WN Australia dan Dua Anak Ditemukan Tewas di Bungalow Bali, Polisi Duga Kasus Pembunuhan Disusul Bunuh Diri

BADUNG, Bali – Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) ditemukan tewas bersama dua anaknya, ADS (7) dan LKS (4), di sebuah bungalow di kawasan Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 10.14 WITA.

Dalam pemeriksaan awal, kedua anak SDJ ditemukan tergeletak di lantai kamar, sedangkan SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung di dekat jendela. Kepolisian menduga pria tersebut melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya.

Meski demikian, polisi masih menyebut dugaan tersebut sebagai hasil pemeriksaan awal. Kepastian mengenai penyebab kematian ketiga korban tetap menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis.

Kronologi Penemuan Ketiga Korban

Peristiwa itu mulai terungkap sekitar pukul 08.30 WITA. Seorang saksi bernama Nur Khamid (51) menerima telepon dari perempuan yang mengaku sebagai istri SDJ. Saat itu, sang istri berada di Jakarta dan meminta bantuan untuk mengecek kondisi suami serta kedua anaknya yang tinggal di bungalow.

Permintaan tersebut disampaikan karena SDJ dan kedua anaknya tidak dapat dihubungi. Nur kemudian mendatangi bungalow dan mencoba melihat ke dalam melalui jendela. Namun, tidak terlihat aktivitas maupun keberadaan penghuni di dalam bangunan.

Nur selanjutnya menemui pemilik bungalow untuk menyampaikan informasi tersebut. Keduanya kembali mendatangi lokasi dan berupaya memeriksa kondisi di dalam bungalow, tetapi tetap tidak menemukan tanda-tanda aktivitas.

Pemilik bungalow kemudian menghubungi kepala lingkungan atau kelian. Beberapa menit kemudian, kelian bersama sejumlah warga datang ke lokasi. Mereka sempat mengetuk dan menggedor pintu sambil memanggil penghuni bungalow, tetapi tidak mendapat respons.

Karena khawatir terjadi sesuatu, warga akhirnya membuka pintu secara paksa. Setelah pintu terbuka, SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Sementara itu, ADS dan LKS ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Polisi Duga Anak Meninggal akibat Kekerasan

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim identifikasi Polresta Denpasar. Pemeriksaan luar terhadap ketiga korban menunjukkan dugaan bahwa kedua anak meninggal akibat tindakan kekerasan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan SDJ diduga melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum meninggal dengan cara gantung diri. Namun, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit dan penyelidikan lebih lanjut.

“Dugaannya seperti itu. Tapi kepastian menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit,” ujar Ariasandy pada Selasa (15/9).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut SDJ merupakan warga negara Australia, sedangkan kedua anaknya berkewarganegaraan Indonesia.

Hasil Pemeriksaan CCTV dan Keterangan Istri

Polsek Kuta melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi serta meminta keterangan dari para saksi. Polisi juga memeriksa istri korban untuk memperoleh informasi mengenai kondisi keluarga dan kemungkinan penyebab peristiwa tersebut.

Berdasarkan analisis CCTV dan keterangan istri korban, polisi menduga SDJ membunuh kedua anaknya, kemudian mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kepolisian juga memperoleh informasi bahwa SDJ memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan mudah mengalami emosi.

Menurut keterangan istrinya, hubungan rumah tangga mereka pernah mengalami konflik pada 2022. Namun, Leonardo menyebut kepergian istri korban ke Jakarta pada 10 September 2026 bukan disebabkan pertengkaran. Belakangan, hubungan keduanya disebut telah membaik.

Istri korban pergi ke Jakarta untuk menemui orang tuanya. Saat berada di Jakarta, ia melihat adanya kejanggalan melalui rekaman CCTV yang dapat dipantau menggunakan aplikasi ponsel. Ia kemudian meminta bantuan kepala lingkungan dan pemilik bungalow untuk mengecek kondisi suami serta kedua anaknya.

Polisi juga mendapat keterangan bahwa SDJ pernah mencoba mengakhiri hidup sekitar satu bulan sebelum kejadian. Saat itu, ia disebut mengunci diri di kamar dan mengikat lehernya menggunakan tali atau kabel setrika. Namun, upaya tersebut tidak berlanjut karena SDJ kembali keluar dari kamar.

Jenazah Diserahkan kepada Keluarga

Ketiga jenazah sempat dibawa ke RSUP Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Polisi juga berkoordinasi dengan Konsulat Australia karena salah satu korban merupakan warga negara Australia.

Istri korban berinisial TY (32) menyatakan menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah suami dan kedua anaknya. Berdasarkan koordinasi antara Polsek Kuta dan Konsulat Australia, tanggung jawab terhadap ketiga jenazah kemudian diserahkan kepada pihak istri.

Leonardo mengatakan pihak keluarga telah membuat pernyataan terkait penolakan autopsi. Menurut keterangan polisi, keluarga menilai rangkaian peristiwa telah tergambar melalui rekaman CCTV dan informasi dari saksi.

Polisi Siapkan Penghentian Penyidikan

Karena orang yang diduga sebagai pelaku telah meninggal dunia, kepolisian menyatakan penyidikan perkara tersebut akan dihentikan melalui mekanisme SP3. Meski demikian, proses penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dikumpulkan.

Kesimpulan

Kasus kematian SDJ dan kedua anaknya di sebuah bungalow di Legian, Badung, masih menyisakan dugaan yang sedang ditangani kepolisian. Pemeriksaan awal, rekaman CCTV, serta keterangan istri korban mengarah pada dugaan bahwa SDJ melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum mengakhiri hidup.

Namun, seluruh informasi tersebut tetap merupakan hasil penyelidikan dan belum dapat disebut sebagai kesimpulan medis definitif. Dengan adanya penolakan autopsi serta meninggalnya orang yang diduga sebagai pelaku, polisi berencana menerbitkan SP3. Koordinasi dengan keluarga dan Konsulat Australia menjadi bagian dari proses penanganan jenazah dan penyelesaian perkara ini.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment