Kebakaran Lahan Kosong di Cidadap Bandung, 4 Lansia Terindikasi ISPA akibat Asap

Bandung – Kebakaran lahan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi. Sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar asap kebakaran. Dari jumlah tersebut, empat orang lanjut usia (lansia) terindikasi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan harus mendapat penanganan di Puskesmas Cidadap.

Kebakaran mulai terjadi pada Senin (14/9) sekitar pukul 18.45 WIB. Hingga Selasa (15/9), sejumlah titik api masih menyala. Upaya pemadaman menghadapi kendala karena lahan berada di lereng, sementara kondisi tanah yang labil serta dugaan keberadaan gas metan turut meningkatkan risiko bagi petugas.

Empat Lansia Terindikasi Mengalami ISPA

Camat Cidadap Maulana mengatakan, belasan warga telah melaporkan kondisi kesehatannya ke posko yang didirikan di sekitar lokasi kebakaran. Empat di antaranya mengalami gejala yang mengarah pada ISPA setelah menghirup asap kebakaran.

“Sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 11 orang warga masyarakat yang melaporkan kesehatannya ke posko dan empat di antaranya ISPA akibat terpapar asap kebakaran,” ujar Maulana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (15/9).

Empat lansia tersebut kemudian dilarikan ke Puskesmas Cidadap untuk mendapatkan penanganan medis. Selain berdampak kepada warga, kepulan asap juga menyebar ke sejumlah fasilitas di sekitar area kebakaran.

Asap Menyebar ke Rumah Warga, Sekolah, dan Rumah Sakit

Asap kebakaran dilaporkan masuk ke wilayah permukiman warga. Sekolah yang berada tidak jauh dari lokasi turut terdampak, begitu pula Rumah Sakit Salamun yang berjarak sekitar 100 meter dari titik kebakaran.

Maulana menyebut, asap telah berkumpul sejak kebakaran berlangsung dan terbawa ke area di sekitar lahan. Kondisi tersebut membuat warga dan pihak terkait perlu melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak paparan asap, terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Cidadap kemudian mendirikan posko kesehatan dan posko pengungsian bagi warga yang terdampak. Pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan kepala SMP 52 yang berada di bagian bawah lokasi kebakaran.

Dalam kegiatan belajar mengajar, para siswa diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap. Imbauan tersebut diberikan karena kepulan asap menjangkau area sekolah di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Menghadapi Medan Sulit dan Ancaman Gas Metan

Luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari dua hektare. Posisi lahan yang berada di lereng membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Setelah sekitar 13 jam, api masih terlihat menyala di sejumlah titik.

Selain medan yang berada di lereng, petugas juga menghadapi ancaman longsor karena kondisi tanah yang labil. Bau gas yang tercium sejak malam hari diduga berasal dari gas metan yang mungkin muncul di area tempat pembuangan sampah sementara tersebut.

Lebih dari 40 ribu liter air dari mobil pemadam telah digunakan untuk membantu memadamkan api. Namun, angin kencang yang bertiup di kawasan lereng gunung kembali memicu munculnya titik api di beberapa bagian lahan.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Maulana mengatakan, berdasarkan informasi dan keterangan saksi, api diduga pertama kali muncul dari bagian bawah lereng. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Petugas masih mendalami kemungkinan api berasal dari pembakaran yang disengaja ataupun puntung rokok yang dibuang ke area lahan. Belum ada kepastian mengenai penyebab tersebut.

Kebakaran Pernah Terjadi Sebelumnya

Kebakaran di lahan tersebut bukan kejadian pertama. Menurut Maulana, area itu beberapa kali mengalami kebakaran sebelumnya. Proses pemadaman pada kejadian terdahulu bahkan dapat berlangsung lebih dari tiga hari.

Karena itu, petugas pemadam kebakaran melakukan upaya maksimal agar tidak ada titik api yang terlewat. Penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak supaya proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan kebakaran tidak kembali meluas.

Kesimpulan

Kebakaran lahan TPS di Cidadap, Kota Bandung, tidak hanya menyulitkan petugas pemadam, tetapi juga mengganggu kesehatan warga sekitar. Sebanyak 11 orang telah melaporkan gangguan kesehatan, sementara empat lansia terindikasi ISPA dan harus dibawa ke Puskesmas Cidadap.

Asap yang menyebar ke permukiman, sekolah, dan Rumah Sakit Salamun mendorong pemerintah setempat membangun posko kesehatan serta posko pengungsian. Penggunaan masker bagi siswa dan penanganan terpadu menjadi langkah sementara untuk mengurangi dampak kebakaran. Ke depan, pemadaman menyeluruh tetap diperlukan agar titik api tidak kembali muncul, terutama mengingat lokasi tersebut pernah mengalami kebakaran berulang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment