Kilas Internasional 16 September: Konflik AS-Iran, Biaya Perang, dan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

Konflik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian utama dalam pemberitaan internasional pada Rabu, 16 September. Ketegangan yang melibatkan Arab Saudi, milisi Houthi di Yaman, Iran, dan Amerika Serikat memunculkan sejumlah perkembangan penting, mulai dari isu serangan yang menargetkan Kota Mekkah dan Madinah hingga dampak politik serta biaya perang bagi Washington.

Di Amerika Serikat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR AS, Thomas Massie, mengajukan resolusi yang bertujuan memakzulkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Pada saat yang sama, Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat atau Congressional Budget Office (CBO) mengungkapkan bahwa konflik bersenjata dengan Iran telah menghabiskan sekitar US$38 miliar atau setara Rp670 triliun bagi militer AS hingga 1 Agustus 2026.

Selain perkembangan politik dan anggaran perang, pemerintah AS juga mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Arab Saudi. Keputusan itu diambil setelah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman.

Resolusi Pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan AS

Thomas Massie mengajukan resolusi pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Selasa, 15 September. Langkah tersebut berkaitan dengan tuduhan bahwa Hegseth menentang kewenangan Kongres dan secara ilegal melanjutkan operasi militer Amerika Serikat di Iran.

Pengajuan resolusi ini muncul setelah DPR AS berulang kali berupaya membatasi kampanye militer pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Persoalan mengenai kewenangan Kongres dalam mengawasi serta membatasi operasi militer menjadi bagian penting dari polemik tersebut.

Dengan adanya resolusi yang diajukan Massie, konflik AS-Iran tidak hanya menjadi isu militer dan hubungan luar negeri, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan politik domestik di Amerika Serikat. Tuduhan terhadap Hegseth menempatkan kebijakan operasi militer pemerintah dalam sorotan anggota parlemen.

Perang dengan Iran Telan Biaya US$38 Miliar

CBO, lembaga nonpartisan di Amerika Serikat, melaporkan bahwa konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar bagi Kementerian Pertahanan AS hingga 1 Agustus 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp670 triliun.

Menurut laporan CBO yang dikutip AFP, pengeluaran tersebut belum tentu menjadi angka akhir. Badan itu menyatakan anggaran perang masih berpotensi bertambah miliaran dolar setiap bulan selama konflik yang pecah sejak Februari lalu masih berlangsung.

“Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar (Rp670 triliun) bagi Kementerian Pertahanan AS,” kata CBO dalam laporannya.

Besarnya biaya tersebut menunjukkan dampak finansial yang ditanggung militer AS akibat konflik berkepanjangan. Selain menjadi persoalan keamanan dan geopolitik, perang dengan Iran juga memberikan tekanan terhadap anggaran pertahanan Amerika Serikat.

AS Keluarkan Peringatan Perjalanan untuk Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merilis peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak bepergian ke Arab Saudi. Peringatan itu diterbitkan menyusul meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi yang menguasai wilayah di Yaman.

Pada Selasa, 15 September, pemerintah AS menaikkan saran perjalanan ke Arab Saudi menjadi level 3 atau reconsider travel. Level tersebut berarti warga Amerika Serikat diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka ke negara tersebut.

Dalam peringatannya, Kemlu AS menyebut sejumlah risiko yang menjadi alasan perubahan status perjalanan. Risiko itu mencakup kemungkinan serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan Amerika, konflik bersenjata, terorisme, larangan bepergian ke luar negeri, serta ketentuan hukum setempat yang berkaitan dengan aktivitas di media sosial.

Isu keamanan di Arab Saudi semakin menjadi sorotan karena adanya laporan mengenai serangan yang menargetkan Kota Mekkah dan Madinah di tengah perang yang kembali memanas antara milisi Houthi dan Arab Saudi. Perkembangan tersebut menambah perhatian terhadap kondisi keamanan di kawasan, terutama karena kedua kota tersebut memiliki arti penting.

Kesimpulan

Kilas internasional pada 16 September memperlihatkan bahwa konflik Timur Tengah terus berdampak luas. Di Amerika Serikat, operasi militer terhadap Iran memicu perdebatan mengenai kewenangan Kongres dan mendorong pengajuan resolusi pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Konflik yang sama juga telah menghabiskan sekitar US$38 miliar bagi militer AS hingga 1 Agustus 2026.

Sementara itu, eskalasi konflik Arab Saudi dan milisi Houthi mendorong pemerintah AS mengeluarkan peringatan perjalanan level 3 bagi warganya. Dengan biaya perang yang masih berpotensi bertambah dan situasi keamanan yang terus menjadi perhatian, perkembangan konflik AS-Iran serta ketegangan di sekitar Arab Saudi masih akan menjadi isu penting dalam pemberitaan internasional berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment