Finneas hingga Lukas Graham Mundur dari The Loop Tour untuk Dukung Macklemore

Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil dalam The Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat memutuskan untuk mengundurkan diri. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore, yang dikeluarkan dari rangkaian tur setelah menyampaikan pesan dukungan untuk Palestina saat tampil di New Jersey.

Musisi yang telah menyatakan mundur antara lain Finneas, Aaron Rowe, band asal Denmark Lukas Graham, serta grup musik Irlandia Beoga. Keputusan itu memunculkan perdebatan mengenai kebebasan seniman dalam menyampaikan pandangan politik, sekaligus memperlihatkan ketegangan antara dukungan terhadap Palestina dan isu antisemitisme.

Finneas dan Sejumlah Musisi Mundur dari Tur

Finneas menjadi salah satu musisi yang secara terbuka mengumumkan keputusannya untuk tidak melanjutkan keterlibatan dalam The Loop Tour. Melalui unggahan di Instagram pada Rabu (16/9), ia menegaskan bahwa seniman seharusnya tidak dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas.

“Seniman tidak boleh dibungkam saat mereka bersuara membela kaum tertindas. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya,” tulis Finneas dalam unggahannya.

Aaron Rowe juga menyampaikan alasan serupa. Ia mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan tur bukan hal yang mudah. Rowe bahkan menyebut Ed Sheeran sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam hidupnya dan menganggap Sheeran sebagai teman yang telah mengubah kehidupannya.

Namun, Rowe mengatakan latar belakangnya sebagai orang Irlandia membuatnya sangat memahami isu genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan yang disertai kekerasan. Ia menyatakan tidak dapat tinggal diam apabila kekuasaan digunakan untuk membungkam suara-suara yang menentang tindakan Israel terhadap Palestina serta menyoroti kematian anak-anak.

Rowe juga menulis bahwa dirinya akan kehilangan rasa hormat kepada diri sendiri apabila tetap meneruskan tur tersebut. Ia menutup pernyataannya dengan seruan “Free Palestine”.

Pernyataan Lukas Graham dan Beoga

Band Lukas Graham turut menyampaikan sikap melalui media sosial. Grup tersebut menilai para seniman seharusnya tetap memiliki ruang untuk berbicara tentang perang, warga sipil yang tewas, serta hak anak-anak untuk tumbuh dewasa.

Menurut Lukas Graham, kekayaan tidak semestinya menjadi dasar bagi seseorang untuk mengendalikan percakapan publik. Mereka juga menilai jumlah uang yang dimiliki seseorang tidak boleh menentukan siapa yang berhak berbicara atau penderitaan mana yang layak diakui.

Sementara itu, Beoga, grup musik asal Irlandia, menyatakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pembungkaman terhadap Macklemore oleh para pelobi Zionis. Sikap tersebut memperkuat gelombang solidaritas dari para penampil yang sebelumnya terlibat dalam tur Ed Sheeran.

Penjelasan Ed Sheeran soal Macklemore

Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai keluarnya Macklemore dari The Loop Tour. Ia mengatakan keputusan tersebut bukan berasal darinya, melainkan dari pengelola stadion dan promotor tur.

Menurut Sheeran, setelah penampilan Macklemore dalam konser di New Jersey, pengelola lokasi untuk jadwal tur berikutnya menyampaikan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi penampil pendukung. Sheeran menambahkan, sikap tersebut disebut berkaitan dengan cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya di atas panggung, bukan seluruh isi pernyataannya.

Sheeran mengaku telah berdiskusi selama sepekan dengan pihak pengelola lokasi untuk mencari jalan tengah. Ia juga terlibat dalam pembicaraan dengan promotor serta aktivis dari kedua pihak. Salah satu tokoh yang disebut ikut dalam pembahasan itu adalah Robert Kraft.

Meski telah berusaha mencari solusi, Sheeran mengatakan keputusan pengelola lokasi dan promotor bersifat final. Ia menegaskan bahwa kontrak Macklemore dalam tur tersebut dibuat dengan promotor, bukan dengan dirinya.

Robert Kraft Sebut Pernyataan Macklemore sebagai Ujaran Kebencian

Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium, turut menyampaikan sikapnya. Dalam pernyataan yang diberitakan Page Six, Kraft menilai ucapan dan materi yang disampaikan Macklemore telah masuk dalam kategori ujaran kebencian.

Kraft mengatakan Gillette Stadium memiliki komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi seluruh pengunjung. Menurutnya, acara yang digelar di stadion tersebut tidak boleh menjadi wadah bagi ujaran kebencian.

Ia menyebut keputusan untuk tidak mengizinkan Macklemore tampil pada konser 25 dan 26 September didasarkan pada tindakan terbaru sang musisi, materi yang disampaikan dari panggung saat konser Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam jejak retorika dan citra antisemit yang dinilai menyinggung komunitas Yahudi.

Dalam pernyataannya, Kraft menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengecilkan penderitaan warga Palestina atau menghalangi siapa pun dalam menyuarakan dukungan bagi mereka. Ia mengakui penderitaan dan kehilangan yang dialami warga Palestina sebagai sesuatu yang nyata.

Kesimpulan

Mundurnya Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga menunjukkan bahwa keputusan terhadap Macklemore telah memicu respons luas dari sesama musisi. Di satu sisi, para penampil tersebut menilai dukungan terhadap Palestina dan kebebasan menyampaikan pendapat harus dihormati. Di sisi lain, pengelola stadion dan Robert Kraft menekankan pentingnya mencegah ujaran kebencian serta melindungi komunitas Yahudi.

Ed Sheeran sendiri menyatakan bahwa pengeluaran Macklemore dari tur merupakan keputusan promotor dan pengelola lokasi, bukan keputusan pribadinya. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada bagaimana pihak-pihak terkait menyeimbangkan kebebasan berekspresi, solidaritas kemanusiaan, serta upaya mencegah retorika yang dapat melukai kelompok tertentu.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment