Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Diperluas hingga Bengkulu, 647 Personel Dikerahkan
BENGKULU — Operasi pencarian rombongan jurnalis foto yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, diperluas hingga wilayah Bengkulu. Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan perkiraan bahwa para korban terbawa arus laut ke arah Pulau Sumatera.
Basarnas Banten menggandeng Kantor SAR Bengkulu untuk menyisir wilayah yang masuk dalam cakupan kerja lembaga tersebut. Pada hari kedelapan operasi, pencarian melibatkan puluhan unsur kapal dan ratusan personel dari berbagai instansi.
Pencarian Diperluas ke Wilayah Bengkulu
Kasie Operasi Basarnas Banten, Riski Dwiyanto, mengatakan keterlibatan Kantor SAR Bengkulu diperlukan untuk meng-cover area yang diprediksi menjadi jalur pergerakan korban. Menurut dia, pemetaan pencarian mengarah ke wilayah kerja Kantor SAR Bengkulu karena adanya kemungkinan korban terbawa arus hingga ke pesisir Pulau Sumatera.
“Kita dibantu oleh Kantor SAR Bengkulu untuk meng-cover wilayah Kantor SAR Bengkulu. Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah Kantor SAR Bengkulu sudah di-cover dengan teman-teman Kantor SAR Bengkulu,” ujar Riski, Selasa (15/9).
Pada pelaksanaan operasi SAR hari kedelapan, area pencarian mencakup wilayah sekitar 3,9 ribu nautical mile (NM). Perluasan ini menjadi bagian dari upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis yang kehilangan kontak ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September.
Libatkan Puluhan Kapal dan 647 Personel
Operasi pencarian melibatkan sejumlah kapal dari unsur TNI, Basarnas, Kepolisian, serta unsur laut lainnya. Beberapa armada yang dikerahkan antara lain KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, dan KN SAR Basudewa.
Selain itu, pencarian juga melibatkan KAL Pahawang, KAL Anyer, RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, serta RBB Pecang. Dari unsur kepolisian, terdapat KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.
Riski menyebutkan, total personel yang terlibat dalam operasi pencarian hari kedelapan mencapai sekitar 647 orang. Jumlah tersebut mencakup berbagai unsur yang bekerja dalam penyisiran wilayah laut sesuai peta pencarian yang telah ditetapkan.
“Untuk jumlah unsur ataupun personel yang terlibat, kalau kita jumlahkan itu kurang lebih 647 orang yang terlibat pada pelaksanaan operasi SAR hari kedelapan,” kata Riski.
Kondisi Cuaca Menjadi Pertimbangan Pencarian
Dalam operasi pencarian tersebut, kondisi cuaca dan laut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh tim SAR. Riski menyampaikan bahwa cuaca diperkirakan cerah berawan pada hari pencarian.
Meski demikian, ketinggian ombak diperkirakan mencapai 2,5 meter dan bergerak ke arah timur laut. Kecepatan angin berada pada kisaran 5 hingga 20 knot, dengan arah pergerakan dari tenggara menuju selatan.
Informasi mengenai cuaca, arah angin, dan ketinggian gelombang digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan pola penyisiran. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian bagi seluruh personel dan awak kapal yang terlibat dalam operasi di wilayah perairan Selat Sunda hingga Bengkulu.
Polda Bengkulu Ambil Sampel DNA Jenazah Tanpa Identitas
Sebelumnya, Polda Bengkulu melakukan autopsi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Selain autopsi, petugas juga mengambil sampel DNA dari jenazah tersebut.
Informasi mengenai proses autopsi dan pengambilan sampel DNA itu telah disampaikan kepada Polda Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano dan rombongan jurnalis foto yang hilang kontak.
Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, keterkaitan tersebut masih dalam tahap penelusuran. Identitas jenazah dan hubungan dengan rombongan jurnalis belum dipastikan.
Kesimpulan
Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedelapan dan diperluas hingga wilayah Bengkulu. Perluasan dilakukan karena adanya perkiraan korban terbawa arus menuju Pulau Sumatera. Sebanyak sekitar 647 personel dan sejumlah kapal dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir area seluas sekitar 3,9 ribu nautical mile.
Di sisi lain, penemuan jenazah tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano menjadi informasi yang turut ditindaklanjuti oleh aparat melalui autopsi dan pemeriksaan DNA. Operasi pencarian serta proses identifikasi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai keberadaan dan nasib rombongan jurnalis tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment