Influenza A Merebak di Indonesia, Kenali Perbedaannya dengan Flu Biasa

Kasus Influenza A dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Surabaya dan beberapa titik di Jawa Timur. Kondisi ini menjadi perhatian karena gejalanya kerap dianggap sama dengan flu biasa. Padahal, Influenza A dan flu biasa atau common cold merupakan dua kondisi yang berbeda, baik dari jenis virus penyebab maupun pola gejalanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah sedang memantau sejumlah wilayah yang menunjukkan kenaikan kasus influenza. “Memang kita ada beberapa titik-titik yang kami lihat kenaikan influenza ini kami monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik,” kata Budi seperti dilaporkan detikHealth pada Selasa (15/9).

Kesamaan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan tubuh terasa tidak enak membuat masyarakat sering menyamakan Influenza A dengan flu biasa. Untuk memahami perbedaannya, penting mengenali jenis virus serta karakteristik gejala dari masing-masing penyakit tersebut.

Apa Itu Influenza A?

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengelompokkan virus influenza ke dalam empat tipe, yaitu Influenza A, B, C, dan D. Pada manusia, influenza musiman terutama disebabkan oleh virus Influenza A dan Influenza B.

Influenza A merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus ini memiliki sejumlah subtipe. Dua subtipe yang diketahui saat ini beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2). Dengan demikian, istilah “terkena Influenza A” merujuk pada infeksi influenza yang penyebabnya adalah virus tipe A.

Pada sebagian orang, khususnya kelompok berisiko tinggi, influenza dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Karena itu, kenaikan kasus Influenza A di sejumlah wilayah perlu terus dipantau.

Gejala Influenza A Cenderung Muncul Mendadak

Salah satu ciri yang membedakan influenza dari flu biasa adalah kemunculan gejalanya. Gejala influenza umumnya muncul secara mendadak. Seseorang yang sebelumnya merasa sehat dapat mengalami demam atau menggigil dalam waktu relatif singkat.

Selain demam atau menggigil, gejala Influenza A dapat meliputi:

  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ menyebut demam sebagai salah satu tanda yang cukup membantu dalam mengidentifikasi influenza. Batuk juga memiliki sensitivitas tinggi, sekitar 92 persen pada orang dewasa.

Kombinasi batuk dan demam dapat memberikan petunjuk yang lebih kuat dibandingkan hanya mengamati satu gejala. Meski demikian, gejala secara individual tetap memiliki keterbatasan. Keluhan yang dirasakan seseorang belum cukup untuk memastikan bahwa ia terinfeksi Influenza A.

Flu Biasa Disebabkan Beragam Virus

Flu biasa atau common cold, yang dalam bahasa Indonesia juga disebut selesma, merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Berbeda dari Influenza A yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, flu biasa dapat dipicu oleh berbagai jenis virus pernapasan.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, terdapat lebih dari 200 virus pernapasan yang dapat menyebabkan common cold. Salah satu penyebab yang paling umum adalah rhinovirus. Selain itu, beberapa jenis coronavirus musiman dan adenovirus juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Gejala Flu Biasa Berkembang Bertahap

Flu biasa umumnya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berkembang secara bertahap. Keluhan yang sering muncul antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan.

Pada orang dewasa, demam relatif jarang terjadi ketika mengalami flu biasa. Jika demam muncul, biasanya intensitasnya ringan. Pola ini berbeda dari influenza yang cenderung menimbulkan gejala secara tiba-tiba dan dapat disertai demam, nyeri tubuh, serta kelelahan.

Perbedaan Influenza A dan Flu Biasa

Secara umum, perbedaan Influenza A dan flu biasa dapat dilihat dari penyebab serta pola gejalanya. Influenza A disebabkan oleh virus influenza tipe A, sedangkan flu biasa dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus pernapasan.

Dari sisi gejala, influenza cenderung muncul mendadak dengan keluhan seperti demam atau menggigil, batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan. Sementara itu, flu biasa biasanya berkembang perlahan dengan gejala utama berupa pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk.

Namun, perbedaan tersebut tidak selalu dapat digunakan untuk memastikan jenis penyakit yang dialami. Gejala influenza dapat menyerupai berbagai infeksi pernapasan lainnya. Demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri tubuh, dan kelelahan memang dapat menjadi petunjuk awal, tetapi belum dapat menjadi dasar diagnosis.

Pemeriksaan Diperlukan untuk Memastikan Diagnosis

Kemiripan gejala membuat Influenza A tidak selalu bisa dibedakan dari flu biasa hanya berdasarkan keluhan. Untuk memastikan apakah seseorang mengalami influenza atau common cold, diperlukan pemeriksaan atau tes.

Pemantauan terhadap kenaikan kasus di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Surabaya dan beberapa titik di Jawa Timur, diharapkan dapat membantu menggambarkan perkembangan Influenza A. Masyarakat perlu memahami bahwa istilah influenza dan flu biasa tidak merujuk pada kondisi yang sama, meskipun sejumlah gejalanya serupa.

Kesimpulan

Influenza A merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, dengan subtipe yang diketahui beredar pada manusia antara lain A(H1N1) dan A(H3N2). Gejalanya umumnya muncul mendadak dan dapat berupa demam, batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, serta kelelahan.

Sementara itu, flu biasa atau selesma disebabkan oleh beragam virus pernapasan dan biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan serta berkembang secara bertahap. Meski demikian, kemiripan gejala membuat pemeriksaan atau tes tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis. Seiring pemantauan kasus Influenza A di berbagai wilayah, pemahaman mengenai perbedaan kedua kondisi ini menjadi penting agar masyarakat tidak keliru mengenali gejala yang dialami.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment