengenai kecocokan antara bagasi terdaftar dan penumpang diberlakukan secara ketat sejak tragedi kecelakaan Pan Am di Lockerbie pada 1988.
Pengalihan Kedua Menuju Cologne Bonn
Setelah pemeriksaan di Toulouse selesai, pesawat kembali melanjutkan perjalanan menuju Jerman. Namun, masalah lain muncul ketika Bandara Düsseldorf telah memasuki masa pembatasan operasional penerbangan malam.
Kondisi tersebut membuat pesawat tidak dapat melanjutkan pendaratan di bandara tujuan awal. Pilot kemudian mengambil keputusan untuk melakukan pengalihan rute kedua, kali ini menuju Bandara Cologne Bonn (CGN), Jerman.
Bandara Cologne Bonn dipilih karena tetap beroperasi selama 24 jam. Pesawat akhirnya mendarat di bandara tersebut pada pukul 00.53 waktu setempat. Dengan demikian, penerbangan yang semula dijadwalkan tiba di Düsseldorf pada pukul 20.35 harus berakhir di bandara lain terlebih dahulu.
Penumpang Diantar Menggunakan Bus
Setelah pesawat mendarat di Cologne Bonn, Eurowings mengerahkan armada bus untuk mengangkut seluruh penumpang menuju Düsseldorf. Perjalanan darat tersebut menjadi tahap terakhir sebelum para penumpang mencapai tujuan akhir.
Para penumpang baru tiba di Düsseldorf sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 waktu setempat. Jika dibandingkan dengan jadwal kedatangan semula, mereka mengalami keterlambatan total lebih dari enam jam.
Kesimpulan
Insiden penerbangan Eurowings EW9503 menunjukkan bahwa kesalahan pemuatan satu koper dapat berdampak besar terhadap operasional penerbangan. Demi menjalankan prosedur keamanan, pesawat harus melakukan pemeriksaan di Toulouse dan kemudian kembali mengubah tujuan pendaratan karena pembatasan operasional malam di Düsseldorf.
Meskipun perjalanan para penumpang menjadi jauh lebih lama, keputusan melakukan pemeriksaan dan pengalihan rute dilakukan untuk memastikan penerbangan tetap memenuhi ketentuan keselamatan. Kejadian ini juga menegaskan pentingnya ketelitian dalam proses pencocokan bagasi dengan penumpang sebelum pesawat diberangkatkan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment