IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Jumat, Simak Level Support dan Resistance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Jumat (18/9). Meski demikian, pergerakan indeks diperkirakan masih berada dalam kondisi mixed karena peluang penguatan masih diikuti risiko koreksi. Sejumlah analis menilai IHSG berpotensi rebound apabila mampu mempertahankan level support penting di area 6.370.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Keduanya memberikan pandangan mengenai arah pergerakan IHSG, termasuk level support dan resistance yang perlu diperhatikan investor pada perdagangan hari ini.
IHSG Berpeluang Menguat, tetapi Risiko Koreksi Masih Membayangi
Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih bergerak dalam kondisi mixed. Menurutnya, peluang penguatan tetap terbuka, meskipun indeks masih menghadapi risiko koreksi. Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam.
Kondisi tersebut membuat IHSG berisiko menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, apabila indeks mampu bertahan di atas level 6.370, peluang penguatan masih terbuka. Herditya memperkirakan IHSG dapat bergerak menuju rentang 6.541-6.581.
“Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance Versi MNC Sekuritas
Untuk perdagangan Jumat (18/9), Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.279 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu dicermati berada di 6.585 dan 6.633.
Dalam risetnya, Herditya juga menyebut sejumlah saham yang menjadi rekomendasi, yaitu ADMR, BMRI, BRPT, dan DSSA. Rekomendasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari analisis teknikal terhadap kondisi pasar dan saham terkait.
Analis Binaartha Sekuritas Prediksi IHSG Rebound
Senada dengan Herditya, Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Jumat. Proyeksi tersebut mempertimbangkan koreksi pada perdagangan sebelumnya yang dinilai lebih terbatas. Selain itu, indeks masih mampu bertahan di atas level support 6.370.
Ivan menyebut level 6.370 sebagai area penting bagi pergerakan IHSG. Apabila support Fibonacci tersebut tetap bertahan, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.582-6.639.
“Jika support Fibonacci di 6.370 tetap bertahan, IHSG berpotensi rebound menuju area 6.582-6.639,” ujar Ivan.
Proyeksi Level IHSG dan Rekomendasi Saham
Ivan memprediksi level support IHSG berada di 6.370, 6.290, dan 6.179. Sementara itu, level resistance yang diperkirakan menjadi perhatian berada di 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916.
Adapun saham yang direkomendasikan Ivan adalah AMRT, BBRI, BRPT, dan BUMI. Daftar saham tersebut disampaikan berdasarkan pandangan analis terhadap potensi pergerakan pasar pada perdagangan yang akan berlangsung.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.462 pada perdagangan Kamis (17/9) sore. Indeks menguat 25,57 poin atau naik 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp13,87 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 28,41 miliar saham.
Pada penutupan perdagangan tersebut, sebanyak 384 saham tercatat menguat. Sebanyak 244 saham mengalami koreksi, sedangkan 164 saham lainnya stagnan. Data ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG turut diikuti oleh lebih banyak saham yang mengalami kenaikan dibandingkan saham yang terkoreksi.
Kesimpulan
IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan Jumat (18/9), dengan peluang rebound apabila mampu mempertahankan level support 6.370. Herditya Wicaksana memperkirakan indeks berpotensi menuju area 6.541-6.581, sedangkan Ivan Rosanova melihat peluang penguatan ke rentang 6.582-6.639.
Meski demikian, risiko koreksi masih perlu diperhatikan. IHSG berpeluang menguji kembali area 6.290-6.370 apabila tekanan jual meningkat. Karena itu, level support dan resistance yang disampaikan para analis menjadi area penting untuk dicermati dalam melihat arah pergerakan indeks selanjutnya.
Informasi ini merupakan rangkuman analisis pasar dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment